Dulu Kalah dengan China dan Mesir, Produsen Karpet Surabaya Kini Kuasai Pasar
Dulu kalah dengan produk China dan Mesir, produsen karpet Indonesia kini kuasai pasar. Ini fakta selengkapnya.
Di tengah pandemi Covid-19, industri karpet di Surabaya terus menggeliat karena tingginya permintaan dari pasar lokal maupun ekspor.
Meski demikian, bukan berarti industri di bidang ini tidak terdampak pandemi. Produsen karpet yang berlokasi di Surabaya, PT Classic Prima Industries mengungkapkan, di masa awal pandemi Covid-19 penjualan karpet menurun drastis.
"Awal pandemi untuk mendapatkan Rp20 miliar per bulan saja sangat sulit. Namun seiring berjalannya waktu, sudah kembali ke awal yaitu Rp25 miliar sampai Rp30 miliar per bulan," ujar Direktur Marketing PT Classic Prima Carpet Industries, Choirul, di Surabaya, Kamis (1/4/2021).
Kuasai Pasar Internasional
Produk karpet dari pabrik tersebut diekspor ke berbagai negara. Bahkan, di Inggris, produk PT Classic Prima Carpet Industries berhasil menguasai pasar hingga 40 persen.
Selain ke Inggris, produk karpet dari pabrik tersebut juga ekspor ke semua negara Asia Tenggara, sebagian besar negara di Asia dan Australia.
Sementara itu, Choirul menambahkan, dulu sebelum pandemi, di pasar dalam negeri produknya kalah dengan produk China dan Mesin.
"Namun pangsa pasar sangat tinggi di dalam negeri hingga 60 persen. Dulu, jauh sebelum pandemi kita kalah sama produk China dan Mesir. Tapi sekarang kita merajai, itu juga berkat Presiden Joko Widodo yang mengkampanyekan tidak suka produk asing dan memberikan banyak stimulus ekonomi perbankan," ungkap Choirul, dikutip dari Antara, Kamis (1/4).
Target Penjualan
©2021 Merdeka.com/classicprima.com
Proses produksi karpet dilakukan di dua tempat berbeda, yakni di Kota Surabaya dan Jombang. Total tenaga yang dipekerjakan dalam industri ini mencapai 900 orang.
Choirul optimis target penjualannya tahun ini bisa mencapai Rp350 miliar. Konsumen yang dibidik produsen karpet itu meliputi rumah tangga dengan persentase sebesar 30 persen, otomotif (mobil) 30 persen, serta hotel, restoran, dan perkantoran sebanyak 40 persen.
Karpet Merek Lokal
Menurut Direktur Marketing PT Classic Prima Carpet Industries itu, pandemi justru memberi berkah kepada produsen karpet lokal. Pasalnya, permintaan karpet merek lokal secara daring mengalami peningkatan.
Salah satu merek lokal yang pangsa pasarnya naik yakni You and Me (YUME) yang diproduksi CV Amore Timor Jaya Collections dan merek Adroos.
Direktur Utama CV Amore Timor Jaya Collections, Frans Thiodoris, mengatakan, kualitas karpet yang disuguhkan YUME memiliki standar di atas rata-rata. Karpet ini lebih elegan karena warnanya yang lembut. Selain itu, motifnya mengikuti tren terbaru yang berganti tiap dua bulan.
"Kami jual karpet mulai ukuran 40 kali 60 sentimeter hingga 100 kali 150 sentimeter. Untuk harganya Rp29 ribu sampai Rp135 ribu per potong," ujar Frans.