LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Cara Menjamak Sholat Sesuai Syariat Islam, Lengkap dengan Tuntunan dan Niatnya

Dalam agama Islam, khususnya hukum Islam (fiqh) juga dikenal adanya istilah sholat jamak. Sholat jamak merupakan salah satu bentuk rukhsah (keringanan) yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya dikarenakan adanya sebab-sebab tertentu. Berikut selengkapnya.

2020-12-11 07:00:00
Jatim
Advertisement

Dalam agama Islam, khususnya hukum Islam (fiqh) juga dikenal adanya istilah sholat jamak. Sholat jamak merupakan salah satu bentuk rukhsah (keringanan) yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya dikarenakan adanya sebab-sebab tertentu yang menjadikan seseorang tidak dapat melaksanakan sholat sebagaimana mestinya, yang telah diatur mengenai waktu pelaksanaannya.

Manifestasi dari bentuk kemurahan itu adalah musafir boleh melakukan qashar (memperpendek). Yakni dalam pelaksanaan sholat yang terbilang empat rakaat yakni Zhuhur, Ashar, dan Isya’ dijadikan dua-dua rakaat saja. Sholat jamak terdiri dari dua kata yaitu kata "sholat" dan kata "jama'/jamak". Kata ini berasal dari bahasa Arab. Secara etimologi, kata jama' berarti "mengumpulkan atau menghimpun" menurutAhmad Warson Munawwir dalam Kamus Al-Munawwir Arab- Indonesia Terlengkap.

Sholat jamak terdiri dari dua, yakni jamak taqdim dan jamak ta'khir. Jamak taqdim adalah menggabungkan dua sholat dan dikerjakan dalam waktu sholat pertama, yaitu: zhuhur-ashar dikerjakan dalam waktu zuhur, dan magrib-isya dikerjakan pada waktu magrib. Sholat jamak taqdim harus dilakukan secara beruturan sebagaimana urutan shalat tidak boleh terbalik.

Advertisement

Sementara, jamak ta'khir adalah menggabungkan dua sholat dan dikerjakan dalam waktu sholat kedua, yaitu: zuhur-ashar dikerjakan dalam waktu ashar, magrib-isya dikerjakan dalam waktu isya. Jamak ta'khir boleh dilakukan secara berurutan dan boleh pula tidak secara berurutan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Dengan demikian, yang dimaksud sholat jamak adalah mengumpulkan dua sholat fardhu yang dikerjakan dalam satu waktu secara terpisah. Sholat fardhu yang boleh dikerjakan dengan cara menjamak adalah sholat zhuhur dengan sholat Ashar dan sholat maghrib dengan sholat Isya. Sholat shubuh tidak boleh dikerjakan secara jamak.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian sholat jamak, cara menjamak sholat dan juga niat serta doanya yang wajib Anda ketahui.

Advertisement

Dalil yang Melandasi Sholat Jamak

Dalil yang menjadi landasan dalam melaksanakan dan cara menjamak sholat jamak adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Al-Turmudzi dari sahabat Mu’adz. Mengutip dari publikasi oleh uinsuska.ac.id, dalil-dalil tersebut berbunyi:

"Dari Muadz bin Jabal, bahwasannya Nabi SAW dalam perang tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau menta’khirkan shalat Zhuhur hingga beliau kumpulkan dengan shalat Ashar, beliau gabungkan keduanya (Zhuhur dan Ashar) waktu Ashar, dan apabila berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau berangkat sebelum Maghrib, beliau menta’khirkan Maghrib hingga beliau melakukan shalat Maghrib beserta Isya’ dan apabila beliau berangkat sesudah waktu Maghrib beliau segerakan shalat Isya’ dan beliau menggabungkan shalat Isya’ bersama Maghrib." (HR. Abu Daud).

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik:

"Dari Malik, sesungguhnya telah dari Ali bin Husain, bahwasanya Ali berkata : Rasulullah SAW ketika menghendaki perjalanan pada siang hari maka beliau menjama’ shalat antara shalat Zhuhur dan Ashar dan ketika beliau menghendaki perjalanan pada malam hari, maka beliau menjama’ shalat antara shalat Maghrib dan shalat Isya." (HR. Malik).

Hal ini senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW juga pernah melakukan sholat jamak selain dalam ketakutan (khauf) maupun dalam perjalanan (safar).

"Yahya bin Yahya bercerita kepada saya dan berkata: saya menceritakan kepada Malik hadits dari Abu Zubair, dari Said bin Zubair, dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah SAW pernah menggabungkan antara shalat Zhuhur dan shalat Ashar ataupun Maghrib dan Isya’dalam satu waktu dalam keadaan tanpa rasa takut maupun sedang dalam perjalanan." (HR. Muslim).

Seperti itulah hujjah ataupun dalil yang dapat dijadikan pegangan tentang kebolehan untuk melakukan sholat jamak. Hal tersebut membuktikan bahwa hukum Islam tidak kaku tetapi lentur, juga bagian dari fleksibilitas hukum Islam yang tidak kejam dan tidak memberatkan bagi umatnya.

Sebab Diperbolehkannya Melakukan Sholat Jamak

Berikut sebab-sebab yang memperbolehkan umat Islam menjalankan cara sholat jamak yang telah disepakati oleh para ulama, yakni:

1. Dalam keadaan bepergian (musafir)

Bepergian adalah melakukan perjalanan ke tempat lain yang hendak dituju karena ada sesuatu kepentingan. Menjamak dua sholat ketika bepergian, menurut sebagian besar para ahli hukumnya boleh, tanpa ada perbedaan, apakah dilakukannya sewaktu berhenti ataukah selagi dalam perjalanan. Adapun bepergian yang mendapat kemudahan untuk menjamak sholat adalah bepergian yang telah memenuhi kriteria shalat qashar. 

2. Saat hujan

Seseorang diperbolehkan untuk meleksanakan sholat jamak apabila dalam keadaan hujan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan Al-Bukhari yang berbunyi: "Sesugguhnya Nabi saw menjama’ shalat Maghrib dengan shalat Isya’ disuatu malam yang sedang hujan lebat." (HR. Bukhari).

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik yang berbunyi: "Dari Abdullah bin Ibnu Abbas berkata : bahwa Rasulullah saw pernah melakukan shalat Zhuhur dan shalat Ashar dengan menjama’nya, begitu pula halnya dengan shalat Maghrib dan shalat Isya’ dalam keadaan tidak takut dan tidak bepergian, Imam Malik berkata: saya berpendapat bahwa saat itu dalam keadaan hujan." (HR. Malik).

3. Saat berada di Arafah dan Muzdalifah

Setiap umat Islam yang merasa dirinya mampu baik secara fisik maupun non fisik, maka diwajibkan baginya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima adalah haji. Para ulama telah sepakat tentang dibolehkan melakukan sholat jamak antara sholat Zhuhur dengan sholat Ashar sebagai jamak taqdim di Padang Arafah, dan antara sholat Maghrib dengan sholat Isya sebagai jamak ta’khir di Muzdalifah.

Syarat Melakukan Sholat Jamak

Bagi orang-orang yang ingin melakukan sholat jamak, hendaknya mematuhi atau menjalani syarat-syarat di bawah ini:

  • Tertib. Yaitu mengerjakan shaolat yang pertama, setelah selesai baru mengerjakan sholat yang kedua. Persyaratan ini dimaksud untuk persyaratan sholat yang mengikuti dan yang diikuti.
  • Niat Jamak. Bahwa seseorang yang akan melaksanakan jamak taqdim harus melakukan niat untuk menjamak sholat pada waktu sholat yang pertama. Sedangkan pelaksanaan niat itu tidak harus pada permulaan waktu takbir yang pertama.
  • Bersambung. Yaitu berurutan dengan tidak dipisah antara dua sholat yang dijamak dengan jarak yang panjang. Karena menjamak sholat menjadikan dua sholat menjadi satu, maka diharuskan adanya kesinambungan seperti rakaat-rakaat dalam sholat. Yaitu tidak di pisah antara dua sholat tersebut sebagaimana tidak boleh untuk memisahkan antara rakaat dalam satu sholat.
  • Keadaan Sholat Bagi Musafir. Keadaan sholat bagi musafir masih berlanjut ketika ia memulai takbir sholat yang kedua, kalau perjalanan tersebut berhenti sebelum melakukan sholat yang kedua, maka sholat jamak tidak diperbolehkan dikarenakan telah hilang sebabnya.
  • Berkeyakinan Tetapnya Waktu Yang Pertama. Bahwa seseorang yang hendak menjamak sholat dituntut untuk mengetahui masuknya waktu sholat yang pertama, karena dengan demikian ia yakin benar masih adanya waktu yang akan digunakan untuk menjamak sholat.
  • Menganggap Sahnya Sholat Pertama. Jika seseorang menjamak sholat ashar dengan sholat jumat saat melaksanakan sholat jumat tanpa adanya kebutuhan, juga ragu tentang siapa yang lebih dulu atau berbarengan dalam pelaksanaan sholat jumatnya, maka tidak boleh melakukan jamak sholat ashar dengan jamak taqdim.

Cara Menjamak Sholat

Berikut tata cara menjamak sholat, baik cara menjamak sholat taqdim maupun cara menjamak sholat ta'khir:

1. Jamak Taqdim

Jamak Taqdim adalah menggabungkan dengan cara meringkas atau mengerjakan 2 sholat fardhu sekaligus di waktu sholat yang pertama, yaitu:

  • Sholat Dzuhur dan Ashar, dikerjakan saat waktu Dzuhur.
  • Sholat Maghrib dan Isya, dikerjakan saat waktu Maghrib.

Niat Salat Dzuhur jamak Taqdim dengan Salat Ashar

"Ushollii fardhol dhuhri arba'a roka'aatin majmuu'an ma'al ashri jam'a taqdiimi lillaahi ta'aalaa."

Artinya:"Aku niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat digabung dengan sholat Ashar jamak taqdim karena Allah Ta'aala."

Niat Salat Maghrib Jamak Taqdim dengan Salat Isya

"Ushollii fardhol maghribi tsalaatsa roka'aatin majmuu'an ma'al isya'i jam'a taqdiimi lillaahi ta'aalaa."

Artinya:"Aku niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat digabung dengan sholat Isya jamak taqdim karena Allah Taaala."

2. Jamak Takhir

Sementara Jamak Takhir adalah menggabungkan dengan cara meringkas atau mengerjakan 2 sholat fardhu sekaligus di waktu sholat yang terakhir, yaitu:

  • Sholat Dzuhur dan Ashar, dikerjakan saat waktu Ashar.
  • Sholat Maghrib dan Isya’, dikerjakan saat waktu Isya.

Niat Salat Ashar Jamak Takhir dengan Salat Dzuhur

"Ushollii fardhol ashri arba'a roka'aatin majmuu'an ma'al dhuhri jam'a takhiir lillaahi ta'aalaa."

Artinya:"Aku niat sholat fardhu Ashar empat rakaat digabung dengan sholat Dzuhur jamak ta'khir karena Allah Ta'aala."

Niat Salat Isya Jamak Takhir dengan Salat Maghrib

"Ushollii fardhol isya'i arba'a roka'aatin majmuu'an ma'al maghribi jam'a takhiiri lillaahi ta'aalaa."

Artinya:"Aku niat sholat fardhu 'Isya empat rakaat digabung dengan sholat Maghrib jamak ta'khir karena Allah Ta'aala."

(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.