Cara Memilih Sunscreen Berdasarkan Tipe Kulit, Ketahui Jenisnya Terlebih Dahulu
Sunscreen merupakan bagian penting dari strategi perlindungan matahari yang lengkap. Berikut ini adalah panduan dalam cara memilih sunscreen berdasarkan jenis kulit yang Anda miliki dan informasi relevan lainnya yang terkait dengan pentingnya sunscreen bagi kulit.
Menggunakan sunscreen adalah hal yang paling penting dalam rangkaian ritual perawatan kulit. Sunscreen merupakan bagian penting dari strategi perlindungan matahari yang lengkap. Jika digunakan sesuai petunjuk, sunscreen terbukti dapat membantu mengurangi risiko kanker dan pre-kanker kulit.
Penggunaan sunscreen SPF 15 secara teratur setiap hari dapat mengurangi risiko pengembangan karsinoma sel skuamosa (SCC) sekitar 40%, dan menurunkan risiko melanoma hingga 50%. Selain itu, sunscreen juga membantu mencegah penuaan kulit dini akibat sinar matahari, termasuk keriput, kendur dan flek penuaan.
Semua orang wajib menggunakan sunscreen setiap hari ketika akan beraktivitas di luar ruangan. Mulai dari pria, wanita, hingga anak-anak di atas usia 6 bulan. Saat di rumah pun, sebaiknya sunscreen juga tetap digunakan, karena sinar matahari mampu menerobos masuk ke dinding rumah.
Berikut ini adalah panduan dalam cara memilih sunscreen berdasarkan jenis kulit yang dimiliki dan informasi relevan lainnya yang terkait dengan pentingnya sunscreen bagi kulit.
Perhatikan Klaim pada Produk Sunscreen
Pada saat Anda akan membeli sunscreen, pastikan Anda memperhatikan label kemasannya mengandung beberapa klaim di bawah ini, melansir dari cancer.org:
1. Broad spectrum
Klaim pertama yang perlu Anda cari adalah apakah produk sunscreen tersebut memiliki perlindungan yang luas atau broad spectrum. Sunscreen dengan label ini melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Semua produk sunscreen memang melindungi dari sinar UVB, yang merupakan penyebab utama kulit terbakar matahari dan kanker kulit.
Tetapi, sinar UVA juga berkontribusi terhadap kanker kulit dan penuaan dini. Hanya produk yang lulus tes tertentu yang dapat diberi label "broad spectrum" atau berspektrum luas. Produk yang tidak berspektrum luas hanya melindungi kulit dari sengatan matahari, bukan kanker kulit atau penuaan kulit.
2. SPF 30
Klaim yang kedua adalah dengan memastikan sunscreen tersebut memiliki kadar Sun Protection Factor (SPF) 30 atau lebih tinggi. Angka SPF adalah tingkat perlindungan yang diberikan sunscreen terhadap sinar UVB. Angka SPF yang lebih tinggi berarti lebih banyak perlindungan.
Sunscreen berSPF 15 menyaring sekitar 93% sinar UVB, sunscreen dengan SPF 30 menyaring sekitar 97%, sunscreen SPF 50 sekitar 98%, dan SPF 100 sekitar 99%. Tidak ada sunscreen yang melindungi Anda secara 100% dari matahari. Penggunaan sunscreen dengan SPF di bawah 15 hanya dapat melindungi dari sengatan matahari, bukan kanker kulit atau penuaan kulit.
3. Water resistant
Klaim ketiga adalah dengan mencari produk sunscreen yang water resistant atau tahan air. Namun, Anda tidak boleh terkecoh oleh klaim water resistant ini. Karena, meski diklaim demikian, tidak ada sunscreen yang benar-benar tahan air atau tahan keringat, dan produsen sunscreen juga tidak diizinkan untuk mencantumkan klaim ini secara sembarangan pada kemasannya.
Jika label depan produk sunscreen mengklaim bahwa produknya adalah sunscreen yang water resistant atau tahan air, maka produsen harus secara jelas mencantumkan juga berapa lama waktu pertahanannya pada kulit. Misalnya apakah bertahan selama 40 menit atau 80 menit saat berenang atau berkeringat.
Karena untuk hasil terbaik dan maksimal, Anda perlu mengoleskan kembali sunscreen ke kulit setidaknya setiap 2 jam sekali, dan bahkan lebih sering jika Anda sedang berenang atau berkeringat. Sunscreen biasanya akan luruh saat terkena air, jadi reapply atau menggunakannya kembali adalah hal yang perlu.
Jenis-Jenis Sunscreen
The Skin Cancer Foundation menyatakan bahwa sunscreen yang baik adalah sunscreen yang cocok dengan jenis kulit dan memberikan perlindungan yang aman dan efektif. Sunscreen juga harus berspektrum luas dengan SPF 15 atau lebih tinggi. Untuk itu, Anda harus terus mempelajari jenis dan kebutuhan kulit agar dapat menentukan jenis sunscreen apa yang bisa Anda gunakan.
Sunscreen mengandung bahan aktif yang membantu mencegah radiasi UV matahari agar tidak mencapai kulit Anda. Sunscreen umumnya terdiri dari dua jenis yakni physical sunscreen atau sunscreen fisik, dan chemical sunscreen atau sunscreen kimia. Berikut adalah cara kerja dua jenis sunscreen tersebut:
- Physical sunscreen berada di atas kulit dan memantulkan sinar matahari. Mineral titanium dioksida dan seng oksida adalah bahan aktif utama dalam blok fisik. Bahan-bahan tersebut membantu menghalangi dan menyebarkan sinar sebelum menembus kulit Anda.
- Chemical sunscreen menyerap ke dalam kulit dan kemudian menyerap sinar UV, mengubah sinar menjadi panas, dan melepaskannya dari tubuh. Bahan aktif dalam chemical sunscreen adalah avobenzone, octinoxate dan oxybenzone. Bahan-bahan inilah yang membantu menyerap sinar UV sebelum dapat merusak kulit Anda.
Meskipun physical sunscreen memiliki persentase yang lebih rendah dalam hal mengiritasi kulit daripada chemical sunscreen, kedua jenis sunscreen ini tentu sama-sama telah teruji aman dan efektif. Faktanya, banyak produk pelindung matahari yang tersedia saat ini menggabungkan kedua jenis bahan tersebut.
Semua bahan aktif di sunscreen diturunkan secara kimiawi. Beberapa orang mungkin menganggap physical sunscreen lebih "alami" atau bahkan "organik", tetapi sebenarnya sunscreen itu sendiri adalah senyawa mineral anorganik. Sunscreen yang oleh banyak orang disebut "kimiawi" sebenarnya adalah "filter organik UV".
Mengutip Dr. David Harvey, M.D., seorang dokter kulit Piedmot dan ahli bedah Mohs dari piedmont.org, berikut ini adalah pro dan kontra yang paling populer dari kedua jenis sunscreen di atas, yakni bahwa physical sunscreen cenderung:
- Mengurangi iritasi dan lebih cocok untuk kulit sensitif.
- Lebih melembabkan, hingga kadang terasa berat di kulit.
- Sulit untuk sepenuhnya menyatu dengan kulit.
Namun, brand-brand baru sekarang ini telah menawarkan physical sunscreen versi matte dan tinted yang tidak terlalu menimbulkan whitecast, atau warna putih/keabu-abuan pada kulit saat mengaplikasikan produknya dan dapat memberikan tampilan yang halus dan merata pada kulit. Sementara, chemical sunscreen adalah pilihan yang lebih baik jika Anda;
- Sedang berenang dan membutuhkan formulasi produk yang lebih tahan air.
- Berolahragalah atau banyak berkeringat sepanjang hari.
- Ingin sunscreen yang cepat meresap ke dalam kulit.
Cara Memilih Sunscreen Berdasarkan Tipe Kulit
Cara memilih sunscreen yang paling baik agar cocok untuk melindungi kulit dan mengatasi masalah lain yang mungkin Anda alami seperti sifat berminyak, kekeringan, atau tanda-tanda penuaan, adalah dengan memilih produk yang diformulasikan untuk tipe kulit Anda.
Untuk itu, pastikan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya. Anda dapat membaca klaim yang diberikan secara menyeluruh, memahami kandungan-kandungannya, dan mencari review dari pengguna terdahulu. Berikut ini adalah beberapa cara memilih sunscreen dengan tepat berdasarkan tipe kulit Anda, mengutip dari thehealthy.com;
1. Kulit Normal
Memiliki tipe kulit yang normal tentu merupakan anugerah yang patut disyukuri. Tipe kulit ini dapat menggunakan jenis sunscreen baik physical maupun chemical untuk penggunaan sehari-hari. Tsippora Shainhouse, MD., seorang dokter kulit yang berbasis di Beverly Hills menyarankan agar orang dengan tipe kulit ini mencari produk sunscreen berlabel "broad spectrum", yang berarti produk tersebut dapat melindungi dari UVA dan UVB.
Untuk kegiatan sehari-hari seperti keluar masuk kantor, sunscreen berSPF 15 sudah cukup. Tetapi sebaiknya, Anda tetap mencari produk dengan SPF 30+. Cara memilih sunscreen bagi kulit normal adalah dengan memilih chemical sunscreen berbentuk lotion, yang sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari. Namun physical sunscreen mikro juga dapat menjadi pilihan karena mudah diratakan pada sebagian besar jenis kulit.
2. Kulit Berminyak
Jika kulit Anda cenderung berminyak, maka cara memilih suncreen harus dilakukan dengan sangat berhati-hati. Karena, kebanyakan produk sunscreen yang beredar justru membuat tipe kulit yang sudah berminyak tampak lebih berminyak lagi. Kulit berminyak bekerja paling baik dengan sunscreen yang memiliki formula gel atau alkohol atau lotion yang lebih ringan, mengutip kata Dr. Shainhouse.
Tipe kulit ini juga direkomendasikan untuk memilih perlindungan spektrum luas yang menggunakan ensulizol sebagai penyekat UVB, karena paling tidak berminyak. Mineral dapat mengeringkan dan dapat membantu menjaga kulit terlihat lebih matte di siang hari dan membantu mengurangi kilau di siang hari.
3. Kulit Kering
Kebanyakan orang mengasosiasikan kulit kering dengan usia. Padahal orang-orang dari segala usia, terutama yang rentan terhadap eksim atau kulit sensitif dapat mengalami kekeringan pada kulitnya. Namun, untuk semua kelompok usia dan jenis kulit, penggunaan sunscreen tidak dapat dikesampingkan untuk membantu merawat, mengisi, dan meremajakan kulit terutama kulit kering.
Bagi Anda yang memiliki kulit kering, cara memilih sunscreen yang direkomendasikan adalah yang bercampur dengan pelembap. Pelembap sehari-hari yang mengandung sunscreen dapat memberikan kulit emolien yang menenangkan dan melindungi dari matahari. Namun, jika ternyata menggunakan pelembap berSPF saja tidak cukup untuk mengatasi kulit kering, maka Anda harus menggunakan dua produk yang berbeda yakni pelembap yang kental dan juga sunscreen.
4. Kulit Kombinasi
Jika Anda memiliki kulit kombinasi, itu artinya nda memiliki beberapa area tertentu di wajah yang berminyak (yaitu, zona T, dahi, hidung, dan dagu) dan area lainnya cenderung kering. Ketidakmerataan ini tentu membuat penggunaan produk wajah menjadi sebuah tantangan.
Cara memilih sunscreen untuk tipe kulit ini adalah dengan menggunakan produk sunscreen dengan formulasi yang ringan untuk area berminyak dan lembut di area yang kering agar tidak membebani kulit wajah. Seperti misalnya, produk yang meiliki konsistensi di antara serum dan gel.
5. Kulit Berjerawat
Memiliki kulit yang berjerawat tidak berarti Anda boleh menghindari penggunaan sunscreen. Jika kulit Anda rentan berjerawat, tidak menggunakan sunscreen justru akan menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak sebum (minyak) dan mengakibatkan lebih banyak jerawat. Itu sebabnya, direkomendasikan bagi Anda yang memiliki kulit rawan jerawat untuk memilih pelembap dan sunscreen dengan formulasi yang ringan dan berlabel "non-comedogenic", yang berarti tidak akan menyebabkan jerawat.
6. Kulit yang Menua
Semua ahli setuju bahwa produk terbaik yang dapat digunakan pada kulit segala usia (terutama kulit yang menua) adalah sunscreen. Saat kulit menua, bintik-bintik coklat, hiperpigmentasi, dan garis-garis halus serta kerutan dapat muncul dan kulit kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan kelembapan seperti dulu.
Untuk pemilik kulit yang telah lanjut usia, lebih baik menggunakan jenis physical sunscreen berbasis krim spektrum luas yang mengandung seng dan titanium oksida mikro untuk perlindungan dari bercak coklat yang maksimum.
Diketahui bahwa kanker kulit dan penuaan kulit tidak hanya disebabkan oleh sinar ultraviolet UVB dan UVA, tetapi juga sinar infra merah, jadi untuk memaksimalkan perlindungan kanker kulit dan mencegah penuaan kulit, disarankan untuk memilih sunscreen yang juga membantu melindungi dari sinar infra merah.
7. Kulit Gelap
Sunscreen berbahan mineral dapat menimbulkan whitecast atau bercak putih pada tipe kulit yang lebih gelap, membuat kulit malah tampak abi-abu saat pemakaian. Itulah mengapa cara memilih sunscreen bagi tipe kulit ini cenderung lebih menantang. Untuk itu, direkomendasikan bagi pemilik kulit gelap untuk memilih jenis chemical sunscreen karena dapat terlihat lebih alami di kulit. Carilah cakupan yang berspektrum luas dalam bentuk lotion atau krim, tergantung pada kebutuhan kulit.