Bryan Domani Bagikan Pengalaman saat Syuting di Indonesia, Pernah Kesal karena Ini
Bryan Domani mengaku kegelisahannya berkaitan dengan garis keturunan sebagai artis berdarah campuran Jerman. Logatnya yang begitu kental dengan dengan aksen bahasa Inggris membuatnya terbatas dalam memilih peran.
Nama aktor muda Bryan Domani akhir-akhir ini tengah naik daun. Setelah sempat tergabung sebagai anggota boyband cilik Super7, Bryan kini dikenal sebagai aktor layar lebar.
Kegigihannya dalam belajar hal baru berbuah manis saat ini. Terbukti dirinya membantu film Miracle in Cell No.7 mencapai kesuksesan. Kendati sukses bermain film layar lebar, Bryan memiliki keresahan terjun di industri film.
Mengutip dari tayangan Tonight Show, Bryan Domani mengaku kegelisahannya berkaitan dengan garis keturunan sebagai artis berdarah campuran Jerman. Logatnya yang begitu kental dengan dengan aksen bahasa Inggris membuatnya terbatas dalam memilih peran.
Selengkapnya, simak penuturan Bryan Domani yang berhasil dirangkum oleh Merdeka berikut ini.
Kerap Dilihat Hanya Sebagai Bule Berdarah Campuran
©2022 Merdeka.com/instagram brandomani_bd_
Terlahir sebagai orang berdarah campuran dan kerap berkeliling dunia membuat Bryan kesulitan memilih peran di Indonesia. Banyak produser film dan sutradara yang melihatnya sebagai bule hanya karena logatnya kental dengan bahasa Inggris.
Pandangan ini membuat Bryan sempat berusaha memberontak salah satunya di film Miracle in Cell No.7. Ia ingin dipandang sebagai aktor berbakat yang bisa bermain peran apa saja selain hanya peran orang asing. Namun usahanya gagal, gaya bicaranya masih terasa kurang natural.
"Memang aku bule, aku juga gak ngebantah itu juga yang bantu aku (sukses) tapi ya bukan karena itu doang. Soalnya bule banyak kan bukan hanya aku. Dulu aku ngebantah banget, pas karakter di 'Miracle in Cell No.7' aku jadi siapa gitu, awalnya aku coba pakai logat Makassar tapi akhirnya gak boleh, disuruh stay jadi bule aja," bebernya.
Mulai Mencoba Terima Julukan Bule
©2022 Merdeka.com/instagram brandomani_bd_
Seiring berjalannya waktu, Brian kemudian berusaha menerima kondisinya. Terlebih pada akhirnya film yang ia mainkan bisa meraup kesuksesan. Kendati mulai belajar menerima, Bryan tetap menegaskan dirinya bukan sekedar bule biasa.
"Aku awalnya 'aduh gak mau banget', aku gak mau jadi bule terus gitu, tapi akhirnya buat karakter itu akhirnya kebantu lah yaudah. Akhirnya sekarang aku terima kayak 'ya memang aku bule tapi I'm not just a bule'," tandasnya.