LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

BNPT Sebut Musik dan Budaya Bisa Tekan Radikalisme Terorisme, Ini Alasannya

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia menggelar festival musik bertajuk aksi musik anak bangsa “Asik Bang” di Kabupaten Sidoarjo. Musik dan budaya disebut bisa cegah radikalisme terorisme.

2022-09-07 09:02:00
Jatim
Advertisement

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia menggelar festival musik bertajuk aksi musik anak bangsa “Asik Bang” di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Selasa (6/9/2022) malam.

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Drs H. Akhmad Nurwakhid mengungkapkan, musik mampu menurunkan indeks potensi radikalisme dan terorisme.

"Tahun 2019 indeks potensi radikalisme mencapai 38,4 persen menjadi 12,2 persen dan di tahun 2022 semoga bisa turun menjadi 5 persen," tuturnya di Sidoarjo, Selasa (6/9).

Advertisement

Pencegahan

Nurwakhid menjelaskan, musik termasuk salah satu pendekatan pencegahan radikalisme dan terorisme melalui kebijakan pentahelik. 

Advertisement

"Pendekatan pentahelik melibatkan multipihak dari pemerintah, akademika, media, pengusaha dan juga dari komunitas maupun organisasi kemasyarakatan baik keagamaan dan pegiat seni budaya," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Pendekatan pencegahan radikalisme dan terorisme melalui media musik dan budaya dilakukan karena selama ini teroris memiliki karakter antiseni, antibudaya, serta anti terhadap kearifan lokal. 

"Kegiatan ini kerja sama BNPT dengan forum koordinasi pencegahan terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur, kemudian akan berlomba ke tingkat nasional. Mereka wajib menyanyikan lagu wajib 'Salam Indonesia Harmoni'," imbuh Nuwakhid.

Butuh Kolaborasi

©2015 Merdeka.com

Ketua FKPT Jatim, Hesti Armiwulan mengatakan pencegahan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

"Kolaborasi dan sinergi dari berbagai unsur perlu dilakukan, salah satunya organisasi kemasyarakatan," ujarnya.

Dia mengatakan, pencegahan radikalisme terorisme tidak hanya dilakukan melalui dialog atau kegiatan di dalam ruangan saja, tetapi juga bisa dilakukan dalam berbagai kegiatan lain.

"Salah satunya bisa dilakukan kontraradikalisme melalui konten, kata kalimat, juga bisa dilakukan melalui musik lagu dengan narasi sebagai upaya menanggulangi terorisme," pungkasnya.

Adapun Asik Bang di Kabupaten Sidoarjo itu menghadirkan beberapa penyanyi kondang sebagai dewan juri, yakni Oppie Andaresta, Ratna Koin serta Yuris.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.