Belum Lama Bisnis, Perempuan Ngawi Ini Berhasil Jual Gamis dan Hijab ke Luar Negeri
Servantina Bunga, warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tidak pernah menduga jika produknya akan diminati di pasar luar negeri. Ini kisah selengkapnya.
Servantina Bunga, warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tidak pernah menduga jika produknya akan diminati di pasar luar negeri. Produk gamis dan hijabnya sudah memasuki pasar Malaysia, Singapura, dan Filipina.
"Saya enggak menyangka produk anak desa, di kampung Ngawi, sebuah kota kecil, enggak kalah saing ketika di luar negeri," ujar Bunga, dikutip dari Instagram @aboutngawi, Jumat (7/5/2021).
Awal Mulai Bisnis
Bisnis gamis dan hijab yang diberi nama Shahia Hijab dimulainya pada 2018 silam. Motivasinya sederhana, saat itu Bunga merasa kesulitan mencari gamis dan hijab yang cocok untuk anaknya. Dari situ, ia kemudian terdorong untuk membuat gamis dan hijab sendiri.
Bunga menggandeng beberapa penjahit untuk memulai bisnisnya. Sementara itu, ia memasarkan produknya lewat e-commerce yang menyediakan layanan ekspor.
Baca Selera Pasar
Setelah sekitar setahun mengikuti program ekspor, Bunga bisa membaca selera pasar setiap negara. Misalnya, konsumen Filipina menyukai setelan gamis, sementara konsumen Malaysia menyukai baju kurung. Sementara itu, pelanggan di Singapura rata-rata menyukai setiap koleksi terbaru yang dikeluarkan Shahia Hijab.
"Saya harap ke depannya bisa ekspor lebih banyak, lebih go international supaya produk dikenal lebih luas," ujar Bunga.
Membuat Strategi
Di masa pandemi, bisnis gamis dan hijab milik Bunga juga sempat terdampak, penjualannya menurun dibanding hari-hari biasa.
Meski demikian, Bunga tidak tinggal diam. Ia membuat strategi khusus supaya bisnisnya tetap bertahan di tengah pandemi.
Menurutnya, fitur-fitur yang disediakan oleh e-commerce termasuk memberi pendidikan berbisnis bagi penjual harus selalu dimanfaatkan. Selain itu, masa-masa promosi rutin seperti diskon Ramadan atau diskon tiap bulan sebaiknya juga jangan dilewatkan.
"Jangan lewatkan kesempatan pas big sale berlangsung. Pasti banyak traffic pas sale, jadi harus persiapkan stok dan promosi," tutur Bunga.
Ia sendiri merasakan manfaatnya, saat mengikuti promo Ramadan, penjualan brand gamis dan hijab miliknya mengalami kenaikan pendapatan hingga tiga kali lipat.
Kenaikan pendapatan Shahia Hijab membuat Bunga sangat senang, pasalnya baju memang bukan termasuk kebutuhan utama saat kita disarankan lebih banyak di rumah saja.