LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Batik Gentongan Madura, Dibuat dengan Ritual Khusus Bikin Pemakai Tampak Auranya

Batik Gentongan Madura dibuat dengan ritual khusus yang membutuhkan waktu lama. Siapapun yang mengenakan disebut akan tampak auranya.

2021-11-07 11:11:00
Jawa Timur
Advertisement

Pulau Madura, Jawa Timur, memiliki sejumlah kesenian batik yang khas. Salah satu yang istimewa ialah Batik Gentongan.

Jika secara umum, batik dapat diselesaikan dalam waktu sebulan, Batik Gentongan membutuhkan waktu lebih lama yakni sekitar delapan bulan.

Advertisement

Ritual Khusus

Pembuatan Batik Gentongan relatif lebih lama, pasalnya setelah dibatik, kain direndam dalam gentong yang terbuat dari tanah liat. Paling cepat batik direndam dalam gentong selama sehari-semalam, sementara itu paling lama 41 hari disertai ritual khusus.

Proses perendaman di gentong diyakini bisa memunculkan aura kain batik. Bahkan, masyarakat Madura memiliki pantangan khusus di mana perempuan yang tengah menstruasi tidak diperbolehkan melakukan ritual gentongan alias merendam kain batik dalam gentong.

“Batik Tanjung Bumi siapa pun yang pakai pasti akan tampak memiliki aura, karena ada ritual khusus setiap malam Jumat legi,” tutur Toyib, pemilik sebuah toko batik di Kabupaten Bangkalan.

Advertisement

Tidak Sembarang Orang Bisa Membuat

©2021 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Ritual khusus dan kerumitan pembuatan Batik Gentongan menyebabkan tidak sembarang orang sanggup mempelajarinya. Maka, Batik Gentongan menjadi salah satu warisan tradisi istimewa dalam masyarakat Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Khususnya di kalangan masyarakat Desa Telaga Biru dan Sereseh.

Di kalangan masyarakat pribumi, Batik Gentongan juga memiliki nilai eksklusif. Dulu, batik ini tidak diperjualbelikan untuk kepentingan industri, melainkan dibuat untuk digunakan sendiri. Pada upacara pernikahan misalnya, Batik Gentongan menjadi salah satu mas kawin yang wajib diberikan pengantin laki-laki kepada mempelai perempuan.

Kain batik itu dibuat khusus oleh mempelai laki-laki dan keluarganya. Pemberian kain batik Gentongan kepada dimaksudkan untuk meningkatkan kharisma jika nantinya dipakai sang istri. Hingga kini, sebagian masyarakat Bangkalan masih menjaga tradisi tersebut.

Kini Jadi Hantaran

Dahulu, jika ada yang tidak mengikuti adat membuat dan menyerahkan kain batik Gentongan kepada mempelai perempuan, maka akan menjadi omongan tetangga. Pasalnya, dinilai tidak mengikuti adat-istiadat yang sudah turun-temurun di masyarakat.

“Itu kan sudah adat. Kalu dulu dipakai pas naik kowade (pelaminan), sekarang hanya sebagai hantaran dan disimpan. Soalnya mahal. Apalagi sekarang banyak baju pengantin,” ungkap Toyib yang mengaku memiliki dua almari kain batik Gentongan yang ia buat untuk sang istri, dikutip dari terbitan Media Dekranasda Jawa Timur Edisi 9 (November-Desember 2021, hlm. 8-9).

Selain Batik Gentongan, Madura juga memiliki cukup banyak batik khas. Bahkan, batik menjadi salah satu ikon penting Bumi Sakera itu. Berawal dari pekerjaan rumah para perempuan, kini batik Madura sudah merambah pasar internasional. Tidak heran jika berkunjung ke Madura akan banyak ditemui gerai-gerai batik berjajar di sepanjang kiri dan kanan jalan protokol.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.