LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Bacaan Niat Shalat Istikharah Jodoh dan Tata Caranya, Umat Muslim Perlu Tahu

Dalam membuat pilihan dan keputusan mengenai pasangan hidup, tak sedikit manusia yang mengalami keraguan dan membutuhkan kepastian. Dengan shalat istikharah, manusia meminta petunjuk dari Allah SWT perihal kebenaran dan kemantapan hati dalam keputusan pemilihan jodohnya. Berikut bacaan niat shalatnya.

2021-12-21 13:43:00
Shalat Istikharah
Advertisement

Anda perlu mengetahui bacaan niat shalat istikharah jodoh dengan benar sebelum menunaikannya. Dalam agama Islam, shalat istikharah identik dengan shalat sunnah yang ditunaikan saat seorang muslim sedang dihadapkan pada pilihan-pilihan atau keputusan yang sulit.

Shalat istikharah dapat membantu memantapkan hati dalam memilih dan memutuskan, atas bimbingan yang dipinta dari Allah SWT. Shalat sunnah yang satu ini biasanya ditunaikan pada waktu sepertiga malam, layaknya shalat sunnah tahajjud.

BACA JUGA: Bacaan Doa Sholat Istikharah Beserta Niat Dan Tata Caranya

Advertisement

Mengetahui bacaan niat, doa dan tata caranya yang benar adalah perlu untuk menjamin keberlangsungan ibadah shalat istikharah yang khusyu'. Salah satu alasan paling umum dari para umat muslim melaksanakan shalat ini adalah untuk meminta petunjuk mengenai jodoh.

Dalam membuat pilihan dan keputusan mengenai pasangan hidup, tak sedikit manusia yang mengalami keraguan dan membutuhkan kepastian. Dengan shalat istikharah, manusia meminta petunjuk dari Allah SWT perihal kebenaran dan kemantapan hati dalam keputusan pemilihan jodohnya.

Tak ada keraguan dalam diri seoang muslim bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allah Ta’ala. Sebagaimana Allah berfirman;

Advertisement

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. al-Qashash: 68-70).

Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, berikut adalah bacaan niat shalat istikharah beserta tata cara pelaksanaannya yang perlu diketahui sebelum Anda menunaikannya.

Landasan Hukum Shalat Istikharah

Landasan atau dasar hukum shalat istikharah berasal dari hadist sahih yang bersumber dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah r.a. yang berbunyi;

Rasulullah SAW mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara atau urusan yang kami hadapi, sebagaimana Beliau mengajarkan kami suatu surat dari al-Qur’an. Beliau berkata: “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. (HR. al-Bukhari).

Berdasarkan hadits di atas, al-‘Allamah al-Qurthubi rahimahullah mengatakan bahwa “sebagian ulama menjelaskan: tidak sepantasnya bagi orang yang ingin menjalankan di antara urusan dunianya sampai ia meminta pada Allah pilihan dalam urusannya tersebut yaitu dengan melaksanakan shalat istikharah. Jadi, shalat istikharah adalah salah satu amalan yang biasa dilakukan oleh seorang muslim setiap akan melakukan suatu urusan.

Meski begitu, para ulama telah sepakat menyatakan bahwa shalat istikharah tidak termasuk amalan wajib (fardlu), melainkan dianjurkan (mustahab/sunah). Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib”.

Selain itu, pendapat ini juga didasarkan pada jawaban Rasulullah SAW ketika seorang laki-laki bertanya tentang Islam. Beliau SAW menjawab, “Shalat lima waktu sehari semalam”.

Lalu ia tanyakan pada Nabi SAW, “Apakah aku memiliki kewajiban shalat lainnya?”

Nabi SAW pun menjawab: “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin menambah dengan shalat sunah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat Shalat Istikharah Jodoh dan Tata Caranya

Seperti shalat pada umumnya, shalat istikharah juga diawali dengan pembacaan niat shalat yang diucapkan di dalam hati.Berikut ini bacaan niat shalat istikharah jodoh;

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

"Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala."

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Dalam Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa shalat istikharah boleh berupa shalat sunah apa saja. Baik shalat sunah rawatib, shalat sunah tahiyatul masjid, maupun shalat sunah lainnya.

Sementara itu, menurut Syaikh Wahbah disunnahkan untuk membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama. Setelah itu membaca surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua. Berikut tata cara shalat istikharah jodoh secara umum:

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al Fatihah
  12. Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Ikhlas
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam

Bacaan Doa Shalat Istikharah

Perbedaan shalat istikharah dengan shalat pada umumnya terletak pada bacaan doa setelah selesai shalat. Bacaan doa istikharah terdiri dari dua macam, yang pertama adalah;

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ*) خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ*) شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِ

“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra*) khairan lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra*) syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khaira haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih”

“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini *) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini *) buruk untukku, agamaku dan jalan hidupkku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada, dan ridhailah aku dengan kebaikan."

Sementara, bacaan doa istikharah yang kedua pada dasarnya sama dengan yang pertama, hanya saja ada beberapa kalimat yang berbeda, yaitu kalimat [دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى] diganti dengan [عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ]. Dengan demikian, teks lengkapnya adalah sebagai berikut;

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ*) خَيْرٌ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ *)شَرٌّ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra*) khairan lii fii ‘aajili amrii wa aajilih faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra *) syarrun lii fii ‘aajili amrii wa aajilih, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khaira haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih.

“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini *) baik untukku di waktu dekat atau di masa nanti, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini *) buruk untukku, di waktu dekat atau di masa nanti, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan”.

*) Diisi dengan urusan atau masalah yang sedang dihadapi.

(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.