LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Bacaan Doa Setelah Takbiratul Ihram, Pelajari Selengkapnya

Saat melaksanakan salat, terdapat bacaan doa setelah takbiratul ihram yang harus dibaca. Doa setelah takbiratul ihram ini dikenal sebagai doa iftitah. Takbiratul ihram sendiri adalah rukun salat yang wajib dilakukan, karena hal ini mengawali segala gerakan dalam salat. Ini selengkapnya.

2022-04-22 08:46:00
Kumpulan Doa-Doa
Advertisement

Saat melaksanakan salat, terdapat bacaan doa setelah takbiratul ihram yang harus dibaca. Doa setelah takbiratul ihram ini dikenal sebagai doa iftitah. Takbiratul ihram sendiri adalah rukun salat yang wajib dilakukan, karena hal ini mengawali segala gerakan dalam salat.

Saat mengumandangkan takbiratul ihram, Anda dilarang untuk berbicara, makan, minum, dan sebagainya karena Anda diharuskan untuk fokus melaksanakan salat. Untuk itulah hal ini dinamakan takbiratul ihram, atau takbir yang mengharamkan (hal-hal yang dapat membatalkan salat).

Baca juga: Bacaan Takbiratul Ihram Dan Iftitah Bahasa Arab Latin Beserta Artinya

Advertisement

Dalam hadist riwayat Al-Bukharino: 6251 dan Imam Muslim no: 397, dari Abu Hurairoh Rasulullah SAW bersabda;“Jika kamu berdiri sholat, maka sempurnakanlah wudhu kemudian menghadaplah ke Kiblat, kemudian bertakbirlah.”Urutan selanjutnya dalam salat setelah takbiratul ihram adalah doa iftitah.

Bagaimana bunyi doa setelah takbiratul ihram yang disebut dengan doa iftitah ini? Berikut bacaan lengkap disertai artinya yang wajib Anda ketahui sebagai umat Islam.

Advertisement

Takbiratul Ihram dalam Salat

Takbiratul Ihram adalah takbir yang diucapkan pertama kali di awal ketika hendak salat. Takbir ini hukumnya wajib, dan tidak akan sah salat seseorang jika tidak mengucapkan Takbiratul Ihram diawalnya.

Dalam salat, ada takbir lain yang patut diketahui. Takbir lainnya seperti ketika hendak ruku’ dan sujud disebut dengan Takbir Intiqal. Dan Takbir Intiqal ini hukumnya sunnah. Bukan sebuah kewajiban yang harus diucapkan.

Mengutip Muhammad Ajib, Lc., MA dalam buku Dalil Shahih Sifat Shalat Nabi Ala Madzhab Syafi’iy, dalam masalah Takbiratul Ihram, Madzhab Syafi’iy menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim: 

"Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu mengenai orang yang salatnya dianggap buruk, bahwa Nabi SAW besabda kepadanya: Jika kamu hendak salat maka berwudhulah dengan sempurna, kemudian menghadaplah ke kiblat dan kemudian bertakbirlah." (HR. Bukhari & Muslim).

Madzhab Syafi’iy juga menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan AtTirmidzi:

"Dari sahabat Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: Kunci shalat adalah wudhu, dan permulaan shalat adalah takbir, serta akhir shalat adalah mengucapkan salam." (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi).

Bacaan takbiratul ihram itu sendiri adalah sebagai berikut;

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

Doa Setelah Takbiratul Ihram

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bacaan doa setelah takbiratul ihram adalah doa iftitah. Iftitah atau doa tsana’, adalah istilah yang menunjuk satu makna yaitu dzikir yang dibaca sebagai pembuka shalat yang biasanya dibaca setelah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca ta’awwudz dan surat Al-Fatihah.

Doa iftitah dibaca baik saat melasanakan salat sendirian, berjamaah, menjadi imam, ataupun menjadi makmum. Mayoritas ulama menilai bahwa membaca doa Iftitah hukumnya sunnah. Berikut banyak riwayat yang menyebutkan redaksi doa iftitah.

Dalil pertama berbunyi; "Dari sahabat Ali Radhiyallahu anhu berkata: Nabi SAW ketika berdiri untuk salat mengucapkan: Wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samawati wal ardho hanifan musliman wama ana minal musyrikin. Inna sholati wanusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil aalamin, la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiin." (HR. Muslim).

Dalil kedua adalah; "Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: Nabi SAW ketika memulai salatnya berhenti sejenak membaca: Allahumma ba’id baini wa baina khotoyaya kama ba’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini minal khotoya kama yunaqqots tsaubul abyadhu minaddanas. Allahummaghsil khotoyaya bilma’i watstsalji wal barodi." (HR. Bukhari & Muslim).

Sementara, dalil ketiga berbunyi; "Dari sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma berkata: ketika kami salat bersama Nabi SAW tiba tiba ada seseorang membaca: Allahu akbar kabiro wal hamdulillahi katsiro wa Subhanallahi bukrotaw wa ashila. Kemudian Nabi setelah salam bertanya: siapa tadi yang mengucapkan kalimat itu? Kemudian berdiri seseorang dan berkata: saya ya Rasulullah. Nabi bersabda: Saya takjub dengan kalimat tersebut karena pintu-pintu surga terbuka karenanya." (HR. Muslim).

Bacaan Doa Iftitah

Berikut ini adalah bacaan doa setelah takbiratul ihram atau doa iftitah yang lengkap beserta artinya yang dibaca ketika salat. Doa iftitah ini terbagi menjadi 3 bagian.

  • Doa Iftitah Pertama

"Alloohumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi. Alloohumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Alloohummaghsil khothooyaaya bil maa’i wats tsalji wal barod"

Artinya: "Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Duhai Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun", (HR Bukhari dan Muslim). 

  • Doa Iftitah Kedua

"Alloohu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiiroo wasubhaanalloohi bukrotaw wa-ashiilaa."

Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang", (HR Muslim). 

  • Doa Iftitah Ketiga

"Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin." 

Artinya: "Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri", (HR Ibnu Majah).

(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.