Antisipasi Kekeringan, Puluhan Desa di Pamekasan Lakukan Cara Ini
Sebanyak 43 desa di 9 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur melakukan hal ini untuk mengatasi kekeringan dan kemungkinan kurangnya air bersih di musim kemarau.
Sebanyak 43 desa di 9 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur melakukan pengeboran sebagai upaya mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih saat kemarau. Dikutip dari Antara (17/9/2020), pengeboran tersebut dilakukan dengan menggunakan dana desa (DD).
Dari 43 desa, beberapa di antaranya memanfaatkan dana desa untuk pengeboran yaitu lima desa di Kecamatan Kadur, meliputi Desa Pamoroh, Sokalelah, Desa Gagah, Kertagenah Laok, dan Kertagenah Daya. Sebagaimana penjelasan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Ach Faisol.
Faisol mengaku, pihaknya mengapresiasi kebijakan pemerintah desa yang mengalokasikan sebagian dana desa untuk melakukan pengeboran. Melalui kebijakan tersebut, pihaknya tidak perlu khawatir warga desa akan kekurangan air bersih di musim kemarau seperti saat ini.
Penuhi Kebutuhan Air Bersih
©shutterstock.com/Mariyana Misaleva
"Di lima desa di Kecamatan Kadur ini, ada 15 titik yang telah dilakukan pengeboran dan tahun ini telah terealisasi, sehingga masyarakat merasa senang dan tidak lagi kekurangan air bersih," ujar Faisol.
Dari 15 titik sumur bor di 15 dusun yang tersebar di 5 desa di Kecamatan Kadur itu, sebanyak 827 kepala keluarga (KK) terpenuhi kebutuhan air bersihnya. "Jadi, per dusun, satu sumur bor," lanjutnya.
Apresiasi diberikan kepada pemerintah desa yang mengalokasikan dana khusus untuk pengeboran sumur. Melalui cara itu, kebutuhan air bersih warga akan terpenuhi, dan mereka tidak khawatir lagi akan kekurangan air bersih di musim kemarau seperti sekarang.
Perlu Direncanakan Sejak Awal
©2019 Merdeka.com
Faisol melanjutkan, penggunaan dana untuk pengeboran sumur memang harus sudah direncanakan di awal penyusunan penggunaan anggaran dana desa.
"Karena di sana ada prosedurnya, ada perencanaan sebelumnya, sehingga jika semuanya sudah dilakukan, boleh untuk menggunakan dana desa tersebut untuk kebutuhan pengeboran air bersih," jelasnya
Selama ini, dalam rangka mengupayakan kebutuhan air bersih di desa-desa, pihaknya memberikan arahan kepada pemerintah desa supaya mengalokasikan dana desa untuk pengadaan sumur bor.
Selain untuk kesejahteraan masyarakat dan warga desa yang kekurangan air bersih, juga dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih di desa-desa terdampak kemarau.
"Itu kami lakukan, bagaimana mendorong pemdes agar menganggarkan pengadaan sumur bor melalui anggaran pendapatan dan belanja desa, sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi melalui penganggaran tersebut," papar Kepala PMD itu.
Program Bantuan
shutterstock
Total jumlah titik sumur bor yang dilakukan pengeboran yang bersumber dari anggaran pemerintah hingga saat ini sebanyak 143 titik. Tersebar di 43 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
"Dari 143 titik tersebut terdapat 101 titik yang sudah terealisasi, dan ada 42 titik masih dikerjakan. Yang belum masih berjalan ini karena masih menunggu pencairan dana desa tahap tiga, dan ada pula karena aksesorisnya yang belum selesai," ungkap Faisol.
Program bantuan sumur bor ke desa-desa yang rawan kekeringan merupakan program dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, dan program ini dilaksanakan di wilayah pedesaan dan pinggiran kota.
Sementara itu, pengeboran air bersih yang telah dan sedang berjalan di 143 titik di Kabupaten Pamekasan hingga 2020 ini merupakan program bantuan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat, daerah dan desa melalui dana desa.
Sebelumnya Pemkab Pamekasan merencanakan memberikan bantuan armada tangki di beberapa desa yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih. Namun dalam perkembangannya, kebijakan itu diubah, yakni dengan memberikan bantuan sumur bor karena dinilai lebih efektif.
Pasalnya bantuan sumur bor serta upaya mendorong desa-desa agar memanfaatkan sebagian dana desa untuk pengeboran air bersih juga akan berdampak pada peningkatan produksi pertanian.
Berkat program bantuan sumur bor tersebut, kini jumlah desa yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih di Pamekasan berkurang dari sebelumnya 82 desa di 325 dusun, pada musim kemarau ini hanya di 77 desa, di 311 dusun.