LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Anggap Tanah Barang Mewah, Warga Surabaya Ramai Keluhkan Ini

Pertumbuhan Kota Surabaya yang semakin cepat membuat tanah menjadi harta berharga bagi masyarakat. Namun, persoalan tanah di Kota Surabaya juga semakin pelik. Banyak warga mengeluh soal ini.

2023-05-19 08:11:00
Jawa Timur
Advertisement

Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya menerima banyak keluhan dari masyarakat setempat terkait persoalan tanah. Hal ini diungkap oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Armuji.

Warga Kota Pahlawan mengeluhkan prosedur pengurusan dokumen terkait tanah yang dipersulit. Tak bisa mendapat solusi di tingkat kelurahan, warga pun beramai-ramai mengadu ke Wawali Kota Surabaya.

"Permasalahan tanah, khususnya untuk meminta keterangan petok tanah seharusnya dapat diselesaikan di tingkat kelurahan," terang Armuji di Surabaya, Kamis (18/5/2023).

Advertisement

Kepemilikan Tanah

Pria yang akrab disapa Cak Ji itu mengungkapkan, banyak warga mendatangi Rumah Aspirasi Wawali Kota Surabaya mengeluhkan persoalan tanah. 

Merespons keluhan tersebut, Cak Ji mengaku belum lama ini mengunjungi wilayah Keputih Utara persil 99 untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait persoalan tanah. Dia mencocokkan data kepemilikan tanah dengan kretek yang ada di kelurahan.

Advertisement

"Tinggal dicocokkan saja dijawab sesuai atau tidaknya, sehingga ada kepastian dan tidak terkesan di ping pong. Kehadiran warga di Kelurahan maupun kecamatan harus keluar membawa solusi," tegas Cak Ji, dikutip dari Antara.

 

Warga Butuh Solusi

©2023 Merdeka.com/INFOPOL TV Streaming

Menurut Cak Ji, di tengah pertumbuhan Kota Surabaya yang semakin cepat, semakin banyak warga yang mengeluhkan permasalahan tanah. Hal yang paling sering dikeluhkan yakni terkait kejelasan status tanah hingga batas kepemilikan tanah antartetangga.

"Tanah menjadi barang mewah di Surabaya sehingga ini juga rentan terjadi gesekan horizontal sesama masyarakat," terangnya.

Ruang-ruang rapat kelurahan diharapkan dapat menjadi sarana menemukan solusi atas permasalahan warga. Para perangkat desa harus tegas bertindak sebagai pelayan masyarakat dengan tetap mematuhi peraturan yang ada. 

"Warga membutuhkan solusi ya harus diberi," pungkas Cak Ji.

 
(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.