7 Kata-Kata Cinta Puitis dan Romantis dari Penulis Asal Jawa Timur
Sudah sepatutnya kita menjadi sosok romantis baik bagi kekasih, teman, orang tua, saudara, dan tetangga kita. Merdeka menghimpun 7 kata-kata cinta puitis dan romantis yang bisa kamu jadikan rujukan untuk disampaikan kepada orang-orang terkasih.
Hari valentine atau yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang jatuh kemarin, Jumat, 14 Februari 2020. Sayang sekali kalau hari kasih sayang hanya diperingati satu hari saja dalam setahun. Orang-orang bijak mengatakan bahwa setiap hari ialah hari kasih sayang.
Lebih atau kurang, setiap hari memang perlu dijalani dengan penuh kasih sayang. Salah satu ekspresi kasih sayang itu bisa diwakili dengan kata-kata cinta. Sudah sepatutnya kita menjadi sosok romantis baik bagi kekasih, teman, orang tua, saudara, dan tetangga kita. Merdeka menghimpun 7 kata-kata cinta puitis dan romantis yang bisa kamu jadikan rujukan untuk disampaikan kepada orang-orang terkasih.
Kalau malu mengatakannya secara langsung, bisa memanfaatkan media sosialmu untuk mengekspresikan kata-kata cinta berikut ini. Misalnya dengan memposting foto bersama orang-orang terkasih dan mencantumkan kata-kata cinta di dalam caption. Atau bisa juga mengirim kata-kata ini melalui pesan whatsapp dan aplikasi bertukar pesan lainnya.
Puisi "Ibu" Karya D. Zawawi Imron
2018 Merdeka.com/Arie Basuki
Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir.
Kalimat Cinta Sujiwo Tejo
2020 Merdeka.com/fimela.com
Bendera yang paling memanggilku pulang adalah kibar rambutmu di atas bukit, Kekasih, yang bersedekap sepanjang musim.
Puisi "Permaisuri Malamku" Karya M. Faizi
2020 Merdeka.com/pexels.com
kerdip matamu
ribuan bintang, jumpalitan dalam sekejap
dan aku segera menghitung nasib
memang benar, kita tidak bisa bersama
bagiku ruang, bagimu waktu
kujulurkan jemari
menangkap dengan tangkup
berdebar dalam takut
Kutipan Cerpen "Sonata Musim Kelima" Karya Lan Fang
2014 Merdeka.com/shutterstock.com/merzzie
Jadilah kita sepasang kekasih yang diam-diam saja di sini. Seperti penulis tuli yang jatuh cinta pada pianis buta. Memang tidak perlu ke mana-mana, bukan? Bukankah kau selalu mendengarkanku seperti aku setia menyaksikanmu?
Puisi "Anak" Karya Mardi Luhung
2020 Merdeka.com/Mailone
Lahir dari endapan cahaya
terpancar dari perairan dalam tulang
anak adalah batu-batu terusan
yang akan menimbun atau membangun
balik apa yang tertinggal
Puisi "Pelajaran Mendaki, 3" Karya Stebby Julionatan
2016 Merdeka.com/didi syafirdi
Selagi kau mendaki, selagi bersama, nikmatilah kebersamaan itu. Meski kadang kau merasa frustasi pada ujung pengembaraan persahabatan kalian yang tak kunjung terlihat itu yang berakhir pada pernikahan atau perpisahan. Yang seperti kubilang, pendakian bukanlah soal menaklukkan puncak, tapi ego. Tahu kapan harus berhenti, pulang, atau kembali melanjutkan perjalanan bersama kalian.
Puisi "Udara" Karya Abdul Wachid B.S.
2020 Merdeka.com/pxhere.com
cinta mengenali dirimu
seirama tarikan napas
ketenangan yang sempurna
udara bersama cahaya
memenuhi jiwa