LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

7 Kata-Kata Cinta Puitis dan Romantis dari Penulis Asal Jawa Timur

Sudah sepatutnya kita menjadi sosok romantis baik bagi kekasih, teman, orang tua, saudara, dan tetangga kita. Merdeka menghimpun 7 kata-kata cinta puitis dan romantis yang bisa kamu jadikan rujukan untuk disampaikan kepada orang-orang terkasih.

2020-02-15 18:00:00
Jawa Timur
Advertisement

Hari valentine atau yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang jatuh kemarin, Jumat, 14 Februari 2020. Sayang sekali kalau hari kasih sayang hanya diperingati satu hari saja dalam setahun. Orang-orang bijak mengatakan bahwa setiap hari ialah hari kasih sayang.

Lebih atau kurang, setiap hari memang perlu dijalani dengan penuh kasih sayang. Salah satu ekspresi kasih sayang itu bisa diwakili dengan kata-kata cinta. Sudah sepatutnya kita menjadi sosok romantis baik bagi kekasih, teman, orang tua, saudara, dan tetangga kita. Merdeka menghimpun 7 kata-kata cinta puitis dan romantis yang bisa kamu jadikan rujukan untuk disampaikan kepada orang-orang terkasih.

Kalau malu mengatakannya secara langsung, bisa memanfaatkan media sosialmu untuk mengekspresikan kata-kata cinta berikut ini. Misalnya dengan memposting foto bersama orang-orang terkasih dan mencantumkan kata-kata cinta di dalam caption. Atau bisa juga mengirim kata-kata ini melalui pesan whatsapp dan aplikasi bertukar pesan lainnya.

Advertisement

Puisi "Ibu" Karya D. Zawawi Imron

2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Advertisement


Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir.

Kalimat Cinta Sujiwo Tejo

2020 Merdeka.com/fimela.com

Bendera yang paling memanggilku pulang adalah kibar rambutmu di atas bukit, Kekasih, yang bersedekap sepanjang musim.

Puisi "Permaisuri Malamku" Karya M. Faizi

2020 Merdeka.com/pexels.com

kerdip matamu

ribuan bintang, jumpalitan dalam sekejap

dan aku segera menghitung nasib

memang benar, kita tidak bisa bersama

bagiku ruang, bagimu waktu

kujulurkan jemari

menangkap dengan tangkup

berdebar dalam takut

Kutipan Cerpen "Sonata Musim Kelima" Karya Lan Fang

2014 Merdeka.com/shutterstock.com/merzzie

Jadilah kita sepasang kekasih yang diam-diam saja di sini. Seperti penulis tuli yang jatuh cinta pada pianis buta. Memang tidak perlu ke mana-mana, bukan? Bukankah kau selalu mendengarkanku seperti aku setia menyaksikanmu?

Puisi "Anak" Karya Mardi Luhung

2020 Merdeka.com/Mailone

Lahir dari endapan cahaya

terpancar dari perairan dalam tulang

anak adalah batu-batu terusan

yang akan menimbun atau membangun

balik apa yang tertinggal

Puisi "Pelajaran Mendaki, 3" Karya Stebby Julionatan

2016 Merdeka.com/didi syafirdi

Selagi kau mendaki, selagi bersama, nikmatilah kebersamaan itu. Meski kadang kau merasa frustasi pada ujung pengembaraan persahabatan kalian yang tak kunjung terlihat itu yang berakhir pada pernikahan atau perpisahan. Yang seperti kubilang, pendakian bukanlah soal menaklukkan puncak, tapi ego. Tahu kapan harus berhenti, pulang, atau kembali melanjutkan perjalanan bersama kalian.

Puisi "Udara" Karya Abdul Wachid B.S.

2020 Merdeka.com/pxhere.com

cinta mengenali dirimu

seirama tarikan napas

ketenangan yang sempurna

udara bersama cahaya

memenuhi jiwa

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.