LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

7 Fakta Amblesnya Jalan Nasional di Jember, Ditetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Berikut fakta mengenai amblesnya Jalan Sultan Agung yang merupakan ruas jalan nasional. Pemerintah Kabupaten Jember bahkan menetapkan amblesnya ruas jalan nasional ini sebagai bencana darurat.

2020-03-03 13:31:00
Jawa Timur
Advertisement

Bencana alam terus mengintai sejumlah daerah termasuk Jawa Timur. Kepala BMKG, Dwikorita mengimbau supaya Jawa Timur menaikkan taraf mitigasi bencana mengingat provinsi ini termasuk daerah yang rawan bencana. Banjir, tanah longsor, aktivitas gunung berapi, dan sejumlah bencana lain memang karib dengan Jawa Timur.

Merdeka.com menghimpun sejumlah fakta mengenai amblesnya Jalan Sultan Agung yang merupakan ruas jalan nasional. Pemerintah Kabupaten Jember bahkan menetapkan amblesnya ruas jalan nasional ini sebagai bencana darurat.

Advertisement

Ruas Jalan Nasional

2020 Merdeka.com/antaranews.com

Jalan Sultan Agung di Jember merupakan ruas jalan nasional. Pada Senin (2/3) pukul 04.00 WIB jalan ini ambles dengan panjang sekitar 94 meter dan lebar 10 meter. Sebelumnya, jalanan ini sudah mengalami retakan dan penurunan tanah. Hal itu lantaran curah hujan tinggi yang terus-menerus mengguyur kawasan ini selama beberapa pekan terakhir.

Advertisement

Berstatus Darurat Bencana

Di hari yang sama dengan amblesnya ruas jalan Sultan Agung, Bupati Jember, Faida menetapkan amblesnya jalan nasional tersebut dengan status siaga darurat bencana. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat koordinasi terkait penanganan amblesnya ruas jalan Sultan Agung. Pasalnya, kawasan jalan Sultan Agung menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

"Kami tetapkan siaga darurat bencana untuk amblesnya Jalan Sultan Agung sehingga dapat memperpendek jalur koordinasi untuk penanganannya dan mempercepat langkah-langkah kebencanaannya," kata Bupati Jember Faida di Pendapa Wahyawibawagraha Jember usai rapat koordinasi mengenai penanganan dampak jalan ambles

Tidak Ada Korban Jiwa

Dilansir dari Antara.com, meskipun berstatus tanggap darurat bencana, amblesnya ruas jalan nasional Sultan Agung dan amburknya sejumlah ruko ke badan sungai Jompo di Jember tidak menelan korban jiwa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo pada Senin (2/3).

10 Ruko Ambruk ke Sungai

2020 Merdeka.com/antaranews.com

Amblesnya ruas jalan Sultan Agung di Jember menyebabkan 10 ruko ambruk ke badan sungai Jompo. Sebelumnya, keamanan ruko-ruko di kawasan ini memang sudah mendapat perhatian khusus dari pemerintah kabupaten. Dari total 31 ruko yang ada, masih ada 21 ruko yang berdiri dan akan dirobohkan dengan alasan keamanan.

21 Ruko Akan Dirobohkan

Istimewa

Sebanyak 21 ruko yang tersisa di bantaran sungai Jompo akan dirobohkan ke jalan raya. Hal ini dilakukan untuk menghindari robohnya ruko ke badan sungai.

Dikhawatirkan material dari ruko yang roboh akan menyebabkan sungai Jompo meluap dan menyebabkan banjir. Selain itu, pilihan untuk merobohkan ruko ke jalan raya juga untuk menghindarkan pemukiman-pemukiman warga yang berada di dataran lebih rendah dari ancaman bahaya.

Bantuan Alat Berat dari Pusat

Untuk mengevakuasi material reruntuhan jalan dan bangunan, sejumlah alat berat dioperasikan. Ada tiga unit eskavator untuk mengevakuasi reruntuhan ruko, breaker, drumtruck, serta crane. Seluruh alat berat yang ada masih akan ditambah dengan alat berat dari pemerintah pusat.

Kementerian PUPR rencananya akan mengirim breaker dan crane untuk membantu evakuasi material reruntuhan ruko yang ambruk. Bantuan alat berat ini diharapkan bisa mempermudah material reruntuhan diangkat ke atas.

Penanganan Fisik Akan Dilaksanakan Juli 2020

2020 Merdeka.com/antaranews.com

Terkait dengan bencana amblesnya ruas jalan nasional Sultan Agung, gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa menyampaikan rencana penanganannya. Rencana penanganan permanen ruas jalan nasional itu diperkirakan akan dikerjakan pada Juli 2020.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII telah menganggarkan pekerjaan jalan nasional tersebut dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2020. Menurut penjelasan Khofifah, saat ini perencanaan pembangunan ruas jalan nasional itu memasuki tahap Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.