LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

6 Penyebab Keputihan Gatal dan Cara Mengatasinya, Tak Boleh Disepelekan

Keputihan adalah hal yang normal dialami oleh wanita. Kelenjar di dalam vagina dan leher rahim menghasilkan sedikit cairan. Namun, rasa gatal yang menyertai keputihan tentu akan sangat mengganggu aktivitas keseharian Anda. Lantas, apa saja penyebab keputihan gatal yang menyerang tersebut? Berikut ulasannya.

2021-02-04 19:31:00
Ragam
Advertisement

Keputihan adalah hal yang normal dialami oleh wanita. Kelenjar di dalam vagina dan leher rahim menghasilkan sedikit cairan. Cairan ini mengalir keluar dari vagina setiap hari, membawa sel-sel tua yang telah melapisi vagina. Keputihan adalah fenomena kesehatan yang benar-benar normal. Inilah cara tubuh Anda dalam menjaga vagina tetap sehat dan bersih.

Keputihan biasanya keluar dalam bentuk cairan bening atau kental seperti susu dan tidak berbau. Warna dan ketebalan cairan dapat berubah sesuai dengan siklus menstruasi bulanan Anda. Keputihan akan berbentuk lebih kental saat Anda berovulasi (saat salah satu ovarium melepaskan sel telur), saat menyusui, atau saat terangsang secara seksual.

Perubahan yang mungkin menandakan adanya masalah dalam kesehatan reproduksi Anda adalah peningkatan jumlah cairan, perubahan warna atau bau cairan, dan iritasi, gatal, atau rasa terbakar di dalam atau di sekitar vagina. Kondisi ini disebut vaginitis.

Advertisement

Rasa gatal yang menyertai keputihan tentu akan sangat mengganggu aktivitas keseharian Anda. Lantas, apa saja penyebab keputihan gatal yang menyerang tersebut? Berikut ulasannya, yang dikutip dari webmd.com.

1. Bakteri Vaginosis

Penyebab keputihan gatal pada wanita yang pertama adalah karena bakteri vaginosis. Adalah hal yang normal untuk memiliki campuran bakteri yang sehat di dalam vagina. Tetapi, jika bakteri yang salah tumbuh di vagina, hal tersebut dapat menyebabkan infeksi. Selain gatal, gejala lain yang menyertai vaginosis bakterial adalah peradangan, rasa terbakar, keluarnya cairan, dan bau amis yang tidak sedap.

Advertisement

2. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyebab keputihan gatal pada wanita yang kedua adalah karena terjangkit penyakit menular seksual atau PMS. Klamidia, herpes kelamin, kutil kelamin, trikomoniasis, gonore dan organisme lain adalah jenis-jenis penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan gatal dan iritasi pada vagina/vulva serta gejala lainnya.

3. Infeksi Jamur (Kandidiasis Vagina)

Penyebab keputihan gatal pada wanita yang ketiga adalah karena infeksi jamur atau kandidiasis vagina. Sekitar tiga dari empat wanita mengalami infeksi jamur di beberapa titik dalam hidupnya. Infeksi jamur terjadi ketika jamur atau candida tumbuh secara berlebihan di vagina dan vulva. Kehamilan, hubungan seksual, antibiotik, dan sistem kekebalan yang lemah juga dapat membuat wanita lebih mungkin terkena infeksi jamur. Selain gatal dan iritasi, infeksi jamur akan menghasilkan cairan yang kental, berwarna putih, dan seperti keju.

4. Menopause

Penyebab keputihan gatal pada wanita yang keempat adalah karena menopause. Penurunan produksi estrogen yang terjadi pada akhir tahun reproduksi wanita dapat menyebabkan dinding vagina menipis dan mengering. Ini bisa menyebabkan gatal dan iritasi. Penipisan dinding vagina juga menjadi masalah pada beberapa wanita yang menyusui.

5. Iritasi Kimiawi

Penyebab keputihan gatal pada wanita yang kelima adalah karena adanya iritasi kimiawi. Sejumlah zat kimia, termasuk krim, douche, kondom, busa kontrasepsi, deterjen laundry, sabun, tisu toilet beraroma, dan pelembut kain dapat mengiritasi vagina dan vulva. Hal ini dapat menyebabkan keputihan yang Anda alami diserta dengan rasa gatal.

6. Sklerosis Lumut

Penyebab keputihan gatal pada wanita yang keenam adalah karena sklerosis lumut. Ini adalah suatu kondisi medis langka yang menyebabkan bercak putih tipis terbentuk di kulit, terutama di sekitar vulva. Bercak ini dapat melukai area vagina secara permanen. Wanita pascamenopause paling mungkin mengembangkan kondisi ini.

(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.