3 Kabar Terbaru Gunung Semeru, Warga Diminta Tetap Waspada
Berdasarkan laporan pos pantau Gunung Semeru pada periode pengamatan Minggu pukul 00.00 - 06.00 WIB terdengar tiga kali suara letusan atau gemuruh. Ini 3 kabar terbaru Gunung Semeru.
Gempa letusan masih terjadi di Gunung Semeru. Berdasarkan laporan pos pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur yang diterima PVMBG pada periode pengamatan Minggu pukul 00.00 - 06.00 WIB, terdengar tiga kali suara letusan atau gemuruh.
"Untuk aktivitas kegempaan Gunung Semeru terekam sebanyak delapan kali gempa letusan dengan amplitudo 11-21 mm," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan, mengutip dari ANTARA, Minggu (17/1/2021).
Gempa Letusan
©2021 Merdeka.com/Instagram @khofifah.ip
Dalam periode pengamatan tersebut, terjadi gempa guguran sebanyak satu kali dengan amplitudo 3 mm. Selain itu, terjadi embusan sebanyak tiga kali dan gempa tremor harmonik sebanyak tiga kali. Secara visual, Gunung Semeru dominan tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati.
Selanjutnya, terekam gempa letusan sebanyak satu kali dengan amplitudo 15 mm. Gempa embusan sebanyak tujuh kali dengan amplitudo 3-6 mm dan dua kali gempa tremor harmonik.
"Secara visual letusan, hembusan, dan asap tidak teramati karena gunung tertutup kabut," terangnya.
Warga Diminta Waspada
©2021 Merdeka.com/Instagram @khofifah.ip
Berdasarkan keterangan Hendra, status Gunung Semeru pada level II atau waspada. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi PVMBG.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 4 kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara," ujarnya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Radius dan jarak rekomendasi itu akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," imbuhnya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas pasalnya saat ini suhunya masih tinggi. "Yang juga perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan," kata Hendra.
Kemudian, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yg berhulu di Gunung Semeru, pasalnya kini sudah banyak material vulkanik yang terbentuk.
Imbauan Ketua DPD RI
©2019 Liputan6.com/Johan Tallo
Sementara itu, Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) cepat memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat sekitar Gunung Semeru.
"BNPB harus cepat tanggap terhadap informasi kebencanaan atau early warning system yang harus diterima masyarakat untuk meminimalisasi dampak erupsi," ujar La Nyalla dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Minggu (17/1/2021).
Ia meminta pihak-pihak terkait selalu siaga jika sewaktu-waktu bencana tiba. Salah satunya dengan menyiapkan posko pengungsian jika terpaksa masyarakat harus dievakuasi.
"Situasinya harus tanggap bencana. Saya meminta kepada BNPB, Tagana, pemda dan stakeholder terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan skenario terbaik jika sewaktu-waktu bencana datang," imbuh mantan Ketua Kadin Jatim ini.