LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

3 Fakta UKM di Tulungagung Sumbangkan 10.000 APD untuk Tenaga Medis

Usaha Kecil Menengah (UKM) konveksi di Tulungagung membuat 10.000 Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis. Rencananya, APD itu akan disumbangkan kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bogor.

2020-03-28 19:31:00
Jawa Timur
Advertisement

Sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) konveksi di Tulungagung membuat 10.000 Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis. Rencananya, APD itu akan disumbangkan kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bogor.

Sehari-hari, UKM dengan brand Tulip Craft itu memproduksi kantong pelembab dan eco-bag untuk kontainer. Namun, dikarenakan pandemi corona merebak di Indonesia, UKM itu memutuskan untuk memproduksi APD, sebagaimana dikutip dari Antara.

Advertisement

Kekurangan APD

2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Pemilik UKM Tulip Craft, Iis Rahmawati mengatakan bahwasanya keputusan untuk membuat 10 ribu Alat Pelindung Diri (APD) dilatarbelakangi oleh keprihatinannya terhadap pandemi COVID-19 yang merebak di Indonesia.

Advertisement

Diketahui bersama, dalam penanganan COVID-19 di Indonesia, para tenaga medis kekurangan stok APD. Padahal APD ini sangat berguna untuk melindungi para tenaga medis dari kemungkinan tertular virus corona.

Kurangnya stok APD inilah yang mendorong UKM Tulip Craft di Tulungagung memproduksi APD untuk tenaga medis yang menjadi garda depan penanganan wabah COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Mamik Endarmi selaku penanggung jawab produksi APD yang dilakukan Tulip Craft.

Disumbangkan untuk IDI Bogor

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Kini, Iis Rahmawati tinggal di Bogor, Jawa Barat. Bogor sendiri merupakan episentrum kasus COVID-19 di Indonesia. Tidak heran apabila jajaran tenaga medis di Bogor mengalami kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Atas dasar itulah, Iis bersama Mamik Endarmi berinisiatif menyumbangkan APD untuk para tenaga medis di Bogor.

Bahan dan model APD yang diproduksi UKM Tulip Craft telah dikonsultasikan kepada IDI Bogor. IDI Bogor sendiri telah menyetujui contoh APD yang akan disumbangkan kepada mereka.

APD yang diproduksi UKM Tulip Craft di Tulungagung dibuat dari bahan "polypropilene spunbond". Selama ini, bahan tersebut digunakan oleh Tulip Craft untuk membuat kantong pelembab dan eco-bag yang diekspor ke beberapa negara seperti Amerika, Turki, Jerman, dan Brazil. Dikarenakan saat ini ekspor belum bisa dilakukan, UKM Tulip Craft memilih berfokus untuk membuat APD.

Rekrut Sukarelawan Penjahit

2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Untuk memproduksi APD, UKM Tulip Craft tidak hanya mempekerjakan para pegawainya. Iis dan Mamik mengajak serta sukarelawan penjahit yang bersedia membantu pengerjaan produksi APD. Sampai berita ini ditulis, ada tiga kelompok sukarelawan penjahit yang bergabung.

UKM Tulip Craft sendiri menargetkan produksi APD bisa selesai dalam kurun waktu satu pekan ke depan, atau sekitar awal April 2020. Dikutip dari Antara, ke depan, UKM Tulip Craft juga akan memikirkan untuk memberikan bantuan APD kepada para tenaga medis di Tulungagung.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.