LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

18 Desember 1878: Kelahiran Joseph Stalin, Diktator Revolusioner Uni Soviet

Joseph Stalin lahir pada 18 Desember 1878, tepat pada hari ini. Ia adalah diktator Uni Republik Sosialis Soviet (USSR) dari tahun 1929 hingga 1953. Di bawahnya, Uni Soviet diubah dari masyarakat petani menjadi negara adidaya industri dan militer. Berikut kisah sejarahnya.

2022-12-18 05:00:00
Joseph Stalin
Advertisement

Joseph Stalin lahir pada 18 Desember 1878, tepat pada hari ini. Joseph Stalin naik ke tampuk kekuasaan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Rusia, dan menjadi diktator Uni Soviet setelah kematian Vladimir Lenin.

Dirinya selalu ada dalam pelajaran sejarah Uni Soviet, dalam cerita-cerita perang masa lalu, sebagai seorang diktator yang revolusioner. Ya, Joseph Stalin adalah diktator Uni Republik Sosialis Soviet (USSR) dari tahun 1929 hingga 1953. Di bawahnya, Uni Soviet diubah dari masyarakat petani menjadi negara adidaya industri dan militer.

Stalin memaksakan industrialisasi yang cepat dan kolektivisasi lahan pertanian, mengakibatkan jutaan orang mati kelaparan sementara yang lainnya dikirim ke kamp kerja paksa. Sementara itu, Tentara Merahnya membantu mengalahkan Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Setelah kematiannya, Soviet memulai proses de-Stalinisasi.

Advertisement

Berikut kisah sejarah kehidupan dan sepak terjang Joseph Stalin yang menarik untuk dipelajari.

Awal Mula Kehidupan

Terlahir dengan nama Josef Vissarionovich Djugashvili pada 18 Desember 1878, Joseph Stalin adalah seorang tokoh revolusi dan politikus Uni Soviet. Dirinya dibesarkan di kota kecil Gori, Georgia, yang saat itu menjadi bagian dari kekaisaran Rusia. Dilansir history.com, ketika berusia 30-an, ia mengambil nama Stalin untuk ditambahkan pada namanya sendiri, yang dalam bahasa Rusia berarti “manusia baja.”

Advertisement

Stalin tumbuh sebagai anak tunggal yang miskin. Ayahnya adalah seorang pembuat sepatu dan seorang pecandu alkohol yang suka memukulinya, sementara ibunya adalah seorang tukang cuci. Saat masih kecil, Stalin terjangkit cacar yang meninggalkan bekas luka di wajahnya seumur hidup. Saat remaja, ia mendapatkan beasiswa untuk menghadiri seminari di kota terdekat Tbilisi dan belajar imamat di Gereja Ortodoks Georgia.

Saat belajar itulah ia diam-diam mulai membaca karya filsuf sosial Jerman dan penulis "Manifesto Komunis" Karl Marx, dan tertarik pada gerakan revolusioner melawan monarki Rusia. Pada tahun 1899, Stalin dikeluarkan dari seminari karena tidak lulus ujian. Setelah meninggalkan sekolah, Stalin menjadi agitator politik bawah tanah, ikut serta dalam demonstrasi dan pemogokan buruh.

Ia mengadopsi nama Koba, diambil dari nama pahlawan penjahat Georgia, dan bergabung dengan sayap yang lebih militan dari gerakan Sosial Demokrat Marxis, Bolshevik, yang dipimpin oleh Vladimir Lenin. Stalin juga terlibat dalam berbagai kegiatan kriminal, termasuk perampokan bank, yang hasilnya digunakan untuk membantu mendanai Partai Bolshevik. Dirinya ditangkap beberapa kali antara tahun 1902 dan 1913, dan dipenjarakan serta diasingkan di Siberia.

Kebangkitan Kekuasaan

Pada tahun 1912, Lenin yang saat itu diasingkan di Swiss, menunjuk Stalin untuk bertugas di Komite Sentral pertama Partai Bolshevik. Tiga tahun kemudian, pada November 1917, kaum Bolshevik merebut kekuasaan selama Revolusi Rusia. Uni Soviet pun didirikan pada tahun 1922, dengan Lenin sebagai pemimpin pertamanya.

Selama tahun-tahun ini, Stalin terus menaiki tangga partai, dan pada tahun 1922 ia menjadi sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis, sebuah peran yang memungkinkannya menunjuk sekutunya untuk pekerjaan pemerintah dan menumbuhkan basis dukungan politik.

Setelah Lenin meninggal pada tahun 1924, Stalin akhirnya mengungguli saingannya dan memenangkan perebutan kekuasaan untuk mengendalikan Partai Komunis. Pada akhir 1920-an, dirinya menjadi diktator Uni Soviet.

Uni Soviet di Bawah Kepemimpinan Stalin

Dimulai pada akhir 1920-an, Joseph Stalin meluncurkan serangkaian rencana lima tahun yang dimaksudkan untuk mengubah Uni Soviet dari masyarakat petani menjadi negara adidaya industri. Rencana pembangunannya dipusatkan pada kendali pemerintah atas ekonomi dan termasuk kolektivisasi paksa pertanian Soviet, di mana pemerintah mengambil alih pertanian.

Jutaan petani menolak untuk bekerja sama, membuat mereka ditembak atau diasingkan sebagai hukuman. Kolektivisasi paksa segera menyebabkan kelaparan yang meluas di seluruh Uni Soviet yang menewaskan jutaan orang.

Pemerintahan Stalin diliputi oleh teror, dengan cengkeraman totaliter untuk melenyapkan siapa pun yang mungkin menentangnya. Stalin memperluas kekuatan polisi rahasia, mendorong warga untuk memata-matai satu sama lain dan membuat jutaan orang terbunuh atau dikirim ke sistem kamp kerja paksa Gulag.

Selama paruh kedua tahun 1930-an, Stalin melembagakan Pembersihan Besar-besaran, serangkaian kampanye yang dirancang untuk menyingkirkan Partai Komunis, militer, dan bagian lain dari masyarakat Soviet dari orang-orang yang dianggapnya sebagai ancaman.

Stalin juga tak luput untuk membangun kultus kepribadian di sekitar dirinya di Uni Soviet. Kota-kota diganti namanya untuk menghormatinya. Buku-buku sejarah Soviet ditulis ulang untuk memberinya peran yang lebih menonjol dalam revolusi dan membuat mitologi aspek-aspek lain dalam hidupnya.

Stalin adalah subjek karya seni, sastra, dan musik yang menyanjung, dan namanya menjadi bagian dari lagu kebangsaan Soviet. Pemerintahnya juga menguasai media Soviet.

Masa Perang Dunia II dan Kematiannya

Pada tahun 1939 menjelang Perang Dunia II, Joseph Stalin dan diktator Partai Nazi Jerman Adolf Hitler menandatangani Pakta Non-Agresi Jerman-Soviet. Stalin kemudian mencaplok sebagian Polandia dan Rumania, serta negara-negara Baltik Estonia, Latvia, dan Lituania. Dia juga melancarkan invasi ke Finlandia.

Kemudian pada bulan Juni 1941, Jerman melanggar pakta Nazi-Soviet dan menginvasi Uni Soviet. Saat pasukan Jerman mendekati ibu kota Soviet Moskow, Stalin tetap di sana dan mengarahkan kebijakan pertahanan bumi hangus, menghancurkan persediaan atau infrastruktur apa pun yang mungkin menguntungkan musuh.

Situasi berubah bagi Soviet pada Pertempuran Stalingrad dari Agustus 1942 hingga Februari 1943, di mana Tentara Merah mengalahkan Jerman dan akhirnya mengusir mereka dari Rusia. Saat perang berlangsung, Stalin berpartisipasi dalam konferensi utama Sekutu, termasuk Konferensi Teheran (1943) dan Konferensi Yalta (1945).

Joseph Stalin tidak melunak hanya karena pertambahan usia. Dirinya tetap memprakarsai teror, pembersihan, eksekusi, pengasingan ke kamp kerja paksa dan penganiayaan di Uni Soviet pascaperang, menekan semua perbedaan pendapat dan apa pun yang berbau pengaruh asing, terutama pengaruh Barat.

Stalin juga mendirikan pemerintahan komunis di seluruh Eropa Timur, dan pada tahun 1949 memimpin Soviet memasuki era nuklir dengan meledakkan bom atom. Pada tahun 1950, ia memberikan izin kepada pemimpin komunis Korea Utara Kim Il Sung untuk menyerang Korea Selatan yang didukung Amerika Serikat, sebuah peristiwa yang memicu Perang Korea.

Stalin, yang semakin paranoid di tahun-tahun terakhirnya, meninggal pada tanggal 5 Maret 1953, pada usia 74 tahun, setelah menderita stroke. Tubuhnya dibalsem dan diawetkan di mausoleum Lenin di Lapangan Merah Moskow sampai tahun 1961, lalu dipindahkan dan dikuburkan di dekat tembok Kremlin sebagai bagian dari proses de-Stalinisasi yang diprakarsai oleh penerus Stalin, Nikita Khrushchev (1894-1971).

(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.