LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Wujudkan Konservasi, BKSDA DIY Lepas Dua Burung Liar Ini agar Tak Punah

Seiring dengan bertambahnya populasi manusia, banyak hewan yang justru di ambang kepunahan. Menyadari hal ini, BKSDA DIY bekerja sama dengan WRC melakukan konservasi terhadap dua jenis burung langka. Harapannya, mereka dapat berkembang biak di alam bebas dan terhindar dari kepunahan.

2021-10-07 08:17:00
DIY
Advertisement

Seiring perkembangan zaman, jumlah populasi manusia semakin bertumbuh dan bertambah banyak. Jumlah pertumbuhan populasi manusia ini berbanding terbalik dengan kondisi beberapa spesies hewan yang justru di ambang kepunahan.

Hal inilah yang disadari betul oleh Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta (BKSDA DIY). Bekerja sama dengan Wildlife Rescue Center (WRC), mereka melepaskan dua jenis burung langka di Punthok Gondang, Dusun Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo.

“Kedua burung tersebut dinilai sudah layak untuk dilepasliarkan. Mereka sudah terlihat kembali ke sifat liarnya. Asesmen juga akan dilakukan oleh petugas setiap hari. Laporan dari petugas nantinya bisa mengindikasikan bahwa burung tersebut sudah siap terbang di alam bebas,” kata Kepala BKSDA DIY, Wahyudi, dikutip dari ANTARA pada Rabu (6/10). Berikut selengkapnya:

Advertisement

Dua Burung yang Dilepas

© fullhdpictures.com

Advertisement

Wahyudi mengatakan, dua burung yang dilepasliarkan antara lain elang brontok yang berasal dari Stasiun Flora dan Fauna Bunder di Gunungkidul, serta burung alap jambul yang berasal dari Wildlife Rescue Center di Kulon Progo.

Ia menjelaskan, kedua burung itu sudah layak untuk dilepasliarkan ke alam bebas karena sudah memenuhi indikator dari BKSDA bagi hewan yang akan dilepas ke ekosistem hutan di kawasan Bukit Menoreh.

“Kedua satwa juga telah menunjukkan perilaku mengambil mangsa yang biasa dilakukan oleh satwa burung di alam bebas. Terlebih mereka termasuk kategori raptor. Pemilihan lokasi tempat mereka dilepaskan juga sudah melalui upaya survei habitat oleh petugas kami,” terang Wahyudi.

Harapan Bupati Kulon Progo

©2020 Merdeka.com/pxhere.com

Sementara itu Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan bahwa pelepasliaran satwa burung di Dusun Gunungkelir merupakan upaya yang juga didukung oleh Pemkab Kulon Progo. Dia mengatakan kalau wilayah itu dulu-dulunya memang sering dijadikan tempat untuk melepaskan burung. Dengan adanya pelepasan burung ini, ia berharap masyarakat sekitar bisa mendukung upaya konservasi satwa agar mampu berkembang biak dan tidak punah.

“Sehingga pelepasliaran satwa burung di wilayah Desa Jatimulyo ini bisa mendukung upaya konservasi satwa burung maupun yang lainnya agar tidak punah,” kata Sutejo dikutip dari ANTARA.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.