LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Wujud Kontribusi untuk Bangsa, Ini 4 Fakta Peresmian Museum Muhammadiyah

Senin (14/11), Museum Muhammadiyah diresmikan oleh Menko PMK RI Muhadjir Effendy bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Museum itu didirikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

2022-11-15 10:51:00
Jateng
Advertisement

Senin (14/11), Museum Muhammadiyah diresmikan oleh Menko PMK RI Muhadjir Effendy bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Museum itu didirikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Bagus. Walaupun museum ini mungil, tidak terlalu besar bangunannya, tetapi cukup representatif,” kata Muhadjir saat meresmikan Museum Muhammadiyah, dikutip dari ANTARA.

Muhadjir juga mengatakan, setelah museum itu diresmikan, tugas berikutnya ada di pihak Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan pihak kampus yaitu mengembangkannya.

Advertisement

Tempat Pemeliharaan Artefak

©Instagram/@lensamu

Advertisement

Muhadjir mengatakan, nantinya museum itu akan menjadi tempat penyimpanan artefak lama. Menurutnya, Muhammadiyah adalah organisasi yang rajin mendokumentasi maupun mengawetkan sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

“Biasanya di daerah masih banyak. Tadi Pak Haedar sudah menyampaikan ada mimbar, ada podium dari tahun 1934. Jadi tidak banyak organisasi di Indonesia yang memelihara tradisi, khususnya memelihara artefak,” kata Muhadjir.

Isinya Berlapis-Lapis

©Instagram/@lensamu

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa isi dan koleksi dari Museum Muhammadiyah di dalam gedung tiga lantai itu berlapis-lapis. Lapis pertama adalah sejarah perjalanan Muhammadiyah generasi awal di era Ahmad Dahlan.

Lapis kedua adalah perkembangan lembaga-lembaga organisasi Muhammadiyah dan organisasi otonom termasuk Hizbul Wathon (HW) yang melahirkan tokoh perjuangan dan pahlawan bangsa, yaitu Soedirman.

“Kemudian ada Aisyiyah, salah satu inisiator kongres perempuan pertama. Jadi kesadaran tentang hak perempuan boleh sekolah, boleh jadi dokter, jadi pendakwah, bahkan belakangan menjadi pemimpin itu Aisyiyah, ikut berkontribusi sejak awal,” terang Haedar dikutip dari ANTARA pada Senin (14/11).

Wujud Kontribusi untuk Bangsa

©Instagram/@lensamu

Dalam sambutannya, Haedar juga mengatakan kalau berdirinya Museum Muhammadiyah itu merupakan wujud kontribusi persyarikatan Islam itu untuk bangsa.

Menurutnya, museum itu bisa dijadikan satu paket dengan budaya rekreasi di Indonesia, apalagi rekreasi di Indonesia sudah membudaya. Oleh karena itu, budaya pergi ke museum juga harus dibangun.

“Karena dengan ke museum orang jadi belajar sejarah apalagi buat generasi milenial. Kan pewaris Indonesia ini generasi milenial, termasuk mereka yang muda-muda. Supaya mereka tidak menjadi generasi yang hilang,” kata Haedar.

Proyeksi Masa Depan

©Instagram/@lensamu

Haedar mengatakan, berdirinya museum itu tidak hanya bicara masa lalu, namun juga proyeksi masa depan.

Oleh karena itu, ia berharap adanya museum itu bisa dimanfaatkan khususnya oleh seluruh keluarga besar persyarikatan sebagai kunci pembuka sejarah sekaligus proyeksi Muhammadiyah ke depan.

“Ajakan saya pertama adalah, pada seluruh pimpinan wilayah daerah sampai cabang dan ranting yang punya situs penting terutama dari generasi Muhammadiyah awal itu bisa terus berkomunikasi dengan UAD, agar bisa melengkapi isi museum ini,” kata Haedar.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.