Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Diserbu Sales, 20 Kendaraan Laku dalam Sehari
Pembebasan lahan proyek Jalan Tol Jogja-Solo memberi berkah rejeki tersendiri bagi para pemilik lahan yang tanahnya ditembus untuk pembangunan tol tersebut. Salah seorang warga bahkan mengaku mendapat ganti rugi lahan sebesar Rp7,5 miliar. Mereka langsung diserbu para sales mobil yang menawarkan produk mereka.
Pembebasan lahan proyek Jalan Tol Jogja-Solo memberi berkah rezeki tersendiri bagi beberapa orang, terutama para pemilik lahan yang tanahnya ditembus untuk pembangunan tol tersebut.
Salah seorang warga bahkan mengaku mendapat ganti rugi lahan sebesar Rp7,5 miliar atas lima bidang tanah yang masing-masing seluas 1 hektare yang digunakan sebagai jalan tol.
di Desa Ngawen, ada sebanyak 47 bidang tanah warga yang dibebaskan untuk proyek tol tersebut dengan total nilai Rp51 miliar.
Atas pembebasan tanah ini, para warga yang baru mendapat uang ganti rugi langsung diserbu oleh sales mobil. Berikut selengkapnya:
Diserbu Sales
©YouTube/Liputan SCTV
Begitu menerima uang ganti rugi, para warga yang tanahnya terdampak proyek tol Jogja-Solo langsung diserbu sales yang menawarkan kendaraan pribadi. Bahkan dalam sehari, sebanyak 20 kendaraan laku terjual.
“Kita selalu jemput bola. Karena di sini momen ya, orang kan punya duit, mereka kan pasti sudah alokasi uang buat beli rumah, beli ganti tanah, kan masih ada sisa juga. Lagi pula kan sekarang mobil jadi kebutuhan pokok juga,” kata Anton, salah seorang sales kendaraan dikutip dari kanal YouTube Liputan6 SCTV pada Rabu (12/1).
Total Uang Ganti Rugi di Klaten
©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Club4traveler
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten mendata sudah 58 persen warga terdampak yang telah menerima ganti rugi. Total ganti rugi itu sebanyak Rp1,51 triliun. Total warga yang telah menerima ganti rugi itu tersebar di delapan kecamatan yang ada di Klaten.
“Untuk tahun ini diusahakan pembebasan lahan sudah clear. Insya Allah sampai Prambanan sudah bisa terealisasi,” ujar Sulistiono, Kasi Pengadaan Tanah BPN Klaten.
Tak Matikan Sektor Pertanian
©2018 Merdeka.com
Sementara itu, Kabid Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jateng Endro Hudiyono mengatakan proyek tol Jogja-Bawen tak hanya dapat memudahkan transportasi antar wilayah, namun juga meningkatkan potensi wisata, investasi, serta perekonomian warga.
Terkait dengan lahan pertanian, Endro mengatakan pemerintah telah melakukan upaya peningkatan produktivitas padi melalui mekanisme intensifikasi pertanian.
“Hal itu tidak terelakkan. Tapi pemerintah telah merencanakan jauh-jauh hari seperti pembangunan beberapa embung di Magelang. Walaupun lahan pertanian terkena tol, namun dengan intensifikasi pertanian akan meningkatkan produktivitas,” kata Endro dikutip dari Jatengprov.go.id, pada Kamis (13/1).