LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Warga Gunungkidul Tolak Penggantian Patung di Bundaran Siyono, Ini Alasannya

Pemkab Gunungkidul berencana mengganti patung pengendang yang berada di Bundaran Siyono dengan tugu tobong gamping. Namun rencana ini ditolak oleh sejumlah warga. Mereka membentangkan spanduk penolakan di depan patung tersebut.

2022-04-22 10:11:00
DIY
Advertisement

Pada Selasa (12/4) Pemkab Gunungkidul berencana mengganti patung pengendang yang berada di Bundaran Siyono. Nantinya, patung itu akan diganti oleh sebuah bangunan bernama tugu tobong gamping.

Bangunan itu dipilih sebagai simbol karena dulunya Gunungkidul merupakan sentra bahan baku gamping. Anggaran untuk membangun tugu itu diperkirakan mencapai Rp9,46 miliar.

Namun nyatanya pembangunan tugu ini ditolah oleh sejumlah warga. Hal itulah yang terlihat dari unggahan akun Instagram @ceritagunungkidul pada Selasa (19/4).

Advertisement

Mereka membentangkan spanduk-spanduk penolakan di patung yang rencananya akan dibongkar itu. Berikut selengkapnya:

Wujud Keprihatinan

Advertisement

©Instagram/@ceritagunungkidul

Dikutip dari akun Instagram @ceritagunungkidul, sejumlah elemen melakukan aksi menolak digantikannya patung kendang dengan tobong gamping. Ervan Bambang, salah seorang peserta aksi mengatakan, aksi itu merupakan wujud keprihatinan terhadap keputusan Pemkab Gunungkidul yang berencana membongkar patung itu.

“Tobong gamping simbol tidak baik, karena polusi udara dan mengeksploitasi,” kata Ervan dikutip dari @ceritagunungkidul.

Harus Dievaluasi Kembali

©Instagram/@ceritagunungkidul

Rianto Wibowo, salah seorang anggota DPRD Gunungkidul, meminta agar Bupati Gunungkidul mengevaluasi kembali rencana pembangunan tugu tobong gamping di Bundaran Siyono.

Menurutnya, patung kendangan yang saat ini eksis di bundaran tersebut merupakan wujud penghormatan kepada maestro campursari Mantos sebagai pencetus pertama campursari.

“Kepada eksekutif, Bapak bupati dan jajarannya, untuk ditinjau kembali, dipertimbangkan kembali, dan kembali mendengarkan suara masyarakat,” kata Rianto dikutip dari Instagram @ceritagunungkidul pada Rabu (20/4).

Kurang Membangkitkan Imajinasi

©Instagram/@ceritagunungkidul

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan penggantian itu dilakukan karena selama ini patung pengendang itu kurang bisa membangkitkan imajinasi kalau bicara tentang benda seni.

Sebelum memutuskan pilihan pada tobong gamping, Irawan mengatakan pihaknya telah melakukan penelaah pengganti patung itu, yaitu wayang dan walang, namun pada akhirnya pilihan jatuh pada bangunan tobong gamping.

“Kita ketemu yang namanya tobong gamping itu karena menurut kami luar biasa. Masa lalu bahan bangunan dari pabrik itu belum ada,” kata Irawan seperti yang dikutip dari Instagram @ceritagunungkidul.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.