Warga Baris Sejak Pagi Ingin Hadiri Open House Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi: Rumah Gubernur adalah Rumah Rakyat
Tema yang diambil dalam open house Idulfitri tahun ini adalah rumah rakyat.
Masyarakat umum mulai datang berbaris di halaman Wisma Perdamaian Semarang untuk menghadiri open house yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (31/3). Warga yang datang terdiri dari kaum dhuafa, fakir miskin, pejabat teras hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
Luthfi menyampaikan, acara ini digelar untuk masyarakat. Sebelum menggelar open house, Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin dan Sekda Provinsi Jateng menyambangi sejumlah masyarakat yang sudah menunggu. Selain bercengkrama dengan warga, mereka juga membagikan bingkisan ke masyarakat. Beberapa terlihat antusias, sementara lainnya mengantre menunggu giliran.
"Tidak ada yang tidak enak dalam acara open house. Semua boleh," kata Luthfi.
Menurutnya silaturahmi yang digelar menjadi bentuk keluarga dalam negara dan harus ditingkatkan. Open house menjadi representatif hadirnya negara dalam berbagai hal untuk masyarakat.
"Perlu diingat juga bahwa rumah gubernur adalah rumah rakyat," ungkapnya.
Seorang warga Rohmini mengaku sudah ingin lama bersilaturahmi dengan Gubernur Jateng yang baru. Ia sengaja datang sebelum jam 08.00 tadi dengan mengantre menunggu giliran.
"Alhamdulillah dapat santunan," kata Rohmini satu di antara warga Kota Semarang yang mendapat santunan dari Gubernur dan Wakil Gubernur.
Selang beberapa waktu, Luthfi dan Taj Yasin bergeser ke dalam salah satu gedung di Wisma Perdamaian untuk bertemu dengan sejumlah pejabat.
Rombongan pertama yang menyambangi gubernur dan wagub berasal dari Pemkot Semarang, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng beserta Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin bersama rombongan.
Sementara itu Taj Yasin menambahkan, tema yang diambil dalam open house adalah rumah rakyat.
"Memang tema yang kami ambil adalah rumah gubernur adalah rumah rakyat," tandasnya.