Waktu Azan Ashar dan Ketentuan Pelaksanaan Sholat Wajib Lainnya, Ketahui Amalan Sunah
Selain mengetahui beberapa ketentuan waktu azan, umat Muslim juga perlu memahami amalan-amalan sunah yang bisa dilakukan ketika mendengarkan suara azan, termasuk azan ashar.
Seperti diketahui, sholat merupakan amalan wajib yang perlu dikerjakan setiap umat Muslim. Dalam hal ini, umat Muslim wajib menunaikan sholat 5 waktu dalam sehari. Mulai dari waktu subuh, siang, sore, petang, dan malam hari. Kewajiban ini tidak lain memberikan kesempatan setiap umat Muslim untuk selalu mengingat Allah.
Dalam pelaksanaan sholat wajib, terdapat ketentuan waktu yang telah ditetapkan dari zaman nabi. Ketentuan waktu inilah yang diikuti hingga saat ini. Dengan begitu, pada waktu-waktu yang telah ditentukan akan dikumandangkan azan sebagai seruan bagi umat Muslim untuk menunaikan kewajiban ibadah. Mulai dari waktu azan subuh, azan zuhur, azan ashar, magrib, juga isya.
BACA JUGA: Lafaz Adzan Asar Beserta Anjuran Amalannya
Selain mengetahui beberapa ketentuan waktu azan, umat Muslim juga perlu memahami amalan-amalan sunah yang bisa dilakukan ketika mendengarkan suara azan, termasuk azan ashar. Dalam hal ini, terdapat beberapa bacaan doa ketika mendengar azan yang bisa dilafalkan seperti yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad.
Di samping itu juga terdapat sikap-sikap sunah yang bisa dilakukan ketika mendengar suara azan. Seperti menghadap kiblat, mengambil wudhu untuk bersuci, segera berdiri, atau juga sikap diam khusyuk dan mengikuti atau menirukan bacaan azan. Beberapa sikap ini bisa menjadi amalan baik yang menambah pahala setiap kali Anda mendengar lantunan suara azan.
Melansir dari situs NU Online, berikut kami merangkum waktu azan ashar dan ketentuan pelaksanaan sholat wajib lainnya dan berbagai amalan sunah saat mengumandangkan dan mendengar azan yang perlu Anda ketahui.
Waktu Azan Ashar dan Ketentuan Sholat Fardhu
islam-today.ru
Bagi umat Muslim, penting untuk mengetahui bagaimana cara pembagian waktu azan dalam pelaksanaan sholat fardhu atau sholat wajib yang dikerjakan sehari-hari. Dalam hal ini, rentang waktu pelaksanaan sholat fardhu adalah sempit, di mana masing-masing waktu sholat dibatasi pada jam tertentu.
Sholat fardhu ini harus dilaksanakan setelah dikumandangkan azan hingga sebelum batas akhir waktu sholat berikutnya. Hal ini dapat dipahami, bahwa sholat fardhu tidak boleh dilakukan sebelum memasuki waktu sebab hukumnya menjadi tidak sah. Berikut beberapa ketentuan waktu pelaksanaan sholat fardhu:
1. Sholat Subuh
Sholat subuh dilaksanakan mulai dari terbitnya fajar sidiq hingga terbitnya matahari. Hal ini pun dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim No.612:
“Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Waktu shalat shubuh ialah sejak terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.”
2. Sholat Dhuhur
Sholat dhuhur dilaksanakan mulai sejak tergelincirnya matahari dari ufuk barat hingga memasuki waktu azan ashar. Hal ini juga telah dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim No.612 :
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Waktu dluhur ialah ketika matahari tergelincir, ... sampai datangnya waktu ashar.”
3. Sholat Ashar
Sementara itu, azan ashar sebagai tanda dimulainya dholat ashar, yaitu ketika bayangan benda sama panjangnya dengan benda tersebut, hingga batas terbenamnya matahari. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat Imam Bukhari No. 554:
“ ...Barangsiapa mendapati satu rakaat shalat ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapati waktu ashar.”
4. Sholat Magrib
Selanjutnya, sholat magrib dimuai sejak terbenamnya matahari hingga hilangnya awan berwarna merah dari cakrawala. Penjelasan ini juga tercantum dalam hadist riwayat Imam Muslim No. 612:
“Waktu maghrib berakhir hingga hilangnya awan merah dari cakrawala.”
5. Sholat Isya
Terakhir sholat isya dimulai sejak selesai waktu magrib hingga terbitnya waktu fajar sebagai pertanda masuknya ibadah subuh. Dibandingkan beberapa sholat fardhu lain, sholat isya memang mempunyai rentang waktu yang lebih panjang. Namun jika dilaksanakan ketika waktu subuh telah tiba, jelas sholat tersebut menjadi tidak sah.
Bacaan Doa saat Mendengar Azan
©2020 Merdeka.com
Setelah mengetahui beberapa ketentuan pembagian waktu sholat, termasuk azan ashar, berikutnya terdapat beberapa bacaan doa yang bisa dilafalkan saat azan sedang berkumandang.
Ini bisa menjadi salah satu amalan sunah yang mendatangkan kebaikan bagi setiap umat muslim yang melaksanakan. Berikut beberapa bacaan doa yang bisa Anda praktikkan:
1. Setelah Azan, membaca bacaan sholawat
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ 'âli sayyidinâ Muhammad kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm, wa ‘alâ 'âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ 'âli sayyidinâ Muhammad kamâ bârakta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhim, wa ‘alâ 'âli sayyidinâ Ibrâhîm, innaKa Hamîdun Majîdun
“Ya Allah, berilah rahmat pada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaiman Engkau merahmati Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta berkatilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaiman Engkau berkatilah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung”
Dilanjutkan dengan bacaan doa berikut :
Allâhumma Rabba hâdzihid-da‘wati at-tâmmati, wash-shalâtil-qâimati, âti sayyidanâ Muhammad al-washilah wal fadlîlah, wad-darajatar rafî’ah wab’atshu maqâman mahmûdan alladzî wa’adtah, innaka lâ tukhliful-mî‘âd
“Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan shalat yang tetap didirikan, kurniailah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah dia pada kependudukan yang terpuji yang telah Engkaujanjikan, sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji, wahai dzat yang paling Penyayang.”
2. Doa setelah azan magrib
Allahumma hadza iqbâlu lailika wa idbâru nahârika wa ashwâtu du’âika faghfir lii
“Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”
3. Doa setelah azan subuh
Allahumma hadza iqbâlu nahârika wa idbâru lailika wa ashwâtu du’âika faghfir lî
“Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku”
4. Doa antara azan dan iqomah
Allahumma innî as-alukal-‘âfiyah fid-dunya wal-âkhirah
“Ya Allah, aku mohon pada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat”
Amalan Sunah saat Mengumandangkan Azan
©2020 Merdeka.com
Setelah mengetahui ketentuan pembagian waktu sholat beserta pelaksanaan azan, termasuk azan ashar, berikutnya terdapat beberapa sikap yang bisa dilakukan para muadzin sebagai amalan sunah ketika mengumandangkan azan.
Beberapa amalan ini menunjukkan sikap menghargai dan menghormati seruan kumandang azan yang dilakukan ketika waktu sholat tiba. Berikut beberapa amalan sunah bisa Anda praktikkan:
- Disunahkan menghadap kiblat, karena kiblat merupakan arah yang paling baik dan paling mulia.
- Mengambil ari wudhu untuk mensucikan diri dari hadast kecil maupun besar.
- Berdiri ketika mengumandangkan azan.
- Menengok ke kanan, hanya kepala saja, saat mengucapkan Hayya alas shalah’, dan menengok ke kiri saat mengucapkan ‘Hayya alal falah’
- Mengucapkan “As-Shâlatu khairun minan naum” setelah mengucapkan “Hayya alal falah” ketika adzan shalat subuh.
- Tidak mencaci dan merendahkan, seperti memanjangkan bacaan azan terlalu panjang dan melagukan bacaan azan seperti nyanyian.
- Bagi yang mendengarkan azan, disunahkan untuk diam dan khusuk mendengarkan serta menirukan bacaan azan yang dikumandangkan. Kecuali ketika “hayya alas shalah dan hayya alal falâh,” maka disunahkan mengucapkan “lâhaula wa lâ quwwata illâ billâh.”