LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Virus Corona Merebak, Ini 3 Dampak Kunjungan Wisata di Candi Borobudur

Merebaknya Virus Corona berdampak pada banyak hal. Salah satunya adalah di sektor pariwisata. Candi Borobudur sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia ikut terkena imbas dari menyebarnya Virus Corona

2020-03-09 16:15:00
DIY
Advertisement

Pada Senin (9/3) Virus Corona telah menyebar di 106 negara dan wilayah. Infeksi virus COVID-19 itu telah mencapai 110.041 kasus dengan total kematian sebanyak 3.825 jiwa dan pasien yang sembuh sebanyak 61.979 jiwa.

Merebaknya Virus Corona berdampak pada banyak hal. Salah satunya adalah di sektor pariwisata.

Candi Borobudur sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia ikut terkena imbas dari menyebarnya Virus Corona. Tempat wisata itu merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis mancanegara.

Advertisement

Berikut 3 dampak menyebarnya Virus Corona bagi kunjungan wisata di Candi Borobudur.

Kunjungan Wisata Turun 30 Persen

Advertisement

Shutterstock

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur pada Bulan Februari 2020 berkurang sebanyak 30 persen dibanding tahun sebelumnya akibat merebaknya virus COVID-19. Menurut sekretaris Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Emilia Eny Untari, pada Bulan Februari tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung adalah sebanyak 16.642 orang, namun pada tahun ini menurun jadi sebanyak 11.506 orang.

Menurut Emilia, kebanyakan wisatawan mancanegara yang datang ke Candi Borobudur berasal dari Eropa. "Sekarang kebanyakan berasal dari Eropa. Karena dari Asia sudah banyak wisatawan yang tak boleh berkunjung, seperti China, Korea, dan Singapura. Tapi masih ada beberapa," kata Emilia dilansir dari Antaranews.com (7/3).

Masyarakat Sekitar Dihimbau Tidak Khawatir Saat Terima Wisatawan

2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Sekretaris TWC Candi Borobudur Emilia Eni Untari meminta masyarakat yang tinggal di sekitar candi untuk tidak khawatir menerima wisatawan yang datang. Untuk itu pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai pencegahan Virus Corona kepada warga sekitar di lingkungan kawasan Candi Borobudur.

"Kita lakukan sosialisasi dengan memberikan informasi sejelas-jelasnya bagaimana menghadapi dan mencegah Virus Corona. Kami tekankan agar masyarakat tidak perlu panik karena ada cara untuk mengantisipasinya," kata Emilia.

Pemeliharaan Candi Borobudur

2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Di tengah berkurangnya kunjungan wisata di Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan upaya pelestarian agar warisan budaya dunia itu tetap bisa dinikmati wisatawan dunia di masa mendatang.

Mulai 13 Februari 2020 BKB memberlakukan pembatasan kunjungan hanya sampai lantai 8. Sedangkan lantai 9 dan 10 ditutup sampai jangka waktu yang tidak ditentukan.

Penutupan itu dilakukan karena ada kerusakan 30 persen pada dua lantai tersebut. Kerusakannya bermacam-macam. Ada yang hanya satu milimeter, dua sentimeter, dan empat sentimeter.

"Kalau kerusakan itu dibiarkan terus menerus, maka kita akan kehilangan salah satu warisan dunia yang berarti bagi Bangsa Indonesia," kata Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono (8/3).

Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Domestik

2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Walaupun terjadi penurunan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara, pihak TWC Candi Borobudur tetap berupaya memaksimalkan kunjungan wisatawan domestik. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah agar wisatawan lokal tidak berkunjung ke luar negeri, apalagi ke negara-negara yang terdampak Virus Corona.

Terkait penyebaran Virus Corona, pihak candi sendiri telah menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh di tempat pembelian tiket dan disediakan pula pembersih tangan.

"Kunjungan wisatawan domestik kita tingkatkan supaya mereka tidak berwisata ke luar negeri. Di dalam negeri tetap aman," ujar Emilia.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.