LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

UGM Kembangkan Vaksin Merah Putih untuk Booster COVID-19, Ini Faktanya

Guna memperkuat kekebalan masyarakat agar tak terserang Virus Corona, pemerintah mulai memberikan booster vaksin COVID-19. Berkaitan dengan hal ini, UGM turut mengembangkan vaksin booster "merah putih" guna mendukung program pemerintah memberantas Virus Corona.

2021-12-24 17:41:00
Berita
Advertisement

Guna memperkuat kekebalan masyarakat agar tak terserang Virus Corona, pemerintah mulai memberikan booster vaksin COVID-19. Guru Besar FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D. mengatakan bahwa semua jenis vaksin bisa digunakan sebagai booster.

“Semua vaksin berpotensi menjadi booster, tentunya setelah melalui uji klinis. Hal ini untuk membuktikan keamanan dan hasil gunanya sebagai booster,” kata Tri Wibawa dikutip dari Ugm.ac.id pada Kamis (23/12).

Mengenai hal ini, UGM juga ikut mengembangkan vaksin booster “merah putih” guna mendukung program pemerintah memberantas Virus Corona. Lantas seperti apa perkembangan pengembangan vaksin tersebut? berikut selengkapnya:

Advertisement

Perkembangan Vaksin Merah Putih di UGM

©2020 REUTERS

Advertisement

Upaya pengembangan vaksin nasional mulai dilakukan oleh sejumlah institusi dan perguruan tinggi. Tak terkecuali Perguruan Tinggi UGM yang turut mengembangkan vaksin merah putih.

“Pengembangan vaksin ini sangat kompleks. Untuk sampai ke tahap uji klinis saja prosesnya masih panjang. Saat ini kita sedang mempersiapkan uji imunogenits ke hewan,” kata Tri Wibawa.

Fokus Pengembangan

©2020 REUTERS

Tri Wibawa mengatakan bahwa dalam pengembangan vaksin merah putih, UGM berfokus pada pengembangan vaksin berbasis DNA protein rekombinan dan menggunakan Carbonated Hydroxyapatite (CHA) sebagai adjuvan.

“Yang membedakan pengembangan vaksin UGM ini dengan yang lainnya adalah pada platform teknologinya yakni rekombinan protein,” kata Tri Wibawa.

Ia mengatakan bahwa setiap platform pengembangan vaksin memiliki keunggulan dan kelemahan. Menurutnya, vaksin yang dikembangkan UGM lebih menjanjikan untuk mengurangi potensi efek samping. Tak hanya itu, vaksin tersebut diyakini juga akan lebih mudah diproduksi secara massal.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.