Tinggi Gelombang Samudra Hindia Capai 6 Meter, Ini Dua Imbauan BMKG
Memasuki puncak musim hujan, tinggi gelombang di Samudera Hindia yang berada di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY berpeluang tinggi mencapai 6 meter. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk wilayah perairan selatan Jabar, Jateng, dan DIY.
Memasuki puncak musim hujan, tinggi gelombang di Samudera Hindia yang berada di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY berpeluang tinggi. BKMG menyebut gelombang tinggi ombak diperkirakan mencapai 6 meter.
"Peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh pusat tekanan rendah sebesar 1.008 hPa di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dan selatan Jawa Timur," kata analis cuaca BMKG Stasiun Meterologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan, Rabu (4/3).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang tinggi untuk wilayah perairan selatan Jabar, Jateng, dan DIY yang berlaku hingga Kamis (5/3) dan akan diperbaharui menunggu perkembangan terkini.
Nelayan Harus Waspada
Terkait dengan adanya gelombang tinggi, Rendi mengimbau para nelayan untuk selalu waspada. Dia juga mengimbau bagi semua pihak yang melakukan aktivitas di laut untuk selalu mengikuti perkembangan informasi mengenai tinggi gelombang laut yang dikeluarkan BMKG.
Dilansir dari Antaranews.com, Rendi mengatakan gelombang setinggi 4-6 meter yang masuk kategori sangat tinggi berpeluang terjadi di Samudera Hindia bagian Jabar, Jateng dan DIY.
Selain itu, gelombang setinggi 2,5-4 meter yang masuk kategori tinggi berpeluang terjadi di perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut, perairan selatan Tasikmalaya, perairan selatan Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan selatan Yogyakarta.
Waspadai Angin Kencang
Seperti dikutip dari Antaranews.com, Rendi menegaskan nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil harus mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
2020 Dok. Liputan6 & Brilio
Sementara itu operator tongkang dihimbau untuk mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Untuk kapal feri dihimbau untuk mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Sedangkan kapal berukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar dihimbau untuk mewaspadai angin dengan kecepatan 27 knot dan gelombang di atas 4 meter.