Tanah Ambles Rusak 9 Rumah di Dusun Situ Cilacap, Ini 4 Faktanya
Memasuki musim hujan, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cilacap terus saja terjadi. Selain banjir, bencana tanah longsor juga mengancam. Bahkan bencana itu menyebabkan sembilan rumah di Dusun Situ, Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, rusak.
Memasuki musim hujan, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cilacap terus saja terjadi. Selain banjir, bencana tanah longsor juga mengancam. Bahkan bencana itu menyebabkan sembilan rumah di Dusun Situ, Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, rusak. Di antara kesembilan rumah rusak itu, sebagian besar mengalami rusak berat dan sebagian kecil hanya rusak ringan.
“Tembok dapur rumah, tembok bagian belakang, dan samping, hampir ambles serta banyak pula rumah yang retak,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy, dikutip dari Liputan6.com pada Selasa (15/12).
Berikut kondisi terkini bencana banjir dan tanah longsor di Cilacap:
Jumlah Warga yang Terdampak
©2016 merdeka.com/chandra iswinarno
Setelah peristiwa itu, pada Selasa (15/12) petugas BPBD Cilacap bersama Pemerintah Desa Karangkemiri melakukan peninjauan ke lokasi bencana. Walau begitu, Tri mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui persis jumlah warga yang terdampak pada peristiwa longsor itu.
Berdasarkan peninjauan itu, diketahui sembilan rumah yang rusak itu adalah milik Sudin, Saru, Sayid, Saiman, Sani, Bodong, Ibu Dirsem, Tugino, dan Mukiyat. Adapun keluarga yang rumahnya rusak itu diungsikan ke rumah tetangga yang lebih aman.
“Kalau ada hujan lebat lebih baik mengungsi,” kata Tri dikutip dari Liputan6.com
Sebagian Besar Wilayah Perbukitan
©2016 Merdeka.com
Menurut Tri, peninjauan lapangan itu diperlukan untuk menentukan langkah yang akan dilakukan agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, data-data yang terkumpul dari hasil peninjauan itu juga penting untuk mendistribusikan bantuan.
Selain itu, Tri juga menjelaskan bahwa sebagian wilayah Jeruklegi termasuk Desa Karangkemiri merupakan wilayah perbukitan. Hujan deras yang terjadi di wilayah itu kerap kali memicu bencana longsor atau gerakan tanah.
Oleh karena itu, dia meminta warga di sana untuk mewaspadai kemungkinan gerakan tanah susulan.
Banjir Terus Meluas
©2014 merdeka.com/chandra iswinarno
Sementara itu, banjir yang terjadi di Cilacap justru terus meluas dan tinggi genangannya terus bertambah. Hal ini terjadi seiring dengan hujan lebat yang tak henti mengguyur wilayah itu. Oleh karena itu, sebanyak 12.268 rumah di Kecamatan Sidareja, Cilacap terdampak banjir. Warga yang tinggal di sana pun mulai diungsikan.
“Genangan cukup besar dan cukup tinggi, antara 20-150 sentimeter. Ini memang sedang bergerak untuk evakuasi, baik di Sudagaran maupun di Sidamulya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Sidareja, Agus Sudaryanto.
Warga Telat Mengungsi
©2014 merdeka.com/chandra iswinarno
Hingga Selasa (15/12) siang, sebanyak 120 keluarga yang terdiri dari 364 jiwa telah mengungsi. Jumlah pengungsi dipastikan terus bertambah karena rendaman air terus meninggi. Pada hari itu, genangan mencapai 50-150 sentimeter. Sementara petugas relawan terus membantu distribusi bantuan untuk pengungsi.
“Baru tadi pagi (15/12) warga mau mengungsi. Padahal kita menyarankan sudah sejak Minggu. Hari Senin juga diharapkan mau mengungsi, tapi ternyata baru mengungsi Selasa ini,” kata Agus dikutip dari Liputan6.com pada Selasa (15/12).