Tak Wajibkan Rapid Test, Tiket Bus Trayek Ini Ludes Diborong Pemudik
Sejak tanggal 1 Januari kemarin tiket armada bus yang melayani jalur Gunung Kidul-Jakarta sudah habis dipesan oleh para perantau. Dibandingkan transportasi umum lainnya, ketentuan untuk bisa memperoleh tiket bus relatif mudah.
Pada masa awal-awal pandemi bulan Maret hingga Mei silam, pergerakan orang-orang yang ingin pergi ke luar kota dibatasi. Penyekatan terjadi di mana-mana. Kendaraan yang terciduk dipaksa untuk berbalik arah. Bahkan orang-orang yang telah pulang ke kampung halaman kesulitan untuk kembali ke perantauan di mana mereka harus mencari nafkah.
Namun kini kondisinya telah berbeda. Warga-warga dari luar kota bisa kembali bepergian lagi ke manapun mereka inginkan asal menjalankan protokol kesehatan yang berlaku. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan para pemudik untuk kembali ke tempat perantauan. Tak terkecuali bagi para warga di Gunung Kidul.
Bahkan saking banyaknya para pemudik yang ingin kembali ke perantauan, sejak tanggal 1 Januari kemarin tiket armada bus yang melayani jalur Gunung Kidul-Jakarta sudah habis dipesan oleh para perantau. Dibandingkan transportasi umum lainnya, ketentuan untuk bisa memperoleh tiket bus relatif mudah.
Tak seperti pesawat dan kereta api, para pengusaha bus tidak mensyaratkan surat rapid test di mana biaya untuk melakukan tes itu lumayan besar. Berikut selengkapnya:
Tiket Ludes Diborong Pemudik
©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar
Seorang agen tiket bus Maju Lancar di daerah Sambipitu, Pathuk, Gunungkidul, Nurhayati, mengatakan, sejak tanggal 1 hingga 4 Januari, tiket bus yang ia jual sudah habis dipesan. Jikapun ada yang bisa mendapatkan tiket secara dadakan, itu kemungkinan karena ada pembatalan. Dalam sehari, bus Maju Lancar memberangkatkan belasan armada ke berbagai jurusan di mana yang paling banyak adalah tujuan Jakarta.
Hal yang sama pula dirasakan Sri, agen Bus Rosalia Indah Sambipitu. Sejak tanggal 1 Januari 2021 kemarin, tiket bus keberangkatan telah habis terjual. Kondisi itu berlaku hingga Senin (4/1).
“Sudah habis dipesan. Alhamdulillah sudah kembali normal,” kata Sri dikutip dari Liputan6.com pada Senin (4/1).
Daerah yang Dituju
©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar
Berdasarkan keterangan Sri, Bus Rosalia Indah memberangkatkan sebanyak 11 armada ke Jakarta dalam sehari. Untuk pagi hari, ada 4 bus yang diberangkatkan. Sementara itu sore harinya ada 7 bus yang diberangkatkan.
Namun selain ke Jakarta, ada beberapa armada bus lain yang diberangkatkan dengan tujuan Sumatera. Walau begitu, bus yang paling banyak diburu pemudik adalah tujuan Jakarta karena banyak warga Gunungkidul yang merantau ke Jakarta.
Tiket Murah dan Tak Wajib Rapid Test
©Liputan6.com/Faizal Fanani
Untuk harga tiket sendiri, Sri menjelaskan ada kenaikan walau tidak terlalu besar. Dibandingkan hari biasa, pada arus balik ini para pemudik dikenakan kenaikan tiket sebesar Rp20-30 ribu tergantung jurusan dan kelas bus yang dipilih.
Sementara itu salah satu pemudik bernama Roby mengaku memilih armada bus untuk kembali ke perantauan karena persyaratan yang tidak terlalu ribet. Tak seperti angkutan umum lainnya, para pengusaha bus ini tidak mensyaratkan rapid test untuk dapat memperoleh tiket.
“Kalau naik kereta atau pesawat kan harus rapid test dulu. Padahal biayanya lumayan besar,” beber Roby dikutip dari Liputan6.com.