LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Tak Pernah Berorasi Secara Terbuka, Ini Kisah di Balik Foto Heroik Bung Tomo

Salah satu potret Bung Tomo yang sedang berorasi merupakan foto ikonik legendaris yang kerap kali muncul dalam momen Hari Pahlawan. Namun sesungguhnya, Bung Tomo tidak pernah berorasi di lapangan terbuka kecuali saat kampanye pemilu tahun 1955. Lalu pada momen apa foto legendaris itu dibuat?

2020-11-10 05:33:00
Jateng
Advertisement

Sutomo, atau lebih akrab disapa Bung Tomo, merupakan tokoh di balik Pertempuran 10 November di Surabaya. Dalam perang itu, Bung Tomo turut berperan dengan mengobarkan semangat rakyat Surabaya dan para pejuang Indonesia.

Sosoknya pun juga dikenal sebagai tokoh yang penuh semangat saat berorasi. Salah satu potret Bung Tomo yang sedang berorasi merupakan foto ikonik legendaris yang kerap kali muncul dalam momen Hari Pahlawan.

Dalam foto itu, Bung Tomo tampak melotot dan dengan pakaian perangnya seperti sedang berpidato dengan garang di depan pengeras suara sambil mengacungkan jari telunjuk. Sementara itu di belakangnya tampak payung bergaris-garis yang seolah menjadi pelindung mimbar tempatnya berorasi.

Advertisement

Namun sesungguhnya, Bung Tomo tidak pernah berorasi di lapangan terbuka kecuali saat kampanye pemilu tahun 1955. Selama pertempuran itu, dia lebih banyak mengobarkan semangat para pejuang dengan pidato yang disiarkan melalui radio. Hal inilah yang diungkapkan Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro.

Lalu pada momen apa foto legendaris itu dibuat? Apakah foto itu ada kaitannya secara langsung dengan Pertempuran 10 November? Berikut penuturan penjelasan lengkap Sejarawan Unair.

Advertisement

Foto Diambil di Hotel

©wordress.com

Menurut Purnawan, foto tersebut diambil setelah pertempuran 10 November terjadi, yaitu ketika Bung Tomo sedang berada di Malang pada tahun 1947. Selain itu, pose orasi itu hanyalah hasil pengarah gaya yang mengambil foto. Sementara payung di belakangnya merupakan payung yang berada di hotel.

Dalam foto terlihat Bung Tomo mengenakan pakaian selayaknya baju militer. Purnawan mengatakan, saat foto diambil, Bung Tomo belum berpangkat militer.

“Bung Tomo baru diberi pangkat militer tahun 1950-an. Sebelumnya sipil murni,” ungkap Purnawan dikutip dari Liputan6.com.

Menggambarkan Perjuangan Bung Tomo

©2020 Merdeka.com/strategi.id

Walaupun tak terkait langsung dengan peristiwa 10 November, potret itu menjadi sangat ikonik dan bernilai tinggi hingga saat ini. Hal itu tak lepas dari peran Bung Tomo yang sangat penting di Surabaya. Menurut Purnawan, foto itu sangat menggambarkan peran perjuangan Bung Tomo.

“Bung Tomo adalah seorang tokoh dan foto tersebut sangat merepresentasikan peran dia di Surabaya. Mengacu pada suara pidatonya yang hebat dan menggelora,” ungkap Purnawan dikutip Merdeka.com dari Liputan6.com pada Senin (9/11).

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.