Sudah Ada Sejak Zaman Sunan Kalijaga, Ini 4 Fakta Pecel yang Jarang Diketahui
Pecel adalah salah satu makanan populer di kalangan masyarakat Jawa terutama di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Walau begitu, asal nama dan asal daerah tempat ditemukannya pecel untuk pertama kali belum diketahui secara pasti.
Pecel adalah salah satu makanan populer di kalangan masyarakat Jawa terutama di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Walau begitu, asal nama dan asal daerah tempat ditemukannya pecel untuk pertama kali belum diketahui secara pasti.
Pecel merupakan makanan yang terdiri dari sayur yang direbus dengan tambahan lauk. Sayur yang dihidangkan antara lain kacang panjang, taoge, daun singkong, dan daun kemangi.
Sayuran itu kemudian dibumbui dengan sambal kacang yang terbuat dari campuran kencur, gula merah, garam, cabai, kecombrang, daun jeruk purut, dan kacang tanah. Setelah itu pecel diberi lauk yang masing-masing kota berbeda dalam penyajian lauk pauknya. Berikut ini adalah 4 fakta sejarah kuliner pecel.
Macam-macam Pecel
©2020 Merdeka.com/graved.com
Pecel umumnya dijual di pasar-pasar tradisional atau warung kaki lima di pinggir jalan. Setiap dihidangkan, terdapat makanan penyerta pada pecel seperti kerecek, ayam, lele, tempe, tahu, dan sebagainya. Bahkan pada beberapa daerah, mie kuning bisa dijadikan sebagai makanan penyerta pecel.
Saking terkenalnya, makanan ini memiliki nama yang berbeda pada masing-masing daerah seperti pecel Madiun, pecel Ponorogo, pecel bledek, pecel punten, pecel kenci, dan pecel bunga turi.
Salad Ala Orang Jawa
©iStock
Dilansir dari Sejarahunik.net, konsep hidangan pecel mirip dengan konsep hidangan salad dari Eropa. Keduanya sama-sama menggunakan sayur sebagai bahan utama dan juga menggunakan topping. Perbedaannya, jika salad menggunakan saos mayonaise sebagai topping, maka pecel menggunakan sambal kacang.
Sambal kacang yang disiramkan di atas pecel juga sering disebut bumbu pecel. Setiap daerah di Jawa yang menjadikan pecel sebagai kuliner daerah mereka memiliki bahan bumbu pecel yang berbeda dan rasa yang berbeda pula.
Konon Berasal dari Yogyakarta
©iStock
Menurut ahli gastronomi Universitas Gadjah Mada Murdijati Gardjito, berdasarkan kitab Babad Tanah Jawi, hidangan pecel mulanya berasal dari Yogyakarta. Murdijati menerangkan dalam buku itu diceritakan bahwa Ki Gede Pamanahan menghidangkan pecel kepada Sunan Kalijaga saat mereka bertemu di pinggir sungai.
Sunan Kalijaga yang belum pernah melihat makanan itu kemudian bertanya kepada Ki Gede Pamanahan. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Ki Gede Pamanahan,”Puniko ron ingkang dipun pecel (ini adalah dedaunan yang telah direbus dan diperas airnya).”
Sampai Luar Negeri
Keberadaa pecel sebagai makanan khas masyarakat Jawa telah menyebar sampai luar negeri, salah satunya Suriname. Pecel di Suriname memiliki perbedaan rasa pada bumbu dan isinya karena mengikuti selera masyarakat di sana.
Selain itu, salah satu varian pecel yaitu pecel lele menjadi menu favorit di Swiss. Kalau di Indonesia seporsi pecel dihargai 8-12 ribu rupiah saja, di Swiss satu porsi pecel lele bisa dihargai 15 euro atau sekitar 225 ribu rupiah.