LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Sudah Ada Sejak Zaman Mataram, Ini 3 Fakta Sejarah Kerajinan Perak Kotagede

Di kawasan Kotagede, Yogyakarta, berdiri banyak toko-toko kerajinan perak yang sudah dikenal hingga ke penjuru negeri. Berdasarkan sejarahnya, kerajinan perak di Kotagede sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam berdiri pada abad ke-16.

2021-08-21 11:23:00
DIY
Advertisement

Kawasan Kotagede, Kota Yogyakarta, selama ini dikenal sebagai sentra industri perak. Di sana berdiri banyak toko-toko penjualan perak yang sudah dikenal hingga ke penjuru negeri.

Berdasarkan sejarahnya, kerajinan perak di Kotagede sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam berdiri pada abad ke-16. Pada waktu itu, abdi dalem kriya diperintahkan Panembahan Senopati untuk membuat perhiasan untuk kebutuhan kraton.

Tradisi pembuatan kerajinan perak itu terus berlanjut hingga masa pemerintahan Sultan HB VIII. Seiring waktu, kerajinan perak di Kotagede mulai dikenal dunia. Lalu bagaimana sejarah perkembangan industri kerajinan perak di sana?

Advertisement

Mulai Dikenal Dunia

©panduanwisata.id

Advertisement

Dilansir dari kanal YouTube BPNP DIY, industri perak Kotagede mulai berkembang dan dikenal pasaran dunia ketika para pengrajin perak di sana mulai berinteraksi dengan para pedagang dari bangsa Belanda. Waktu itu, para pedagang dari negeri kincir aingin itu memesan kebutuhan rumah tangga untuk orang-orang Eropa dengan bahan perak seperti sendok, garpu, sendok nasi, panci, piring, dan cangkir.

“Ukiran perak Kotagede terinspirasi dari ukiran bangunan-bangunan kuno yang ada di Jawa seperti di Candi Mantingan, Candi Prambanan, dan lain-lain. Inilah keunikan Kotagede yang tak dimiliki daerah lain, yaitu seni ukir perak. Dari sinilah kemudian Kotagede mengalami masa keemasan,” terang Priyo Salim, pengusaha dan pengrajin perak Kotagede.

Masa Keemasan

©panduanwisata.id

Dalam periode selanjutnya, kerajinan perak di Kotagede mengalami masa keemasan, tepatnya antara tahun 1930-1940-an. Waktu itu muncul perusahaan-perusahaan baru pengrajin perak. Berbagai motif baru ukiran perak kemudian diciptakan. Bahkan kualitas hasil kerajinan perak ditingkatkan.

Seiring berkembangnya perusahaan-perusahaan perak tersebut, mereka kemudian berhasil mengembangkan kerja sama dengan pihak luar negeri. Secara umum, kerajinan perak di Kotagede terbagi atas beberapa jenis seperti kalung, gelang, cincin dan anting, miniatur, dekorasi atau hiasan dinding, serta aneka kerajinan lainnya.

Mulai Luntur

©panduanwisata.id

Kini, kerajinan perak di Kotagede mulai luntur. Kerajinan itu kini sedang mengalami surut dalam produksi. Kini, para pengrajin tak bisa menjadikan perak sebagai tumpuan hidup keluarga.

Bahkan, terjun ke industri perak dijadikan pilihan terakhir ketika mereka tidak mendapatkan pekerjaan yang lain. Tapi para pengrajin perak di sana tetap optimis kerajinan perak di sana akan kembali ke masa kejayaannya seperti di masa lalu.

“Sekarang yang mau beli siapa? Harus mampu bersaing. Yang penting pemasaran harus dikembangkan,” kata Budi Harjono, Abdi Dalem Kotagede dikutip dari YouTube BNPB.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.