LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

21 Tahun Meneliti Reptil, Wanita Asal Temanggung Ini Ngaku Bisa Bicara dengan Ular

Lydia Aprilia Sari adalah seorang wanita yang tinggal di Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Ia merupakan seorang peneliti ular yang sudah 21 tahun berkecimpung di bidang tersebut. Konon, karena pengalamannya yang cukup lama itu, dia dijuluki “sang maestro reptil” dan punya kemampuan unik yaitu bisa berbicara dengan ular.

2020-07-18 16:15:00
Jateng
Advertisement

Lydia Aprilia Sari adalah seorang wanita yang tinggal di Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Ia merupakan seorang peneliti ular yang sudah 21 tahun berkecimpung di bidang tersebut. Konon, karena pengalamannya yang cukup lama itu, dia dijuluki “sang maestro reptil” dan punya kemampuan unik yaitu bisa berbicara dengan ular.

Dilansir dari YouTube Panji Petualang, selain bisa berbicara dengan ular, wanita yang akrab disapa Mbak Lydia itu juga pernah memperoleh penghargaan Kalpataru atas jasanya di bidang pelestarian lingkungan. Berikut selengkapnya:

Advertisement

Edukasi Masyarakat

©YouTube/Panji Petualang

Selain meneliti ular, Mbak Lydia juga giat mengedukasi masyarakat tentang ular. Misalnya saja Ia mengenalkan berbagai jenis ular, mulai dari yang tidak berbisa sampai yang bisanya mematikan. Bahkan Ia juga telah mengumpulkan berbagai jenis ular dari jenis-jenis tersebut.

Advertisement

Atas sepak terjangnya yang luar biasa itu, dia telah meraih berbagai penghargaan, salah satunya Juara II Kalpataru tingkat Kabupaten Temanggung di bidang Perintis Lingkungan.

Koleksi 10 Ular Piton

Di rumahnya, Lydia mempunyai banyak jenis ular. Bahkan di sana Ia mengoleksi 10 ular piton. Ular piton paling panjang yang dikoleksi Lydia berukuran 4 meter. Semua ular piton itu ia rawat sendiri.

Pada saat Panji Petualang mengunjungi rumah Mbak Lydia, beberapa ular yang dilepas dari dalam kotak kontainer plastik itu tampak patuh dengan pemiliknya. Lydia mengatakan ia telah merawat ular itu sejak kecil.

“Ini sudah saya pelihara sejak umur satu bulan dan bisa diajak ngobrol. Jadi kalau kotak kandang ini dibersihin saya suruh main di atas kotak yang lain di situ. Sudah dia langsung nurut main di situ saja, tidak ke mana-mana,” kata Lydia dikutip dari YouTube Panji Petualang.

Sudah 21 Tahun Meneliti Ular

Lydia sendiri sudah 21 tahun fokus berkecimpung di dunia ular. Dalam waktu yang cukup lama itu, dia telah melakukan banyak hal seperti edukasi kepada masyarakat hingga menjadi pembicara seminar. Di rumahnya Ia juga mengumpulkan spesimen ular Indonesia yang sudah mati.

“Jadi memang sudah mati, bukan dimatiin. Biasanya ada teman yang punya ular kalau mati langsung dibuang. Nah dari pada dibuang mending saya awetkan,” kata Lydia.

Bisa Bicara dengan Ular

©YouTube/Panji Petualang

Dalam kesempatan itu, Lydia juga memamerkan ular piton terbesar yang ia miliki. Nama ular piton itu Donat. Ular itu memiliki panjang 4 meter. Ketika keluar dari kotak, Lydia langsung menyapa Donat.

“Kok belum ganti kulit sih nat?” kata Lydia kepada Donat. Dipanggil namanya, Donat langsung memberi respon dengan mengarahkan kepalanya pada Lydia.

Saat Donat menghadapkan muka padanya, Lydia langsung berkata pada ular itu kalau kandangnya mau dibersihkan. Dia kemudian meminta Donat keluar.

Ular itu langsung menghadapkan wajahnya ke petunjuk arah yang dimaksud Lydia. Sementara kandangnya dibersihkan, Donat bermain-main dengan Panji Petualang.

“Aduh, enaknya digendong Om Panji. Udah lama nggak digendong, kan,” kata Lydia kepada Donat.

Kisah Donat

Donat adalah seekor ular piton berusia 7 tahun. Lydia bercerita, dia mengadopsi Donat saat usianya 4 tahun. Pemilik lama menyerahkan Donat kepada Lydia karena kewalahan mengurus ular itu. Belum lagi ternyata pegawainya takut dengan keberadaan Donat.

Saat kandang dibersihkan, Donat hanya bermain-main di atas kotak.

“Gaya king kobra-nya gimana coba,” ujar Lydia meminta Donat menirukan gaya salah satu ular mematikan itu.

Alasan Lidya Terjun ke Dunia Ular

©YouTube/Panji Petualang

Awalnya, Lidya terjun ke dunia ular karena pengenalan tentang hewan itu kepada masyarakat masih dinilai jarang. Walaupun keberadaannya berada di sekitar manusia, namun literatur atau sumber-sumber mengenai ular masih sulit didapatkan. Karena itulah Lydia ingin meneliti tentang banyaknya ular di Indonesia.

Hasil penelitian itu rencananya akan dijadikan buku untuk sumber pengetahuan bagi masyarakat. Dengan adanya pengetahuan itu, diharapkan masyarakat tidak takut lagi saat berjumpa dengan ular.

Tak hanya itu, alasan lain Lydia terus mengenalkan ular pada masyarakat karena menurutnya ular juga punya hak untuk hidup bersama manusia.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.