Shalat Gerhana Matahari Disebut Kusuf, Berikut Niat dan Tata Caranya
Fenomena gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Setiap Muslim yang mengetahui akan terjadi gerhana, dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah kusuf, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan.
Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda di angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Adapun gerhana yang pernah terjadi di Bumi adalah gerhana bulan dan gerhana matahari.
Baca juga: Tata Cara Shalat Gerhana Matahari Sesuai Ajaran Nabi
Dalam Islam, fenomena gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Setiap Muslim yang mengetahui akan terjadi gerhana, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah kusuf, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, yang artinya:
"Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan shalatlah kalian,"(HR Bukhari-Muslim).
Shalat gerhana matahari disebut juga sebagai shalat kusuf. Sementara itu, gerhana bulan sering disebut shalat sunnah khusuf. Maka dari itu, niat shalat gerhana yang diucapkan tidak sama.
Lantas, apa hukum shalat gerhana matahari dan bagaimana tata caranya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari NU Online:
Hukum Shalat Gerhana Matahari
©2021 Felipe Trueba/Courtesy of Imagen Chile/Handout via REUTERS
Shalat sunah gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah, sedangkan shalat sunah gerhana bulan pada tahun kelima Hijriyah. Sementara itu, menurut pendapat yang kuat shalat gerhana dilakukan pada bulan Jumadal Akhirah.
Seperti mengutip dari NU Online, mayoritas ulama menyatakan hukum menjalankan shalat gerhana adalah sunah muakkad. Pendapat ini didasarkan pada salah satu surah Al-Qur'an, yang artinya:
"Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya," (QS Fushilat [41]: 37).
Niat Sholat Gerhana Matahari
Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillahi ta’aalaa.
Artinya:
"Saya niat sunah gerhana matahari sebagai imam/makmum karena Allah semata."
Tata Cara Shalat Gerhana Matahari
©Kena Betancur/AFP
Para ulama bersepakat bahawa tidak disyariatkan azan dan ikamah dalam rangkaian pelaksanaan sholat gerhana. Namun, disunahkan untuk menyeru jemaah untuk melakukan shalat dengan seruan “ash-shalatu jaami’ah”. Adapun tata cara shalat gerhana matahari sebagai berikut:
1. Niat
2. Takbiratul Ihram
3. Membaca doa iftitah yang dilanjutkan Al-Fatihah dan surat lain dengan ayat yang panjang dan suara yang keras
4. Rukuk sambil memanjangkan bacaannya
5. Bangkit dari ruku (itidal)
6. Tidak langsung sujud namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat dengan ayat yang lebih pendek
7. Kembali ruku yang bacaannya tidak sepanjang yang pertama
8. Itidal
9. Sujud yang lamanya seperti ruku dilanjutkan duduk di antara dua sujud serta sujud kembali
10. Bangkit dari sujud dan mengerjakan rakaat kedua dengan bacaan dan gerakan seperti sebelumnya namun lebih singkat
11. Salam.
Doa saat Terjadi Gerhana
Saat terjadi gerhana matahari, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa. Seperti dikutip dari Elbalad, berikut doa saat terjadi gerhana yang bisa dibaca:
"Alhamdulillah hamdan daaiman toohiron thoyyiban mubarokan fiih. Mil’ussamawati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa baina huma, wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du. Ahaqqo maa qoolal abdu, wa kunna laka abdun."
Artinya: "Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi apa yang ada di antara mereka dan mengisi apa pun yang Anda inginkan. (Dia) yang paling berhak memanggil hamba dan kami semua adalah hamba."