Sempat Bingung Jalani Hidup, Ini Cerita Pilu Ifan Seventeen Usai Selamat dari Tsunami
Baru-baru ini, Ifan Seventeen menceritakan bagaimana perasaan yang dialaminya pasca kejadian tersebut. Ia juga bercerita mengenai hidupnya setelah ditinggalkan istri dan teman-temannya.
Seventeen merupakan grup band yang terbentuk di Yogyakarta pada tahun 1999. Puluhan tahun berkarya, para personel Seventeen mengalami nasib nahas saat mengisi acara di Pantai Tanjung Lesung pada akhir 2018 lalu. Mereka turut menjadi korban dari bencana tsunami yang menerjang pantai tersebut.
Sang vokalis, Ifan, menjadi satu-satunya personel Seventeen yang selamat. Formasi Seventeen pun kini tinggal menyisakan Ifan seorang. Bahkan di musibah tersebut, Ifan juga harus kehilangan istri tercintanya, Dylan Sahara.
Baru-baru ini, Ifan Seventeen menceritakan bagaimana perasaan yang dialaminya pasca kejadian tersebut. Ia juga bercerita mengenai hidupnya setelah ditinggalkan istri dan teman-temannya.
Dengar Detak Jantung Sendiri di Dalam Air
You Tube - Melaney Ricardo
Hal itu diungkapkan oleh Ifan Seventeen dalam video perbincangannya bersama Melaney Ricardo yang diunggah di kanal Youtube Melaney Ricardo pada Kamis (14/1). Kepada Melaney, Ifan bercerita mengenai keadaannya saat dihantam gelombang tsunami. Dalam kondisi tersebut, Ifan sempat merasakan sakaratul maut saat tergulung ombak.
"Ya maksudnya, karena memang waktu gue tenggelam ada proses juga, gue sudah sakratul maut. Gue udahan di kerongkongan. Gue sampai bisa mendengar detak jantung gue sendiri di dalam air," ungkap Ifan.
Curhat Kepada Ustaz
Akibat bencana tersebut, Ifan harus kehilangan istri dan semua personal Seventeen. Ia pun mengalami duka mendalam hingga sempat kebingungan dalam menjalani hidup. Tak ingin lama hilang arah, penyanyi 37 tahun ini kemudian meminta nasihat kepada seorang ustaz.
"Gue bilang, 'Ustaz, gue enggak tahu harus hidup dengan apa, gue harus hidup untuk apa'," tutur Ifan.
Hidup untuk Orang Lain
Lebih lanjut, Ifan menjelaskan nasihat yang diberikan oleh ustaz tersebut. Ia mendapat nasihat bahwa seharusnya ia hidup tak sendiri namun harus hidup untuk orang lain.
"Terus dia bilang, intinya gini, 'Pada saat lu enggak tahu harus hidup untuk apa, mungkin memang lu sekarang hidup bukan untuk diri lu sendiri, tapi untuk orang lain'," tutur Ifan.