Sebut sebagai Sosok yang Tipis-tipis, Ini Cara Siti Fauziah Bangun Karakter Bu Tejo
Film “Tilik” berhasil menarik perhatian masyarakat berkat karakter Bu Tejo yang menjadi tokoh utama dalam film itu. Siti Fauziyah Saekhoni, pemeran karakter Bu Tejo dalam film “Tilik” pun tak luput jadi sorotan. Siti menceritakan bagaimana ia membangun karakter Bu Tejo yang menjadi viral itu.
Sejak ditayangkan di YouTube pada 17 Agustus 2020 silam, film Tilik berhasil menarik perhatian masyarakat. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah karakter Bu Tejo yang menjadi tokoh utama dalam film itu.
Karakter Bu Tejo digambarkan sebagai sosok “lambe turah” yang suka membicarakan kejelekan orang lain. Karakternya itu kemudian viral dan menjadi perbincangan warganet. Ada dari mereka yang merasa punya tetangga seperti Bu Tejo. Ada pula yang menganggap sosok Bu Tejo sebagai juara netizen paling nyinyir 2020.
Siti Fauziyah Saekhoni, pemeran karakter Bu Tejo dalam film Tilik pun tak luput jadi sorotan. Dia-pun menceritakan bagaimana Ia membangun karakter Bu Tejo yang menjadi viral itu.
Berikut selengkapnya:
Karakter yang Tipis-tipis
©YouTube/Humas Jogja
Siti mengatakan bahwa dalam film itu karakter Bu Tejo digambarkan sebagai sosok yang “tipis-tipis”. Siti menjelaskan maksud “tipis-tipis” di sini adalah walaupun terlihat sombong, sebenarnya Bu Tejo adalah sosok yang tidak sombong.
“Bu Tejo ini wonge iki tipis-tipis (Bu Tejo ini orangnya tipis-tipis). Maksudnya dia dibilang sombong tapi sebenarnya juga tidak sombong,” kata Siti dikutip dari YouTube Ravacana Film.
Cara Bangun Karakter
©YouTube/Humas Jogja
Siti juga mengaku jika Ia membangun karakter Bu Tejo sesuai dengan kepribadiannya yang berasal dari masyarakat desa.
“Aku membangun karakternya berawal dari orang yang sama-sama susah. Sama-sama hidup di desa, sama-sama bekerja keras kalau ingin sukses,” ungkap Siti.
Karakter Bu Tejo Viral
Setelah tayang di YouTube, karakter Bu Tejo menjadi viral. Banyak orang yang merasa sosok Bu Tejo dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Ada pula yang menjadikan Bu Tejo sebagai meme yang digunakan sebagai kritik sosial terhadap kehidupan sehari-hari. Karena hal itulah Siti sebagai pemeran tokoh itu merasa bahagia tak terkira.
“Matur nuwun saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah mengapresiasi film Tilik sedemikian rupa sehingga saya sampai detik ini masih ndredeg (gemetaran -red) dan pengin nangis nulisnya,” tulis Siti dalam akun Instagramnya.
Menandakan Bangkitnya Film Lokal
Devie Rahmawati, Sosiolog Universitas Indonesia (UI) mengatakan keberhasilan film Tilik merebut hari para penonton merupakan sebuah penanda dari bangkitnya film lokal dan kemampuan masyarakat untuk berkarya di tengah pandemi COVID-19.
“Kehadirannya yang muncul di tengah-tengah kelesuan ekonomi kreatif kita menjadi oase baru yang menjadi penanda kebangkitan film lokal dan kemampuan masyarakat untuk berkarya,” kata Devie dikutip dari ANTARA pada Jumat (21/8).