Rawan Kecelakaan, Ini Alasan Motor Matic Tak Disarankan Lewat Jalan Tol di Atas Awan
Di samping keindahan alamnya, jalur "tol di atas awan" yang menghubungi Jalan Pantura dengan Dataran Tinggi Dieng memiliki tanjakan dan turunan yang curam serta rawan kecelakaan. Hal inilah yang membuat para pengendara motor matic diimbau tidak melintasi jalur itu.
Jalur Bawang-Dieng merupakan jalan tembus dari Jalan Raya Pantura menuju kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Jalur ini juga dikenal dengan nama jalan “tol di atas awan”.
Namun di samping keindahan alamnya, jalur ini memiliki tanjakan dan turunan yang curam serta rawan kecelakaan. Hal inilah yang membuat Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Adis Dani Garta menyarankan agar para pengendara motor matic tidak melintasi jalur ini.
“Bagi para pengendara sepeda motor matic, jalur ini rawan terjadi rem blong karena kendaraan tanpa gigi transmisi itu hanya mengandalkan rem. Sehingga cepat membuat overheat,” kata Adis dikutip dari Jatengprov.go.id pada Minggu (4/7).
Selain memiliki turunan yang tajam, apa lagi sebab para pengendara motor matic disarankan untuk tidak melintasi jalur itu? berikut selengkapnya:
Rawan Kecelakaan
©YouTube/Sulis Purnawan
Adis mengatakan, medan turunan yang curam itu berhadapan langsung dengan jurang di jalur Bawang-Dieng. Inilah yang sering menimbulkan kecelakaan. Karena lokasinya yang rawan ini dia meminta pemerintah daerah setempat untuk memasang pagar pengaman di jalur itu.
“Langkah pemasangan guard rail (pagar pengaman) diperlukan untuk mengurangi angka risiko kecelakaan. Selain itu kami juga menyarankan Pemkab agar jalur Bawang-Dieng diperlebar dan diberi rambu peringatan serta petunjuk arah,” terang Adis.
Tanggapan Bupati
©YouTube/Ganjar Pranowo
Sementara itu Bupati Batang, Wihaji mengatakan, sebenarnya pemerintah kabupaten sudah melakukan upaya antisipasi menekan angka kecelakaan di jalur itu dengan memasang rambu-rambu. Namun bila dirasa kurang, dia akan memerintahkan dinas terkait untuk menambah rambu peringatan itu.
Namun yang lebih penting lagi, Wihaji mengimbau agar para pengendara untuk berhati-hati saat melintasi jalur Bawang-Dieng karena kontur jalan yang sangat curam. Apalagi, di kanan kiri jalur itu terbentang jurang yang amat dalam.
“Kami minta para pengendara waspada dan jangan sampai terlena dengan halusnya kondisi jalan di sana,” imbau Wihaji dikutip dari Jatengprov.go.id.