Ratusan Warga Sleman Serentak Bersihkan Sungai di 10 Titik, Begini Keseruannya
Di Sleman, ratusan warga bersama Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) menggelar aksi bersih sungai serentak di 10 titik. Ketua FKSS AG Irawan mengatakan kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga sungai.
Hari libur biasanya dimanfaatkan warga untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai dari liburan, bersih-bersih rumah, dan ada pula yang mengadakan kegiatan dengan komunitas. Di Sleman, ratusan warga bersama Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) menggelar aksi bersih sungai serentak di 10 titik.
Ketua FKSS AG Irawan mengatakan, kegiatan bersih sungai itu dilakukan mulai dari hulu hingga hilir dua alur sungai, Sungai Pelang dan Sungai Kuning. Ada pula warga yang mengadakan kegiatan bersih sungai di Sungai Bedog.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didukung berbagai komunitas lain seperti Komunitas Pelang Pandansaren, Pelang Turen, Pelang Santren, dan sebagainya.
“Jika tiap komunitas mampu mengerahkan 50 orang warga setempat, maka ada sekitar 500 orang turun ke sungai untuk membersihkan sampah sungai di Sleman,” kata Irawan dikutip dari ANTARA pada Minggu (13/3).
Ajak Warga Peduli Sungai
©Instagram/@fks_sleman
Irawan mengatakan, aksi serentak itu bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kelestarian sungai. Melalui kegiatan itu, ia berharap rasa memiliki warga akan sungai menjadi makin kuat.
“Karena sungai merupakan nadinya bumi. Ibarat tubuh manusia, jika aliran nadinya terganggu, maka akan menimbulkan beragam gangguan kesehatan pada bagian tubuh yang lain,” kata Irawan.
Pentingnya Merawat Sungai
©Instagram/@fks_sleman
Irawan menjelaskan bahwa jika aliran sungai terganggu dengan sampah, limbah, alih fungsi aliran, serta hal-hal lain, kehidupan makhluk lain di sekitar sungai juga terganggu, tak terkecuali kehidupan manusia itu sendiri.
Keberadaan mata air yang besar dan melimpah di atas tidak akan terdistribusi hingga ke bawah dengan lancar jika aliran sungai tidak terawat baik.
“Sungai itu tempat mengalirnya air mulai dari hulu hingga hilir. Maka warga yang tinggal di tengah-tengah punya kewajiban menjaga mata air yang berada di hulu,” papar Irawan.
Harus Terus Dilakukan
©Instagram/@fks_sleman
Irawan mengatakan edukasi sungai harus terus dilakukan dengan beragam pola dan skema. Namun yang lebih penting, seluruh elemen masyarakat harus saling bersinergi dan berkomunikasi dalam merawat sungai.
Jika sinergi terjalin, kepedulian berbagai pihak mulai dari warga, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan media, akan meningkat.
“Semua dilakukan demi melestarikan keberadaan ‘nadi bumi’ yang terus menghidupi pertiwi,” kata Irawan.
Apresiasi Pemkab Sleman
©Instagram/@fks_sleman
Terkait kegiatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani mengapresiasi masyarakat yang terlibat, terutama warga yang tinggal di pinggiran sungai. Ia berharap gerakan itu bisa dilakukan secara konsisten agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.
“Jadi kita perlu terus bersinergi. Saya sangat berterima kasih pada warga yang mau membentuk komunitas peduli sungai dan terus bergerak untuk kelestarian lingkungan,” kata Epiphana dikutip dari ANTARA pada Minggu (13/3).
(mdk/shr)