Cerita Prilly Latuconsina Konsultasi Kesehatan Mental, Malah Dikira Sedang Riset
Meski punya segudang kesibukan, tentunya Prilly tak abai soal kesehatannya, termasuk kesehatan mental. Bahkan ia juga pernah melakukan konsultasi kepada seorang psikolog.
Sosok Prilly Latuconsina terus menggapai prestasinya sebagai seorang figur publik. Ia makin bersinar setelah dinyatakan lulus kuliah.
Belum lama ini Prilly resmi mengakuisisi klub sepakbola Liga 3 Persikota Tangerang. Tak sampai di situ, ia juga telah melakukan debutnya sebagai seorang produser di film Kukira Kau Rumah.
Meski punya segudang kesibukan, tentunya Prilly tak abai soal kesehatannya, termasuk kesehatan mental. Bahkan ia juga pernah melakukan konsultasi kepada seorang psikolog.
Berikut ulasannya.
Lagi Riset
You Tube - Hahaha Corp
Baru-baru ini, Prilly menceritakan pengalamannya saat konsultasi ke psikolog. Hal itu diungkapkan olehnya dalam video yang diunggah di kanal youtube Hahah Corp.
Saat bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala itu sedang konsultasi, sang psikolog malah mengira ia sedang riset sebuah film. Itu adalah efek samping dari Prilly yang jadi aktris terkenal.
"Aku pernah ke psikolog, terus psikolognya bilang gini 'kamu nggak lagi riset buat film kan?'" ungkap Prilly.
"Pskilognya su'udzon," timpal Ernest.
Kaget
Dalam konsultasinya, Prilly mengakui bahwa ia sudah menghabiskan banyak air mata untuk mencurahkan isi hatinya. Namun, sang psikolog justru mengiranya Prilly akan riset.
"Terus gue kayak (kaget). Gue udah nangis-nangis, dibilang riset," kata Prilly.
"Nggak bercanda itu. Dia ngomong beneran," imbuhnya.
Positive Thinking
Ernest kemudian mencoba melihat sisi positif dari momen itu. Ia berpendapat bahwa Prilly adalah seorang aktris dengan kualitas akting yang sangat natural.
"Soalnya takutnya kamu ke sini hanya untuk riset," ucap Prilly lagi.
"Kalau mau positive thinking dia menganggap akting lo sebagus itu," jawab Ernest.
"Mungkin ya, positif thinking aja. Terus gue jawab 'oh nggak kok, nggak ada project yang berhubungan sama ini'. Habis itu ganti psikolog," Prilly memungkasi.
(mdk/dem)