LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Potret Jepara Masa Kolonial, Disebut Sebagai Pelabuhan Terbaik oleh Penjajah

Salah satu pelabuhan yang ada di pesisir pantura itu adalah Pelabuhan Jepara. Di era jayanya, banyak pengelana Eropa yang singgah di pelabuhan ini. Bahkan seorang penulis Portugis, Tome Pires, menyebut bahwa Jepara merupakan sebuah teluk dengan pelabuhan yang indah.

2022-04-22 11:38:00
Jateng
Advertisement

Pada zaman dulu, pelabuhan-pelabuhan yang berada di pesisir utara Pulau Jawa merupakan tempat yang ideal untuk perdagangan antar pulau. Biasanya kapal-kapal dari berbagai pulau di Nusantara singgah di pelabuhan-pelabuhan itu untuk menawarkan dagangan mereka yang dibawa langsung dari tempat asal.

Tak hanya kapal-kapal dari kawasan Nusantara, ada pula kapal-kapal yang datangnya dari negeri nun jauh. Bahkan di antara mereka ada pula para pelaut dari Eropa yang sengaja singgah ke pelabuhan itu.

Salah satu pelabuhan yang ada di pesisir pantura itu adalah Pelabuhan Jepara. Di era jayanya, banyak pengelana Eropa yang singgah di pelabuhan ini. Bahkan seorang penulis Portugis, Tome Pires, menyebut bahwa Jepara merupakan sebuah teluk dengan pelabuhan yang indah.
Berikut potret pelabuhan Jepara di masa lalu:

Advertisement

Tempat Termasyhur

©Instagram/@saujanajepara

Advertisement

Di karyanya yang berjudul “Panggil Aku Kartini Saja”, penulis Pramoedya Ananta Toer menulis Jepara pada masa Kartini merupakan sebuah “tempat yang di masa jauh berlalu begitu masyhur”. Di sana pula berdiri sebuah pelabuhan pelabuhan terbaik milik kerajaan Demak. Dan juga “Sebuah kota bandar yang menjadi usat perniagaan di pesisir utara Jawa bagian tengah.”

Bahkan pada masa jayanya, Tom Pires, satu dari sekian pengelana dunia, mencatat bahwa Jepara merupakan teluk dengan pelabuhan yang indah. Dalam bukunya yang berjudul “Suma Oriental”, Pires memuji pelabuhan Jepara sebagai tempat berlabuh terbaik dari sekian pelabuhan yang pernah ia sambangi selama perjalanannya di abad ke-16.

Geliat di Pelabuhan Jepara Masa Lalu

©Ub.ac.id

Melansir dari kanal YouTube @saujanajepara, kemasyhuran pelabuhan Jepara tak lepas dari geliat niaganya yang hidup. Pada awal abad ke-16 Pelabuhan Jepara mampu mengekspor beras sebanyak 15.000 ton yang diangkut dengan 60 kapal jung ke kepulauan Maluku dan Banda per tahun. Selain itu ada pula komoditas seperti lada, garam, sutra, porselen, dan beragam rempah-rempah yang diperdagangkan di sana.

Maka tak heran, Pelabuhan Jepara kala itu menjadi persinggahan para pedagang lintas bangsa. Mereka biasanya memenuhi lambung kapal mereka dengan beras dari Jepara. Sebagai gantinya mereka mengedarkan komoditas dari negeri asal mereka di Jepara.

Pelabuhan Transit

©Instagram/@saujanajepara

Melansir dari Kemendikbud.go.id, pelabuhan Jepara pada abad ke-15 menurut ukuran waktu itu dikatakan cukup besar untuk menjadi tempat persinggahan kapal. Walau begitu, Pelabuhan Jepara sudah eksis sejak zaman klasik saat Kerajaan Kalingga berkuasa di tanah Jawa pada abad ke-7 Masehi. Selain itu Jepara juga ramai aktivitas perdagangan dengan orang-orang Maluku dengan rempah yang dimilikinya.

Adanya Pelabuhan Jepara ini mengindikasikan bahwa wilayah Jateng juga menjadi titik krusial jalur rempah Nusantara. Melalui jalur rempah ini, terbentuklah pertukaran dari berbagai aspek seperti pengetahuan, kebudayaan, dan lain sebagainya.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.