LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Pondok Pesantren di Rembang Ini Berada di Tengah Hutan, Begini Kisahnya

Pondok Pesantren Nurul Mustofa terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Rembang. Berbeda dari kebanyakan, ponpes itu banyak memiliki sisi keunikan, salah satunya perihal lokasinya yang berada di tengah hutan.

2021-05-04 12:16:00
Jateng
Advertisement

Pondok Pesantren Nurul Mustofa terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Rembang. Berbeda dari kebanyakan, ponpes itu banyak memiliki sisi keunikan, salah satunya perihal lokasinya yang berada di tengah hutan.

Selain itu, pondok pesantren itu berada di atas bukit. Dari sana, pengunjung dapat melihat panorama Laut Jawa yang memukau ditemani alunan kicau burung, terutama saat sore hari.

Pengasuh Ponpes Nurul Mustofa, Saifullah Abdullah, atau akrab disapa Gus Saiful, bercerita pada tahun 2016 silam, seorang warga Desa Bonang mewakafkan tanah seluas 3-4 hektare untuk dibangun pondok pesantren. Namun perlu usaha ekstra keras untuk mengubah kawasan yang tadinya semak belukar itu menjadi pondok pesantren.

Advertisement

Bahkan saat proses babat alas, tim pembangunan pondok banyak menjumpai ular berbisa dan gerombolan babi hutan. Berikut kisah dari pondok pesantren yang berada di tengah hutan itu.

Dulunya Hutan Belantara

Advertisement

©YouTube/Musyafa Musa

Gus Saiful bercerita, sebelum berdiri bangunan ponpes, tanah di sekitar Ponpes Nurul Mustofa adalah hutan di mana banyak ditumbuhi pohon jati yang meranggas serta bebatuan. Saat musim kemarau, tempat itu kering kerontang.

Namun saat memasuki musim kemarau, kondisi di sana begitu rimbun dan banyak hewan-hewan liar yang berkeliaran, beberapa di antaranya babi hutan dan ular berbisa.

“Ular dan babi hutannya sangat luar biasa. Tapi ada yang menarik juga seperti Burung Merak dan Rajawali. Itu yang sangat menghibur di sini,” kata Gus Saiful dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa pada Senin (3/5).

Ketenangan yang Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata

©YouTube/Musyafa Musa

Berada di kawasan hutan membuat suasana Ponpes Nurul Mustofa begitu asri dan damai. Hal inilah yang membuat banyak santri datang dari berbagai daerah untuk menuntut ilmu di ponpes tersebut. Gus Saiful mengungkapkan, ketenangan dan keindahan alam di tempat itu sulit ditemukan di tempat lain.

Di sanalah ia mengajarkan pada para santrinya untuk melebur dalam gerakan Islam yang indah dan Rahmatan Lil Alamin.

“Pada waktu datang ke sini, jemaah sering merasakan, kok kelihatannya ada sesuatu yang membuat hati ini adem. Memang, ‘sesuatu’ itu sulit disampaikan dengan kata-kata, karena itu adalah bahasa rasa,” imbuh Gus Saiful.

Meneruskan Perjuangan Sunan Bonang

©YouTube/Musyafa Musa

Pemerhati sejarah Islam di Lasem, Abdullah Hamid, mengatakan bahwa dulunya Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di Desa Bonang. Menurutnya, sejarah tersebut di masa millenial ini diteruskan oleh sosok Gus Saiful yang harus melewati perjuangan berat untuk mendirikan pondok pesantren di tengah hutan. Menurut Abdullah, hal tersebut patut diapresiasi karena merupakan langkah nyata untuk meneruskan jejak perjuangan dakwah Sunan Bonang.

“Di sini kita akan menelusuri lorong-lorong waktu situasi Sunan Bonang pada masa itu. Walaupun di tengah keterbatasan, kita sangat menghargai apa yang sudah dilakukan dalam rangka nguri-uri syiar Islam dan nilai-nilai luhur yang ditinggalkan Sunan Bonang. Sehingga bisa memberikan sebuah teladan, bukan hanya sebatas cerita, tapi dalam bentuk konkret,” kata Abdullah.

Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

©YouTube/Musyafa Musa

Seorang santri Ponpes Nurul Mustofa asal Sluke, Rembang, Imron Rosyadi mengaku di ponpes itu ia tak sekadar mendalami ilmu agama, namun juga mengikuti dinamika selama hidup di pesantren itu. Dia pun tidak membantah kalau suasana ponpes yang tenang membuatnya betah untuk tinggal di sana.

“Sisi positifnya suasana di sini tenang, karena seorang Salafunassoleh pernah menulis di kitabnya, ’kalau anda pikirannya kalut, datanglah ke tempat di mana di situ bisa terdengar suara semilir angin, gemercik air, dan kicau burung’,” ungkap Imron.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.