Polisi di Pekalongan Tangkap "Kuntilanak" saat Razia, Ternyata Ini Fakta di Baliknya
Di Pekalongan, Jawa Tengah, sosok kuntilanak justru tertangkap polisi di kawasan Sentono, Kota Pekalongan. Penangkapan kuntilanak itu terjadi saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu menggelar razia operasi cipta kondisi (cipkon) jelang Bulan Ramadan.
Hantu kuntilanak menjadi sosok yang menakutkan di tengah kehidupan masyarakat di Indonesia. Boleh percaya atau tidak, telah banyak orang yang merekam penampakan hantu perempuan berambut panjang itu.
Di Pekalongan, Jawa Tengah, sosok kuntilanak justru tertangkap polisi di kawasan Sentono, Kota Pekalongan. Penangkapan kuntilanak itu terjadi saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu menggelar razia operasi cipta kondisi (cipkon) jelang Bulan Ramadan.
Lantas seperti apa sosok “kuntilanak” yang dimaksud itu? berikut selengkapnya:
Kuntilanak Terjaring Razia
©Instagram/@pekalonganinfo
Dilansir dari akun Instagram @pekalonganinfo pada Selasa (23/3), yang dimaksud kuntilanak di sini adalah para peminta-minta di jalanan yang sedang melakukan aksinya pada siang hari.
Kepala Satpol PP Pekalongan Dr. Sri Budi Santoso MSi mengatakan jelang datangnya Bulan Ramadan, Kota Pekalongan memang mengintensifkan operasi cipkon untuk menciptakan situasi yang kondusif dan keamanan ketertiban masyarakat.
Dia mengatakan, kegiatan itu merupakan buah dari sinergi yang dilakukan pihak kepolisian dengan dinas kesehatan, TNI, dan dinas sosial.
Sasaran Razia
©Instagram/@pekalonganinfo
Selain oknum peminta-minta di jalanan, sasaran dalam operasi itu adalah panti pijat, tempat prostitusi, dan tempat-tempat hiburan lainnya. Kasat Bimas Polres Pekalongan Kota AKP Sumadi mengatakan operasi itu bertujuan untuk mencegah penyakit masyarakat menjelang Bulan Ramadan.
“Razia serupa akan terus digelar di seluruh kawasan Kota Pekalongan. Mengingat masih dalam suasana pandemi COVID-19, operasi tetap menerapkan protokol kesehatan. Mereka yang terkena razia nantinya akan diberi pembinaan dan diserahkan ke RPSBM di Kuripan, Kota Pekalongan,” ungkap AKP Sumadi.
Reaksi Warganet
©Instagram/@pekalonganinfo
Tertangkapnya sosok “kuntilanak” di Kota Pekalongan itu mengundang komentar warganet. Banyak mereka yang merasa prihatin dengan kondisi tertangkapnya dua warga yang menyamar jadi kuntilanak itu.
“Beri keterampilan, beri sarana, beri kesempatan biar ada kiat usaha biar mandiri dan tidak mengemis di jalan. Andaikata program pemberdayaan SDM dijalankan sungguh-sungguh, Insya Allah persoalan ekonomi secara individu bisa mengurangi masalah-masalah di tengah pandemi COVID-19,” tulis akun Instagram @ha.ris2740.
“Salut gw Cuma pol pp pekalongan bisa nangkep kuntilanak,” tulis akun Instagram @triutomo432.
“Weritnya cari kerjaan ow kang nganti Ono mas Kunti,” tulis akun Instagram @abngyud_