LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Pernah Jadi Pusat Rehabilitasi, Ini 4 Fakta Menarik Gereja Ayam

Gereja Ayam merupakan sebuah bangunan yang berada di Borobudur. Bangunan itu mendapat julukan “Gereja Ayam” dari penduduk setempat karena bentuknya yang menyerupai ayam yang tengah duduk mengerami telur. Padahal pendirinya terinspirasi oleh burung merpati dalam membangun bangunan tersebut.

2020-09-17 06:30:00
Jateng
Advertisement

Pada umumnya, gereja merupakan tempat peribadatan umat Kristiani. Tetapi Gereja Ayam bukan hanya sekedar gereja pada umumnya.

Gereja Ayam merupakan sebuah bangunan yang berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Magelang. Bangunan itu mendapat julukan “Gereja Ayam” dari penduduk setempat karena bentuknya yang menyerupai ayam yang tengah duduk mengerami telur.

Padahal, nama bangunan itu adalah Rumah Doa Bukit Rhema. Nama itu diberikan oleh pendirinya, Daniel Alamsjah pada 1992 silam. Untuk membangun bangunan berbentuk unik itu, Daniel sendiri sebenarnya terinspirasi oleh burung merpati yang dikenal sebagai simbol perdamaian dan Roh Kudus.

Advertisement

Pada praktiknya, Gereja Ayam tidak hanya digunakan umat Kristiani untuk beribadah. Bahkan di sana juga disediakan sebuah musala yang bisa digunakan untuk umat Muslim beribadah. Lalu untuk apa sebenarnya bangunan ini didirikan? Berikut selengkapnya:

Sejarah Berdirinya Gereja Ayam

Advertisement

©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Mengutip dari Jatengprov.go.id, Gereja Ayam didirikan oleh Daniel Alamsjah pada 1992 silam. Sebelum memutuskan membangun bangunan itu, Daniel mengalami pergumulan batin yang hebat dan mendapatkan petunjuk mimpi untuk membangun rumah berdoa di sebuah tempat asing yang belum pernah ia kunjungi.

Saat ia mengunjungi Borobudur bersama keluarganya, Daniel bertemu seorang pemuda asli bernama Jito. Dari Jito lah Daniel diberi tahu ada sebuah bukit di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus.

Setelah melalui proses doa, Daniel mantap untuk mendirikan rumah doa bernama Bukit Rhema di tempat itu pada 1992. Baru empat tahun berjalan, pembangunannya terhenti karena krisis moneter.

Jadi Tempat Rehabilitasi

©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Dalam praktiknya, Gereja Ayam tak hanya berfungsi sebagai rumah doa. Tempat itu ternyata juga difungsikan sebagai pusat rehabilitasi bagi anak-anak yang kekurangan fisik, orang ketergantungan narkoba, orang kurang waras atau anak muda yang memiliki masalah.

Bahkan curahan hati orang-orang marginal ini terpampang melalui lukisan yang ada di sana.
Deretan lukisan itu terasa begitu menyentuh karena menyiratkan kesedihan mereka yang dikucilkan oleh orang-orang di sekitar. Sayangnya, gereja itu sempat ditutup pada tahun 2000 karena mendapat penolakan warga.

Bangunan itu kemudian mulai dibuka kembali pada tahun 2014 sebagai tempat wisata yang diperuntukkan bagi khalayak umum. Selain lukisan yang berisi curahan hati kaum marginal, di sana juga terdapat lukisan ragam budaya Indonesia.

Di sana pula, wisatawan dapat menikmati Candi Borobudur berdiri megah dari kejauhan. Bagi wisatawan yang lapar atau haus, di sana sudah tersedia kafetaria yang menjajakan camilan dengan harga terjangkau.

Siratkan Pesan Toleransi

©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Melansir dari Jatengprov.go.id, gereja ayam tak hanya menyuguhkan pemandangan asri, namun pesan toleransi yang kuat bagi para pengunjung yang datang. Walaupun dinamakan Gereja Ayam, namun tempat ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat beribadah umat Kristiani.

Sejak awal, Daniel memang ingin membangun rumah doa untuk seluruh pemeluk agama. Bahkan umat Muslim yang berkunjung juga dapat beribadah di sebuah musala yang lengkap dengan peralatan salat yang telah disediakan.

Populer Berkat AADC

©Flickr/Matt Smith

Melansir dari Indonesia.go.id, keberadaan Gereja Ayam menjadi semakin populer berkat film Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) yang mengambil syuting di tempat ini. Ditambah lagi, lokasinya cukup dekat dengan obyek wisata Candi Borobudur.

Padahal sebelum terkenal, tempat ini sebenarnya merupakan bangunan angker. Bahkan saking angkernya, tempat itu pernah dijadikan lokasi uji nyali dari sebuah stasiun televisi swasta.

Pada saat itu, para kru televisi mengalami gangguan supranatural yang cukup kuat di mana mereka melihat makhluk perempuan dan bayangan yang cukup besar. Karena itulah proses pengambilan gambar di sana terpaksa dihentikan.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.