LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Perempuan Rentan Terjerat Pinjol Ilegal, Sosiolog UGM Ungkap Alasannya

Akhir-akhir ini, marak kasus perempuan terjerat kasus pinjaman online (pinjol). Bahkan di Wonogiri, seorang ibu rumah tangga bunuh diri karena tak tahan terus diteror terkait pinjaman online itu. Dosen Fisipol UGM, Wahyu Kustiningsih menjelaskan penyebab perempuan rentan terjerat kasus tersebut.

2021-10-08 10:15:00
DIY
Advertisement

Akhir-akhir ini, banyak kasus perempuan yang terjerat pinjaman online. Terbaru, seorang ibu rumah tangga asal Wonogiri, Jawa Tengah dikabarkan gantung diri karena terus mendapat teror dari pihak pinjaman online yang menagih pembayaran utangnya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Kustiningsih mengatakan bahwa perempuan merupakan kelompok yang rentan terjerat pinjaman daring atau online di masa pandemi COVID-19 ini.

Wahyu mengatakan bahwa di masa pandemi ini tidak sedikit perempuan, terutama ibu rumah tangga yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya mengalami pendapatan yang menurun. Sementara itu kebutuhan hidup terus meningkat.

Advertisement

“Selain mengurus hal domestik, perempuan juga mendampingi anak di rumah, belum lagi kalau dia harus bekerja. Di sisi lain suami pendapatannya menurun dan ada juga yang terkena PHK,” jelas Wahyu, mengutip dari ANTARA pada Kamis (7/10). Berikut selengkapnya:

Proses lebih Mudah

Advertisement

©2018 makeuseof.com

Wahyu mengatakan, kondisi serba sulit yang harus dijalani keluarga mereka membuat perempuan mau tak mau mengambil jalan pintas dengan melakukan pinjaman online. Apalagi pinjaman online lebih mudah syarat dan ketentuannya serta lebih cepat pencairan dananya dibandingkan dengan mengambil pinjaman di bank dengan persyaratan dan proses pengajuan yang tergolong rumit dan memakan waktu panjang.

“Dalam kondisi keterdesakan ekonomi seperti sekarang ini, yang dipilih masyarakat adalah jalan pintas untuk menyambung hidup,” kata Wahyu, mengutip dari ANTARA.

Stigma yang Muncul

©2021 Merdeka.com

Selain rawan menjadi korban pinjaman online, perempuan yang melakukan hal tersebut juga rawan mendapat stigma dari masyarakat. Menurut Wahyu, beberapa stigma yang muncul antara lain tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, dianggap konsumtif, tukang utang, dan lainnya. Karena berbagai stigma ini, perempuan korban pinjol bisa tertekan bahkan bisa sampai bunuh diri karena tidak kuat menahan malu.

Ia mengatakan, adanya warga yang terjerat pinjaman online ini menunjukkan bahwa sistem sosial (supporting system) di masyarakat tidak bekerja. Korban merasa sendiri dan buntu di tengah desakan ekonomi namun masyarakat tidak memberi dukungan. Oleh karena itu, bila ada warga yang terjerat pinjaman online, diharapkan para tetangga bisa memberikan dukungan atau memberi bantuan dan mencari solusi.

“Masyarakat bisa menginisiasi gerakan bersama menghadapi krisis saat pandemi termasuk persoalan ekonomi seperti pinjol, salah satu contohnya dengan membangun kelompok-kelompok usaha kecil. Kalau ini tidak dilakukan maka akan banyak yang tertekan sehingga solidaritas sosial itu penting,” kata Wahyu, mengutip dari ANTARA.

Perlu Literasi Digital

Wahyu mengatakan, kondisi pandemi COVID-19 mengubah seluruh aspek kehidupan dari luring menjadi daring. Karena inilah paparan terhadap pinjaman online di masyarakat semakin besar. Namun kondisi ini belum diikuti dengan literasi dan edukasi yang baik bagaimana menggunakan teknologi secara bijak.

Oleh karena itulah, literasi digital dinilai penting untuk menekan risiko pinjol. Selain itu, edukasi terkait pinjol juga perlu diperkuat untuk menekan risiko munculnya korban-korban pinjol lainnya.

“Fenomena ini akan terus terjadi sehingga menjadi PR untuk bisa mendampingi masyarakat,” pungkas Wahyu.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.