LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Penyebab Diare Setelah Demam pada Bayi, Begini Cara Mengatasinya

Diare merupakan salah satu penyakit yang paling umum dialami oleh setiap orang, tak terkecuali pada bayi. Kondisi yang membuat bayi sering buang air besar ini, dapat disebabkan karena makanan atau minuman yang terpapar virus atau bakteri. Biasanya, bayi akan mengalami perut terasa mulas, tinja encer, pusing, dan lemas.

2021-08-20 10:30:00
Buang Air Besar
Advertisement

Diare merupakan salah satu penyakit yang paling umum dialami oleh setiap orang, tak terkecuali pada bayi. Kondisi yang membuat bayi sering buang air besar ini, dapat disebabkan karena makanan atau minuman yang terpapar virus atau bakteri. Biasanya, bayi akan mengalami perut terasa mulas, tinja encer, pusing, dan lemas.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, diare merupakan gejala gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan tinja seseorang berubah encer atau berair. Diare sendiri menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Jumlah kasus diare seluruh Indonesia sekitar 7 juta, dengan kasus terbanyak di Provinsi Jawa Barat yang mencapai 1,2 juta kasus.

Bayi yang mengalami diare setelah demam, dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terjadinya infeksi usus akibat bakteri, virus, maupun parasit. Selain itu, ada beberapa penyebab diare setelah demam pada bayi yang perlu diketahui orang tua. Berikut beberapa penyebab diare setelah demam pada bayi yang dilansir dari Healthline:

Advertisement

Penyebab Diare setelah Demam pada Bayi

Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Advertisement

Diare merupakan kondisi di mana tubuh ingin membersihkan saluran cerna dari mikrooorganisme atau racun yang masuk ke dalam saluran cerna. Diare juga dapat terjadi saat seseorang mengalami alergi atau sensitif terhadap bahan tertentu.

Seperti dikutip dari laman Aladokter, Semakin muda tubuh seseorang, seperti anak-anak atau bayi, kandungan cairan dalam tubuh lebih banyak dibanding cairan dalam tubuh orang dewasa. Hal ini memberikan informasi bahwa cairan pada tubuh bayi sangat penting. Pasalnya, dehidrasi dapat menyebabkan kematian pada anak-anak atau bayi.

Ada beberapa penyebab diare setelah demam pada bayi, salah satunya akibat infeksi parasit, bakteri, dan virus. Selain itu, ada beberapa penyebab diare setelah demam pada bayi lainnya, di antaranya:

  • Keracunan makanan
  • Alergi terhadap obat-obatan tertentu
  • Terlalu banyak mengonsumsi jus buah
  • Alergi terhadap makanan tertentu

Cara Mengatasi Diare setelah Demam pada Bayi

©iStockphoto

Saat bayi mengalami diare setelah demam, tidak perlu panik dan tergesa-gesa membawanya ke rumah sakit. Pengobatan difokuskan pada rehidrasi dengan memberi cairan dan elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Berikut beberapa cara mengatasi diare setelah demam pada bayi, di antaranya:

Memberi ASI

Cara mengatasi diare setelah demam pada bayi yang pertama, yaitu memberikan ASI. Kandungan nutrisi pada ASI diperlukan untuk menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang selama BAB.

Selain itu, ASI juga memiliki kandungan antibodi yang dapat membantu bayi melawan bakteri atau virus penyebab diare. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, boleh dilanjutkan dengan pemberian cairan rehidrasi oral, seperti oralit atau air tajin.

Memberikan Probiotik

Cara mengatasi diare setelah demam pada bayi selanjutnya, yaitu dengan memberikan probiotik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dapat mendukung proses penyembuhan dan mempercepat pemulihan bayi yang mengalami diare. Maka darii itu, Anda dapat memberikan Si Kecil suplemen atau makanan yang mengandung probiotik.

Memberikan Suplemen Zinc

Selain memberikan probiotik, Anda juga dapat memberi Si Kecil suplemen zinc. Adapun dosis pemberian suplemen zinc pada bayi berusia di bawah 6 bulan adalah sekitar 10 mg per hari, sedangkan pada balita 20 mg per hari. Untuk menentukan dosis dan cara pemberian suplemen yang benar, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

(mdk/jen)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.