Penyebab Berat Badan Naik Akibat Stres, Ketahui Cara Pencegahannya
Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab berat badan naik akibat stres yang perlu diketahui. Mulai dari faktor kortisol yang berpengaruh pada keinginan makan makanan manis, proses metabolisme dan masih banyak lagi.
Masalah stres memang menjadi masalah umum yang sering dialami oleh setiap orang. Dalam hal ini, stres dapat muncul dari berbagai macam faktor. Mulai dari banyaknya pekerjaan sehari-hari, masalah keluarga, atau masalah hubungan dengan teman atau pasangan. Kondisi stres ini sering kali mengganggu dan membuat perasaan menjadi tidak nyaman.
Dengan begitu, tidak heran jika banyak orang mencari berbagai macam cara untuk mengurangi perasaan tidak nyaman akibat kondisi stres yang dialami. Salah satu hal yang menjadi kebiasaan banyak orang untuk mengatasi kondisi stres yaitu dengan mengonsumsi makanan yang lezat. Makan makanan favorit yang enak memang dapat membangkitkan perasaan nyaman dan membuat suasana hati lebih baik.
Meskipun begitu, kebiasaan makan yang dilakukan secara berlebihan untuk menghadapi kondisi stres bukan cara yang tepat. Sebab, kebiasaan ini justru akan menyebabkan naiknya berat badan yang semakin tidak terkontrol. Jika tidak diatasi, lebih lanjut hal ini akan menimbulkan risiko obesitas yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab berat badan naik akibat stres yang perlu diketahui. Mulai dari faktor kortisol yang berpengaruh pada keinginan makan makanan manis, proses metabolisme dan masih banyak lagi. Dilansir dari Verywell Mind, berikut kami merangkum beberapa penyebab berat badan naik akibat stres dan cara mencegahnya yang perlu diketahui.
Stres dan Kortisol
slapdashmom.com
Sebelum mengetahui beberapa penyebab berat badan naik akibat stress, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa terdapat hubungan antara stres dan hormon kortisol dalam tubuh. Saat mengalami kondisi stres, hormon kortisol dalam tubuh biasanya mengalami peningkatkan. Hormon ini biasanya mendorong keinginan untuk makan makanan yang manis.
Dalam hal ini, tubuh merasa membutuhkan banyak gula untuk memasok energi lebih cepat saat stres. Namun ketika mengonsumsi banyak gula saat stres, energi yang dihasilkan akan disimpan dalam bentuk lemak perut. Sehingga kondisi inilah yang sering kali memicu kenaikan berat badan.
Selain itu, meningkatnya hormon kortisol dalam tubuh juga menyebabkan proses metabolisme yang semakin melambat. Dengan begitu, tubuh akan lebih sulit menyerap dan mengolah setiap makanan yang dikonsumsi. Akibat proses metabolisme yang tidak berjalan lancar dapat meningkatkan risiko penyimpanan lemak dalam tubuh.
Makan dengan Emosional
Setelah mengetahui hubungan antara stres dan kortisol, berikutnya terdapat beberapa penyebab berat badan naik akibat stres yang perlu diketahui. Penyebab berat badan naik akibat stres yang pertama adalah kebiasaan makan dengan emosional.
Dalam hal ini, meningkatnya hormon kortisol dapat menyebabkan produksi energi saraf yang berlebihan. Kondisi ini sering kali mendorong makan lebih banyak dari biasanya. Kebiasaan makan secara emosional ini dapat memicu naiknya berat badan yang tidak terkontrol.
Makan Makanan Cepat Saji
©Pixabay/Free-Photos
Penyebab berat badan naik akibat stres berikutnya juga datang dari kebiasaan makan makanan cepat saji. Saat stres, seseorang cenderung secara impulsif makan makanan yang dilihatnya atau cenderung memilih makanan yang cepat saji.
Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji ini dinilai tidak baik untuk kesehatan. Sebab, makanan cepat saji sering kali mengandung banyak lemak akibat proses olahan yang dilakukan berulang kali.
Kurang Olahraga
Penyebab berat badan naik akibat stres selanjutnya juga dipengaruhi oleh kurangnya aktivitas fisik atau olahraga yang dilakukan. Saat mengalami kondisi stres, sering kali malas melakukan berbagai macam aktivitas, termasuk berolahraga.
Di mana Anda lebih memilih untuk menghabiskan waktu bermalas-malasan di depan TV atau bermain gadget. Kebiasaan ini tentu semakin memperlambat proses metabolisme tubuh, sehingga dapat memicu naiknya berat badan.
Kurang Tidur
©www.huffingtonpost.ca
Faktor kurang tidur juga menjadi salah satu penyebab berat badan naik akibat stres. Dalam hal ini, jam tidur yang berkurang saat mengalami stres juga sering dikaitkan dengan proses metabolisme yang lebih lambat.
Bukan hanya itu, rasa lelah akibat kurang tidur juga berkontribusi pada keinginan untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Hal inilah yang menjadi pemicu naiknya berat badan saat mengalami kondisi stres.
Cara Mencegah Naiknya Berat Badan Saat Stres
Setelah mengetahui beberapa penyebab berat badan naik akibat stres, terdapat beberapa cara naiknya berat badan saat stres yang bisa dilakukan. Beberapa cara pencegahan ini tidak lain adalah dengan membangun kebiasaan baik dan sehat untuk menghindari berbagai faktor pemicu penambahan berat badan.
Berikut adalah beberapa cara pencegahan yang perlu diketahui:
- Berlatih makan secara mindful atau penuh kesadaran. Rasakan setiap makanan yang masuk ke dalam mulut, kunyah sampai lumat dan nikmati teksturnya. Hal ini dapat menghindari kebiasaan makan secara impulsive dan emosional.
- Buat jurnal makan untuk membantu mengontrol konsumsi makanan sehari-hari. Anda bisa menggunakan aplikasi untuk melacak asupan makanan atau dengan menulis setiap makanan yang dikonsumsi. Hal ini dapat membantu Anda membangun kebiasaan makan yang lebih sehat.
- Minum lebih banyak air untuk mencegah kondisi dehidrasi dan mencegah makan secara berlebihan. Jika Anda baru saja makan beberapa jam yang lalu dan sudah merasa lapar, cobalah minum air terlebih dahulu. Jika Anda masih merasa lapar, ambillah camilan.
- Lakukan berbagai aktivitas baik yang dapat membantu mengurangi kondisi stres. Seperti melakukan yoga atau meditasi, membaca buku, menonton film, melakukan hobi, berjalan-jalan, atau berbagai hal yang bisa membuat tubuh dan pikiran lebih rileks dan nyaman.