Pemkab Bantul Minta Para Jagal Terus Potong Sapi Meski Marak PMK, Ini Alasannya
Walau PMK merebak, namun Bupati Bantul meminta para jagal tetap melaksanakan aktivitas pemotongan sapi. Apa alasannya?
Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin luas. Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sudah sebanyak 973 ekor ternak terjangkit PMK. Menanggapi hal ini, Bupati Abdul Halim Muslih berkata wabah ini sudah menjadi pandemi dan perlu penanganan secara nasional.
“Ini terus kita pahami bagaimana PMK ini awalnya bisa masuk di Indonesia. Bagaimana treatmentnya ini para ahli sedang berpikir keras. Tentu saja pemkab dengan keterbatasan sudah melakukan langkah-langkah dengan melibatkan dokter hewan,” kata Abdul Halim dikutip dari ANTARA pada Selasa (14/6).
Walau PMK merebak, namun Bupati Bantul meminta para jagal tetap melaksanakan aktivitas pemotongan sapi. Apa alasannya? Berikut selengkapnya:
Alasan Bupati Bantul
Walau PMK merebak, Abdul Halim tetap meminta para jagal yang berada di Desa Segoroyoso terus melakukan aktivitas penjagalannya.
Menurutnya, dengan terus melakukan pemotongan sapi, ketersediaan daging di pasaran tetap terjaga dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
“Karena hari ini ekonomi kita sedang tumbuh, sedang pulih. Kalau seluruh pemotong itu berhenti akan berpengaruh pada pemulihan ekonomi di level bawah. Bakul bakso butuh daging sapi, restoran butuh daging sapi,” kata Abdul Halim.
Imbauan Bupati Bantul
©2022 Merdeka.com/Arie Basuki
Abdul Halim mengatakan, saat ini di Bantul sesuai catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, telah ditemukan 973 ternak yang terkena PMK. Meski begitu, ia meminta agar masyarakat jangan panik karena daging masih bisa dikonsumsi asal dimasak dengan benar. Apalagi, virus yang menyerang mulut dan kuku ternak itu tidak menular ke manusia.
“Dan yang paling penting adalah bagaimana sekarang ini para peternak sapi makin menyadari dan memahami bagaimana harus melakukan treatment kepada sapi-sapi yang terkena PMK. Kita minta segera hubungi Puskeswan. Kita punya 10 Puskewan yang semuanya didukung dokter hewan,” kata Abdul Halim.