Pakar UGM Bagikan Tips Atasi Kecemasan saat Pandemi, Munculkan “Happiness”
Berita-berita yang banyak beredar tentang dampak COVID-19 menimbulkan kecemasan bagi banyak orang. Oleh karena itu perlu "Terapi kecemasan COVID-19" agar masyarakat bisa menghadapi masa-masa sulit ini dengan tenang.
Bagi banyak orang, masa pandemi ini merupakan masa-masa yang mengerikan. Tiap hari, suara sirine ambulans berbunyi membawa pasien COVID-19 yang kondisinya telah kritis ke rumah sakit atau mengiringi jenazah mereka ke pemakaman.
Tak hanya itu, berbagai berita duka teman atau kerabat yang meninggal akibat COVID-19 menghiasi grup-grup WA dan media sosial. Berita-berita itu kemudian menimbulkan kecemasan seakan dunia ini tak ada lagi hari esok, kematian begitu dekat, dan hidup ini akan segera berakhir.
Dalam sebuah webinar bertajuk “Terapi Kecemasan COVID-19: Kiat Menghilangkan Kecemasan Berlebih di Masa Pandemi” yang digelar pada Minggu (1/8), Anisa Cahya Ningrum, psikolog yang juga alumni UGM mengatakan bahwa rasa cemas itu merupakan hal yang wajar. Tapi bisa saja sewaktu-waktu rasa cemas itu berubah menjadi gangguan.
“Kecemasan itu normal supaya kita melakukan tindakan antisipatif. Menjadi gangguan ketika terjadi sekian lama dan intensitasnya tinggi,” kata Anisa dikutip dari Kagama.co.
Lantas bagaimana cara agar kita bisa mengendalikan rasa cemas di tengah pandemi COVID-19 ini? Berikut selengkapnya:
Penyebab Munculnya Rasa Cemas
©2012 Shutterstock/bds
Menurut Anisa, rasa cemas bisa muncul karena disebabkan berbagai faktor di antaranya adanya tuntutan seperti tuntutan pekerjaan atau kewajiban menghidupi keluarga. Ada juga faktor lain yaitu ketidaktahuan. Tidak tahu harus berbuat apa, tahu tapi seseorang merasa tidak mampu untuk menjalaninya.
“Hal inilah yang membuat kita cemas. Kecemasan yang dampaknya pada imunitas itu sebenarnya terletak pada pikiran kita sendiri,” kata Anisa dikutip dari Kagama.co.
Cara Mencegah Kecemasan
©Shutterstock/wavebreakmedia3
Sebelum menjadi sebuah gangguan, Anisa memberi tips agar kecemasan itu tidak terjadi. Menurutnya, hal utama agar kecemasan tidak mengganggu kita adalah dengan merawat dan mencintai diri sendiri.
Menurut Anisa, ketika hal itu diperhatikan, seseorang akan memberi asupan bergizi baik pada tubuh maupun pikiran. Tak hanya pada tubuh, hal-hal yang masuk pada panca indera juga harus diseleksi.
“Jadi hal-hal yang negatif nggak usah didengerin. Inilah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan, karena ada banyak hal yang nggak bisa kita kontrol,” kata Anisa.
Cara 54321
Selain itu, Anisa juga memberi tips untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan melakukan “grounding”, yaitu kondisi membumi dengan memaksimalkan sensasi indrawi. Dia menyebut metode itu dengan nama “cara 54321”.
Cara pertama, lihat 5 hal di sekitar kita. Kelima hal itu kemudian ditulis dan diucapkan. Fungsi dari cara ini agar pikiran kita tidak ke mana-mana. Cara kedua, sentuh 4 hal yang ada di sekitar agar indera perasa kita aktif. Kemudian 3 hal yang bisa kita dengarkan, misalkan suara ambulans, dering HP, maupun suara radio.
Cara keempat, aktifkan indera penciuman dengan mencari 2 macam bau seperti bau parfum atau bau masakan sendiri. cara kelima adalah 1, adalah mencicipi, seperti mencicipi minuman, permen, camilan lain, atau yang lain.
Munculkan "Happiness"
©2019 Merdeka.com/Pexels
Selain kelima cara itu, Anisa mengatakan cara lain mengatasi kecemasan adalah mengupayakan “happiness” atau kegembiraan. Menurutnya, “happiness” merupakan skil yang bisa dilatih dengan menciptakan kegembiraan bagi diri sendiri tanpa perlu orang lain.
“Setelah itu, kita serahkan semuanya pada Tuhan. Ikhlaskan apa yang terjadi berikutnya, detik berikutnya. Setelah detik ini kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian,” kata Anisa dikutip dari Kagama.co.