Menuai Garam Bermutu Tinggi dari Kampung Garam Kebumen
Jalan-jalan ke Pantai Selatan di Kebumen jangan lupa mampir Kampung Garam. Kampung Garam yang terletak di Desa Mirit, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah ini menjadi sentra produksi garam. Kampung yang menghasilkan bulir-bulir putih asin ini juga sekaligus menjadi objek wisata baru.
Jalan-jalan ke Pantai Selatan di Kebumen jangan lupa mampir Kampung Garam. Kampung Garam yang terletak di Desa Mirit, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah ini menjadi sentra produksi garam. Kampung yang menghasilkan bulir-bulir putih asin ini juga sekaligus menjadi objek wisata baru.
Jika biasanya, tempat untuk memproduksi garam ada di kolam terbuka. Namun di Desa ini temprat produksi dibuat dari lengkungan-lengkungan bak rumah yang disebut tunel. Tunel-tunel ini tersusun rapi menjadi tempat foto yang cukup menarik.
Pengolahan garam konsumsi di desa ini merupakan kelompok usaha garam rakyat Jagat Kidul di Desa Mirit Petikusan Kecamatan Mirit. Meski baru didirikan pada 2019 lalu, namun Kampung Garam menjadi wisata edukasi yang menarik bagi warga Kebumen dan kota sekitarnya.
©2021 Merdeka.com/Fadkus
Ya, di Kampung Garam kamu akan diajak menjadi petani tambak garam dengan tunnel. Setidaknya ada 40 unit tunnel produksi di Kampung Garam.
Berbeda dari petani tambak tradisional yang memanfaatkan lahan dengan mengalirkan air laut ke pematang tambak garam. Tunnel adalah teknologi petani tambak garam. Produksi garam dengan tunnel memanfaatkan lahan yang ada dan menambahkan wadah tampungan dengan bantuan geoisolator dan penutup yang dirangkai seperti lorong atau disebut dengan tunnel.
Dilansir dari kkp.go.id, penggunaan tunnel garam ini memiliki banyak manfaat, yaitu Pembentukan kristal garam lebih cepat, kualitas garam lebih putih karena tidak tercampur dengan tanah dan peningkatan kadar NaCl.
©2021 Merdeka.com/Fadkus
Untuk kualitas garam dari kampung ini pun bisa diadu. Garam produksi ini memiliki kualitas tinggi dengan kandungan NaCL (Natrium Klorida) mencapai 97,73%. Selain itu, produksi garam di kampung ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Garam beryodium ini juga telah memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Tak tanggung-tanggung, selain garam konsumsi, kampung ini juga memiliki banyak variasi garam. Seperti garam piramida, garam spa, garam kecantikan, dan garam kesehatan.
©2021 Merdeka.com/Fadkus
Dalam sekali produksi, Kampung Garam bisa menghasilkan sekitar 7,2 ton yang didominasi garam kosmetik. Harga jual per kilogramnya di kisaran Rp30 ribu sampai Rp40 ribu dengan pasar sekitaran DI Yogyakarta dan Lampung. Kampung Garam juga memasarkan garam berkualitasnya secara online.
©2021 Merdeka.com/Fadkus
Jika ingin berkunjung, lokasi Kampung Garam cukup strategis dan mudah dijumpai. Kampung Garam berada di pinggir jalan dan hanya berjarak 30 menit dari bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA).
Biasanya, Kampung Garam menjadi wisata edukasi untuk para pelajar dari TK sampai SMA. Untuk wisata edukasi ini kelompok tidak memungut biaya alias gratis. Namun setiap anak diwajibkan membeli produk garam yang sudah dikemas seharga Rp 5.000,- .
Para Siswa nantinya akan dijelaskan proses pembuatan garam dengan sistem Tunnel ini oleh Anggota Kelompok ataupun oleh Ketua Kelompok sendiri.
(mdk/Tys)