Mengunjungi Situs Bongkotan, Reruntuhan Candi Berselimut Misteri
Situs Bongkotan merupakan situs candi yang jaraknya 20 menit berkendara dari Kota Wonosobo. Hingga kini, reruntuhan candi itu masih berselimut misteri yang tak terjawab.
Walaupun sudah banyak situs candi, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, namun sebenarnya masih banyak keberadaan candi yang belum terungkap.
Bahkan, banyak candi-candi yang sebenarnya telah ditemukan, tapi masih diselimuti misteri yang belum terjawab. Hal ini persis seperti apa yang terlihat di Situs Bongkotan.
Situs candi ini berada di Dusun Bongkotan, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek, Wonosobo. Butuh 20 menit berkendara dari pusat Kota Wonosobo untuk menuju ke situs ini.
Diduga Dulunya Candi
©YouTube/Official WEB TV Wonosobo
Juru pemelihara Situs Bongkotan, Agus Rohmat, mengatakan bahwa dari penelitian jenis batunya, kemungkinan Situs Bongkotan dibangun pada masa abad ke-8 hingga 9 masehi. Penelitian pertama pada candi ini dilakukan pada 1985-1986. Selanjutnya penggalian dilakukan pada tahun 1990.
“Ditemukan beberapa batu yang menentukan bahwa ini adalah sebuah bangunan candi, yaitu dengan adanya batu lingga dan yoni, ada juga beberapa makara dan satu buah bangunan dasar candi induk dan tiga buah bangunan candi perwara. Dan satu lagi hal yang menentukan bahwa ini adalah situs candi adalah adanya sumuran,” kata Agus dikutip dari kanal YouTube Official WEB TV Wonosobo.
Jadi Tempat Ritual
©YouTube/Official WEB TV Wonosobo
Selain menjadi tempat wisata alternatif, terkadang ada orang yang melakukan ritual di situs tersebut. Beberapa orang sering mengaitkan keberadaan Situs Bongkotan dengan hal-hal mistis.
“Biasanya kalau ada pengunjung yang melakukan hal agak fatal, dia kemudian pingsan bahkan kesurupan,” kata Agus.
Hingga tulisan ini dibuat, masih ditemukan puing-puing baru bebatuan candi di Situs Bongkotan. Diduga masih banyak puing-puing reruntuhan lagi yang belum ditemukan.
“Kalau yang terpendam itu kemungkinan masih banyak. Kemarin pas buan November masih ditemukan batu kemuncak, sebuah bagian atas candi,” ungkap Agus.