LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mengulik Fakta Homo Soloensis, Manusia Purba dari Solo

Pada zaman dahulu kala, bumi ini diisi dengan kehidupan para manusia purba. Dari jenis mereka ada nama Homo Soloensis atau bisa disebut juga manusia dari Solo. Diperkirakan dahulu mereka tinggal di daerah Sungai Bengawan Solo pada Zaman Batu Tua atau Paleolitikum.

2022-06-16 12:03:00
Jateng
Advertisement

Pada zaman dahulu kala, bumi ini diisi dengan kehidupan para manusia purba. Mereka hidup dengan cara dan tradisi mereka. Manusia purba ini memiliki beberapa jenis. Mereka punya cirinya masing-masing.

Dari jenis mereka ada nama Homo Soloensis atau bisa disebut juga manusia dari Solo. Diperkirakan dahulu mereka tinggal di daerah Sungai Bengawan Solo pada Zaman Batu Tua atau Paleolitikum.

Lalu apa yang membedakan mereka dengan jenis manusia purba lainnya? Lalu apakah ada perbedaan mendasar dengan ciri-ciri manusia masa kini? Berikut selengkapnya:

Advertisement

Penemuan Fosil Homo Soloensis

©Wikipedia.org

Advertisement

Dikutip dari Wikipedia, Homo Soloensis dianggap segolongan dengan Homo Neanderthal yang merupakan manusia purba dari Asia, Eropa, dan Afrika. Fosil-fosil Homo Soloensis ditemukan di Ngandong (Blora), Sangiran, dan Sambungmacan (Sragen). Fosil-fosil mereka ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Gustav Heinrich Ralph von Koeningswald antara tahun 1931 sampai tahun 1933.

Selain fosil manusia, di daerah-daerah itu mereka juga menemukan fosil-fosil lain seperti hewan menyusui, aneka perkakas, dan fosil jenis manusia purba lainnya. Untuk fosil Homo Soloensis, von Koeningswald menemukan 11 fosil tengkorak. Sebagian fosilnya telah hancur tapi ada beberapa yang layak menjadi objek penelitian lebih lanjut meskipun tulang rahang dan gigi kesebelas tengkorak itu sudah tidak ada.

Punya Budaya Maju

©Wikipedia.org

Pada masanya, budaya Homo Soloensis sudah sangat maju. Kapasitas otaknya berkisar antara 1.013 sampai 1.251 cm kubik. Ukuran inilah yang membuat Homo Soloensis menjadi salah satu di antara anggota genus Homo berotak lebih besar.

Dengan volume otaknya yang sudah mendekati volume manusia masa kini, Homo Soloensis bersama dengan Homo Wajakensis diperkirakan mengawali sistem budaya yang kemudian dinamakan Kebudayaan Ngandong.

Kebudayaan ini dicirikan dengan penggunaan tulang binatang, duri ikan pari, dan batu-batuan serpih. Bahan-bahan tersebut sudah bisa mereka olah menjadi kapak, belati, tombak, dan sebagainya.

Gaya Hidup Homo Soloensis

Batu-batuan serpih yang digunakan Homo Soloensis terbuat dari batu-batuan yang indah. Hal ini menandakan bahwa Homo Soloensis telah mengenal cita rasa seni.

Alat-alat dari tulang binatang diduga digunakan untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah. Sementara alat-alat seperti tombak yang bergerigi diduga digunakan untuk menangkap ikan besar.

Dari berbagai peralatan tersebut, para ahli berkesimpulan bahwa cara hidup Homo Soloensis waktu itu adalah berburu binatang, menangkap ikan, memanen keladi, ubi, buah-buahan, dan mengumpulkan makanan lainnya.

Namun mereka menduga alat-alat itu tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam. Sehingga diperkirakan mereka masih menggunakan cara nomaden untuk bertahan hidup.

Kepunahan Homo Soloensis

©Wikipedia.org

Tidak ada yang tahu persis kenapa Homo Soloensis punah. Namun karena dianggap merupakan bagian dari Neanderthal, diperkirakan penyebab kepunahannya juga sama di antara lain kemampuan sosial yang rendah, penyebaran penyakit, dan juga badai meteor.

Selain itu ada dugaan penyebab lainnya yaitu dimangsa oleh predator, kalah bersaing dengan manusia modern saat ini (homo sapiens), faktor eksternal, ataupun penyebab-penyebab lainnya.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.